
Sejak kepergian Kenzo, Zia terus berusaha menghubungi ponselnya, tapi Kenzo tak kunjung mengangkat telepon darinya, hal itu membuat Zia semakin sedih dan air matanya tak kuasa dia bendung lagi Zia menangis sendirian di dalam kamarnya sambil mengelus lembut perutnya yang sudah membuncit.
"Sayang mama mohon bantu mamah agar papamu tidak marah lagi pada mama" pinta Zia pada bayi yang ada dalam perutnya.
"Oh ya ampun aku harus bagaimana sekarang" keluh Zia.
"Ke mana kau pergi suamiku, aku mohon pulanglah dan maafkanlah aku" pinta Zia lagi sambil menangis.
"Hiks... Hiks... Hiks..." Tanggisan Zia semakin menjadi-jadi tatkala Kenzo tak kunjung pulang padahal hari sudah mulai senja.
"Aku harus mencarinya dan aku harus meminta maaf padanya, iya aku harus mencarinya" ucap Zia sambil mengambil tas kecil dari atas nakas.
Zia menghentikan langkah kakinya tatkala dia menyadari bahawa dirinya tidak tau harus mencari Kenzo kemana.
"Tapi aku harus mencarinya ke mana?" tanya Zia pada dirinya sendiri.
"Ah.... Hiks.. Hiks..." Zia kembali menangis.
"Kau benar suamiku aku bahkan tidak pernah tau kemana kau biasa pergi, dan kau benar selama ini aku sungguh sangat egois." Ucap Zia penuh penyesalan.
"Rumah, iya pasti rumah kami yang dia datangi, aku harus menghubungi Pak Syam dan menanyakan apakah suamiku ada di sana atau tidak, ya iya..." Ucap Zia sambil mengambil ponselnya dari dalam tas dan langsung menghubungi pak syam.
📱Panggilan tersambung 📲
"Hallo, Nyonya Zia" sapa Pak syam dari telepon.
"Hallo pak syam apa suamiku ada di sana?" tanya Zia penuh harap.
"Iya nyonya, Tuan Kenzo sejak siang ada di sini............. Hallo... Hallo... Nyonya Zia tut.... tut..... tut." Zia langsung menutup sambungan teleponnya dengan pak syam setelah mengetahui keberadaan Kenzo dan bergegas pergi ke rumah yang di tempati dirinya dan Kenzo dulu setelah mereka menikah.
Dengan di temani satu supir Zia pergi tanpa berpamitan pada siapa pun termasuk Mommy Almira.
Sesampainya di rumah lamanya Zia bergegas masuk kedalam rumah dan melihat Kenzo yang tengah tertidur di ruang keluarga.
"Suamiku" panggil Zia gugup.
"Suamiku" panggil Zia lagi karena Kenzo tak kunjung bangun.
"Suamiku" panggil Zia lagi untuk yang ketiga kalinya sambil menyentuh pundak kenzo lembut.
Kenzo terbangun dari tidurnya dan melihat Zia ada di hadapannya dengan wajah berderai air mata.
__ADS_1
"Kenapa kau ada di sini, dan.. dan dengan siapa kau kemari?" tanya Kenzo penuh hawatir.
"Aku kemari di antar oleh supir" jawab Zia terbata.
"Suamiku maafkan aku, aku mohon" pinta Zia penuh harap.
"Zia katakan padaku, apa kau memberitahu orang rumah kalau kau datang kemari?" tanya Kenzo pelan.
Zia menggelangkan kepalanya, karena sesungguhnya Zia tidak ingin memberitahukan pertengkaran dirinya dan suaminya pada Mommy Almira dan daddy Darsi.
"Ya ampun Zia kenapa kau begitu gegabah, bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu dan anak kita, Astagfirulloh... Dan sekarang ini Mommy dan Daddy pasti sedang cemas mencarimu." Ucap Kenzo kesal.
Ya benar saja apa yang di katakan Kenzo karena sejak Zia pergi dari rumah utama Keluarga Maliq, ponselnya terus berdering, karena panggilan masuk dari mommy Almira.
" Lihat lah ponsel mu berdering" ucap Kenzo sambil mengambil alih ponsel Zia.
"Ya ampun Zia kenapa kau tidak mengangkat telepon dari Mommy, ada 15 panggilan dan tidak satu pun kau angkat." Keluh Kenzo geram.
Sedangkan Zia hanya diam saja karena dia mulai merasa takut dengan nada bicara Kenzo yang pelan tapi penuh penekanan.
Kenzo mengangkat sambungan telepon dari mommy Almira di ponsel Zia.
" Hallo mom? " sapa Kenzo.
"Iya mom" jawab Kenzo sambil melihat tajam kearah Zia karena Kenzo mengaktifkan mede pengeras suara.
"Hah syukur lah" terdengar Mommy Almira menghela napasnya lega setelah mendapat kabar dari Kenzo tentang Zia.
"Tadi Mommy melihat Zia pergi tanpa pemberitahuan pada mommy dan daddy, mommy jadi hawatir apalagi istri mu sedang hamil besar, tapi syukur lah jika sekarang kau ada bersamanya, lain kali beritahu istrimu agar dia mengabari terlebih dahulu, jika ingin pergi ya." Pinta mommy Almira.
" Iya mom, maaf" jawab Kenzo.
"Iya tidak apa-apa sayang, kalau begitu mommy tutup dulu teleponnya assalamualaikum" ucap mommy Almira.
"Waalaikum salam" jawab Kenzo sambil menutup sambungan teleponnya.
(panggilan terputus)
"Kau dengar sendirikan Zia, bagaimana mommy begitu menghawatirkanmu" ucap Kenzo geram.
"Lantas kenapa kau pergi tanpa memberitahu mereka, atau setidaknya kau beritahu pelayan kalau kau akan pergi dengan begitu orang tua ku tidak akan hawatir padamu." Ucap Kenzo lagi.
__ADS_1
"Maaf karena aku pikir itu tidak terlalu penting, karena yang aku rasa penting adalah...."
"Jadi menurutmu kekhawatiran orangtuaku tidak penting Zia?" bentak Kenzo memotong perkataan Zia.
Zia merutuki dirinya sendiri karena telah salah dalam berucap dan membuat Kenzo semakin marah padanya.
"Hoh ya ampun..." Keluh Kenzo marah.
Zia semakin ketakutan tatkala melihat Kenzo yang sudah begitu marah.
"Aku tidak tau hukuman apa yang sedang Tuhan berikan padaku, sampai membuatku bisa jatuh cinta dan menikah dengan wanita yang bahkan tidak peduli pada keluargaku sendiri." bentak Kenzo marah.
"Kau sungguh keterlaluan Zia, sampai hati kau tidak menganggap keluarga ku penting bagimu, padahal mereka begitu menyayangi dirimu." Tutur Kenzo semakin di buat kecewa.
"Tidak suamiku maafkan aku, maafkan aku" jawab Zia.
"Sudah cukup Zia, aku ingin sendiri, aku sedang tidak ingin bicara padamu, sebaliknya kau kembali pulang ke rumah utama." Pinta Kenzo.
"Tidak suamiku aku tidak mau, sebelum kau memaafkan aku" jawab Zia.
"Cukup Zia, jika kau terus memaksa maka kau hanya akan membuatku semakin marah padamu, jadi lebih baik kau pulang sekarang." Ucap Kenzo.
"Tidak aku mohon maafkan aku..." Pinta Zia.
"Pak syam..." Panggil Kenzo menggelegar di seluruh penjuru rumah sampai membuat Zia gemetar ketakutan.
Dengan sedikit berlari Pak Syam datang menghampiri Kenzo dan Zia.
"Iya Tuan" jawab pak syam.
"Antar Zia kembali kerumah utama sekarang" pinta pak Syam.
Zia menggelangkan kepalanya kuat "Suamiku aku tidak akan pergi tanpa maaf darimu" ucap Zia.
"Cukup Zia aku tidak ingin berdebat lagi" jawab Kenzo.
"Pak Syam antar Zia kembali ke rumah utama kalau perlu paksa dia pulang" pinta Kenzo.
Lalu Kenzo pun pergi meninggalkan Zia dan pak syam di rumah lama mereka dengan mengendarai mobilnya.
"Suamiku jangan pergi suamiku hiks... Hiks... " Panggil Zia tapi tak di dengar Kenzo sama sekali.
__ADS_1
Melihat bagaimana Kenzo pergi darinya untuk yang kedua kalinya membuat Zia semakin merasa bersalah dan sedih, sungguh Zia sangat bingung dan tidak tau harus bagaimana agar Kenzo mau memaafkan dirinya.