Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 67


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa saat akhirnya rapat pun di mulai, Daddy Darsi, Papa Marco dan Nik langsung memasuki ruang rapat, di sana sudah ada Pak Irham dan putranya Faiz mereka adalah pemilik dari perusahaan P Commpany, Nik sedikit kaget karena ternyata dia melihat Faiz yang juga ada di sana.


"Selamat datang Pak Irham" sapa Daddy Darsi.


"Ah.. Iya Terimakasih tuan Darsi, aku sangat beruntung bisa bertemu dengan anda secara langsung, dan perkenalkan putra sulung saya namanya Faiz." Jawab Pak Arifin.


"Hallo Tuan" sapa Faiz.


"Ah ya.. Kau memiliki putra yang sangat tampan pak Irham" puji Daddy Darsi.


"Terimakasih Tuan, tapi anda juga memiliki putri yang sangat cantik." Balas Faiz.


"Kau sudah mengenal putriku?" tanya Daddy Darsi.


"Iya tuan kami satu kampus" jawab Faiz.


"Wah.. ini suatu kebetulan itu artinya kita tidak perlu repot-repot memperkenalkan anak-anak kita pak Irham" ucap Daddy Darsi.


DEG..


"Memperkenalkan?" tanya Nik dalam hati.


"Anda benar tuan" jawab Pak Irham sambil tertawa dengan gaya khasnya.


"Tuan mari kita mulai rapat hari ini" ucap Nik.


"Hey kau juga di sini?" tanya Faiz pada Nik.


"Benar, saya adalah asisten Pribadi Tuan Kenzo." Jawab Nik datar.


"Kalian juga saling menengal?" tanya Daddy Darsi.


"Belum sejauh itu Tuan, Kami baru bertamu tadi pagi saat tuan ini mengantarkan Diandra ke kampus." Jawab Faiz.


"Mengentarkan Diandra ke kampus?" ucap Daddy Darsi mengulang kembali perkataan Faiz sambil menatap ke arah Nik dengan tatapan yang tidak bisa di artikan Nik.


"Em sebaiknya kita mulai saja rapat hari ini" ucap Nik mengalihkan pembicaraan.


"Silahkan duduk tuan-tuan" ucap Nik lagi.


Rapat pun di mulai dengan berbagai prestasi yang di bawakan P Commpany di sertai tanya jawab dari Daddy Darsi.


Rapat tersebut berlanjut dengan cukup lama hingga akhirnya di akhiri dengan kesepakatan kerja sama dari kedua belah pihak.

__ADS_1


"Semoga kerja sama ini bisa berjalan dengan lancar dan berkepanjangan" ucap Daddy Darsi.


"Tentu kami akan menjaga kerja sama kita dengan sebaik mungkin dan kami pastikan anda tidak akan kecewa" jawab Pak Irham.


"Semoga saja" ucap Daddy Darsi.


Setalah berjabat tangan Pak Irham dan Faiz pun undur diri pergi meninggalkan perusahaan Maliq Group, Kini hanya tinggal Daddy Darsi, Papa Marco dan Nik di ruang rapat tersebut.


Nik tengah merapihkan beberapa berkas di mejanya dan tanpa Nik sadari Daddy Darsi terus menatap Nik dengan seribu tanya.


"Kau dan Diandra sudah mulai dekat?" tanya Daddy Darsi spontan.


Nik menghentikan gerak tangannya dari merapihkan berkas dan membawa berkas-berkas itu di tangannya,


"............" Nik tidak menjawab dia sibuk dengan pemikirannya sendiri mencari jawaban atas pertanyaan Daddy Darsi.


"Dari diammu aku bisa simpulkan pendapatku sendiri, em.... Bagaimana pendapat mu mengenai putra tuan Irham? tanya Daddy Darsi pada Nik.


"Apa menurutmu dia cocok untuk Putriku Diandra?" tanya Daddy Darsi lagi.


DEG....


Nik tidak menjawab


"Sudahlah, aku akan pulang, ku serahkan semua urusan kantor padamu" ucap Daddy Darsi sambil berdiri dan melangkah pergi dari ruang rapat tersebut.


Papa Marco mengikuti langkah kaki Daddy Darsi dia berhenti sejenak di samping putranya dan menepuk-nepuk pelan bahu Nik seolah mengatakan "Tegarkan dan Kuatkan dirimu" begitu lah kira-kira arti dari tepukan papa Marco sebelum akhirnya papa Marco melanjutkan langkah kakinya.


Setalah Daddy Darsi dan papa Marco pergi Nik menjatuhkan dirinya di kursi menyadarkan kepalanya di sandaran kursi, memandangi langit-langit ruangan tersebut.


"Apa aku akan sanggup melihatnya bersanding dengan orang lain?" tanya Nik pada dirinya sendiri.


"Tidak aku tidak akan sanggup melihatnya di miliki orang lain" ucap Nik lagi.


♦️♦️♦️♦️


Sesampainya di rumah Zia langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur,


"Ya ampun kenapa tiba-tiba badanku terasa lemes banget ya? terus rasanya cape banget gituh padahalkan gak ngapa-ngapain, cuman duduk di dalam mobil" keluh Zia.


Kenzo masuk ke dalam kamar dengan membawa satu piring buah-buahan segar yang sudah di potong-potong di tangannya.


"Sayang bangun, sekarang kamu makan buah yang aku bawa ini" ucap Kenzo.

__ADS_1


"Suamiku tapi aku gak mau buah, aku mau makan yang pedas-pedas duh... Seger banget kayanya" ucap Zia.


"Tidak boleh, kau sedang hamil dan tidak boleh makan pedas, kasihan anak kita sayang, kalau kamu makan pedas." tolak Kenzo.


"Tapi...." Protes Zia namung dia urungkan untuk melanjutkan kalimatnya setelah melihat wajah tak ramah dari Kenzo.


"Buka mulutmu" ucap Kenzo.


"Aaa..." Ucap Kenzo lagi saat melihat Zia tak kunjung membuka mulutnya.


"Jangan cemberut sepeti itu, dengar anak kita masih sangat kecil dan kamu begitu egois ingin makan makanan pedas?" tanya Kenzo.


"Kamu boleh makan apapun selagi itu baik untuk kamu dan anak kita, dan selagi itu tidak pedas juga" jelas Kenzo.


"Benarkah?" Tanya Zia.


"Iya.. Besok aku akan mendatangkan koki baru yang di sarankan Ahli gizi untuk mengurus semua makananmu, aku mau semuanya sempurna untukmu dan anak kita sayang." Ujar kenzo.


"Apa harus seperti itu ya?" tanya Zia ragu-ragu.


"Tentu harus, tidak boleh ada yang kurang sedikitpun, semua harus terlihat sempurna hanya untuk calon penerus Maliq Grup." Ucap Kenzo.


"Bagaimana kalau bayi kita perempuan?" tanya Zia.


"Sayang bagiku laki-laki atau perempuan sama saja dan tidak ada bedanya karena mereka adalah anakku, anak kandungku, dan yang pasti mereka akan lahir darimu sayang." Jawab Kenzo.


Mendengar itu hati Zia terasa menghangat dan terasa beribu-ribu kali lipat bahagianya.


"Terimakasih" ucap Zia.


"Aku yang harus terimakasih, Karena kamu bersedia mengandung anakku, dan menjaganya dalam perutmu" tutur Kenzo.


Keduanya larut dalam kebahagiaan masing-masing, rasa tak sabar pun mendera di hati keduanya dalam menanti kelahiran anak pertama mereka.


🌺🌺🌺🌺


Hai teman-teman gimana kabarnya sehat?


Hari ini aku lanjut up lagi maafya nunggu lama, terimakasih pada kalian semua para pembaca setiaku karena tetap sabar menanti.


Selamat membaca


Love you All.. 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2