Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 93


__ADS_3

Pagi hari semua sudah berkumpul di ruang keluarga, Mommy Lucy dan oma Mariam nampak memberikan banyak sekali petuah bagi Kimmy dan Diandra, tak lupa mereka pun menitipkan rasa ridu untuk Daddy Darsi, Mommy Almira, Kenzo dan Zia.


"Ingat sampaikan salam rindu kami untuk untuk semua orang di sana" ucap Mommy lucy untuk yang ke sekian kalinya.


"Siap" jawab Kimmy dan Diandra bersamaan.


"Mohon maaf tapi kita harus berangkat sekarang?" ucap Nik.


"Baiklah ayo" jawab Kimmy dan Diandra.


Mereka pun pergi dengan satu mobil menuju ke bandara, sesampainya di bandara Nik dan Diandra melihat dua orang yang satu sama lain tidak disukai masing-masing.


Di sana napak ada Faiz dan Iren yang menunggu kedatangan Nik, Diandra dan Kimmy.


"Hey kau juga ada di sini?" tanya Kimmy pada Iren.


"Iya Nik bilang dia akan kembali jadi aku memutuskan untuk ikut pulang" jawab Iren.


"Oh" jawab Kimmy tak ramah.


"Mari kita masuk" ucap Nik dingin sambil melangkah terlebih dahulu menuju pesawat pribadi yang sudah disiapkan anak buah Nik.


Nik berhenti di dekat tangga masuk pesawat dan mempersilahkan semua orang masuk terlebih dahulu.


Diandra berada di urutan terakhir menaiki tangga setalah Kimmy, Iren dan Faiz yang terlebih dahulu masuk dan menaiki anak tangga pesawat.


Saat Diandra sedang menaiki tangga pesawat tiba-tiba tubuhnya sedikit terhuyung dan kehilangan keseimbangan sehingga membuat dia hampir terjatuh, beruntung Nik berada tepat di belakangnya dan langsung menangkap tubuh Diandra yang hampir terjatuh.


Kejadian itu sejenak membuat Nik dan Diandra beradu pandang, Nik perlahan membantu Diandra berdiri karena Nik sudah tidak bisa menahan beban tubuh Diandra yang tak ringan dengan satu kakinya.


"Kau baik-baik saja?" tanya Nik.


"Iya" jawab Diandra.


"Terimakasih" ucap Diandra lagi.


"Iya" jawab Nik sendu.


Diandra pun terburu-buru masuk kedalam pesawat, disusul Nik di belakangnya, Diandra langsung duduk di dekat Kimmy.

__ADS_1


"Nik duduklah di sampingku" pinta Iren membuat Diandra membeku.


"Tidak aku akan duduk di belakang" tolak Nik.


Iren pun mengalah tak berani memaksa, dan pesawat pun kini mulai mengudara membawa mereka kembali ke Indonesia.


Setelah menempuh perjalanan mengudara yang cukup jauh akhirnya pesawat yang ditumpangi Nik, Diandra, Kimmy, Faiz dan Iren sampai di Indonesia.


Mereka berlima kini satu persatu turun dari dalam pesawat dan berjalan menuju ke mobil yang telah bersiap menjemput mereka.


"Tuan" sapa Jo anak buah Nik sambil membukakan pintu mobil untuk Nik.


"Nik bisakah kau antar aku pulang?" pinta Iren.


"Maaf Iren tapi aku harus langsung kembali ke kantor jadi tidak bisa mengantarmu pulang, anak buahku akan mengantarkanmu pulang." Ucap Nik sambil langsung memasuki mobil.


Diandra yang melihat itu merasa kasihan pada Iren, yang untuk yang kesekian kalinya Nik menolak ajakan Iren tepat di hadapannya.


" Kak Iren kau bisa ikut bersama kami"ucap Diandra.


"Tidak Diandra, aku akan naik taksi" ucap Iren menahan rasa malu.


Setalah lama, Kimmy dan Diandra pun sampai di rumah utama Keluarga Maliq, mereka disambut gembira oleh Mommy Almira, Daddy Darsi, Kenzo, Zia dan Ziko.


"Mommy Diandra rindu" ucap Diandra.


"Mommy juga sayang" jawab mommy Almira.


"Mommy peluk aku juga" ucap Kimmy tak mau kalah.


"Ah iya putri mommy Kimmy sudah sangat besar dan cantik" puji Mommy Almira pada Kimmy.


"Sudah-sudah ayo kita masuk dan kalian bisa lanjutkan acara teletabis ini di dalam" ucap Daddy Darsi.


"Teletabis hahah ah iya teletabis kan memang suka berpelukan" ucap Kimmy sambil tertawa, dan semua orang pun ikut tertawa.


Pagi hari Nik sudah sampai tepat waktu di kantor dia kembali dengan aktifitas bisanya yang sebelumnya dia tinggalkan selama delapan hari pergi ke Kanada.


Di jam makan siang Nik pergi keluar untuk melakukan makan siang dengan Tania dan Dokter salim ayahnya, hal itu Nik lakukan setalah dia membuat temu janji dengan Dokter Salim dan Tania semalam.

__ADS_1


Tania begitu bahagia bukan main setalah tau kalau Nik mengajak dirinya dan ayahnya untuk makan siang bersama.


"Ayah apa aku sudah terlihat cantik" tanya Tania pada Dokter salim di dalam mobil.


"Sudah sayang putri ayah sangat cantik sekali, ayah semakin penasaran kenapa tiba-tiba Nik mengajak kita bertemu" ucap dokter Salim.


"Entahlah ayah aku juga tidak tahu, tapi aku berharap Nik akan melamarku hari ini" ucap Tania dengan begitu percaya diri.


"Hahah.... Kau ini" jawab Dokter Salim terkekeh, dokter Salim cukup tau kalau putrinya sangat mencintai Nik.


Dokter Salim dan Tania pun kini telah sampai di sebuah restoran Jepang, Nik sengaja memesan ruangan khusus untuk mereka.


"Nik" panggil Dokter Tania sahabat baik Nik dan juga putri Dokter keluarga Maliq yaitu Dokter Salim.


"Maaf kami terlambat" ucap Dokter Tania.


"Ah tidak, kalian datang tepat waktu" jawab Nik sambil tersenyum.


Deg...


"Kenapa perasaanku jadi tidak enak begini melihat Nik tersenyum seperti itu" ucap Dokter Salim dalam hati.


"Silahakan duduk" ucap Nik.


"Terimakasih" jawab Dokter Tania malu-malu.


"Boleh aku tau kenpa kau mengundang kami datang untuk makan siang?" tanya Dokter Salim mulai merasa gusar.


"Apa aku tidak boleh mengajak kalian makan siang bersama?" jawab Nik enteng.


"Tentu saja boleh Nik, kalau perlu setiap hari juga tidak masalah, ya kan ayah." Ucap Dokter Tania.


Dokter Salim hanya menjawab dengan senyuman.


"Silahkan Dinikmati makanannya, maaf aku memesan makanannya terlebih dahulu, tapi jika kalian tidak suka kalian bisa memesan kembali" ucap Nik.


"Tidak usah ini sudah sangat mewah dan banyak" jawab Tania.


"Kalau begitu silahkan dinikmati" ucap Nik.

__ADS_1


__ADS_2