Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 43


__ADS_3

Pagi ini Zia sudah berada di ruang rawat Inap Diandra, dengan sabar dan telaten Zia menyuapai Diandra memakan sarapannya


Ceklek..


Suara pintu kamar mandi yang terbuka, Kenzo keluar dari kamar mandi lengkap dengan kemeja marun dan celana panjang berwarna hitam dia melangkah sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk


"Berikan padaku" Ucap Zia yang sudah mencuci tangan sehabis menyuapai Diandra


Kenzo memberikan handuk di tangannya pada Zia dan duduk di Sofa sedangkan Zia berdiri di sampingnya sambil mengerikan rambut Kenzo


Diandra yang melihat adengan itu sedikit tersentuh tanpa sadar dia membayangkan dirinya sendiri yang sedang mengeringkan rambut Nik


"Apa yang aku pikirkan?" Ucap Diandra dalam hati sambil mengegelengkan kepalanya pelan setelah mendapatkan kesadarannya kembali


"Ingat tujuanmu Diandra kau akan melupakannya" Ucap Diandra lagi dalam hati


"Sudah" Ucap Zia sambil mengambil dasi dari tangan Kenzo dan memasangkannya pada Kenzo


"Hey hey Apa kalian akan terus bermesraan di depanku?" Protes Diandra


"Ini sudah kebiasaan jadi kakamu ini tidak bisa bersiap jika tidak dibantu kakak iparmu" Ucap Kenzo seenaknya


Mendengar itu wajah Zia langsung merona bagaikan bunga mawar merah yang baru mekar, Kenzo yang melihat itu hanya terkekeh kecil


"Selesai" Ucap Zia lalu memakaikan Jas hitam pada Kenzo


"Hem iya deh iya, Malang sekali nasibku yang harus berada di Zona berbahaya bagi para jomblo" Ucap Diandra sambil tertawa kecil

__ADS_1


"Issst.. Kau ini" Ucap Kenzo


"Assalamualaikum" Ucap Mommy Almira yang datang bersama Daddy Darsi dan juga Nik


"Waalaikum salam" Jawab semua


Melihat kedatangan Nik Diandra langsung memalingkan wajahnya supaya tidak berkontak mata dengan Nik, lalu tersenyum merekah pada Mommy dan Daddynya yang memeluk dan mencium dahi Diandra secara bergantian


"Princessnya daddy? Udah sarapan?" Tanya Daddy Darsi


"Udah di suapin sama kakak Ipar" Jawab Diandra sambil tersenyum


"Putri mommy cepat sembuh sayang" Ucap Mommy Almira dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Diandra


Diandra, mommy, dan Daddy sedang begitu asik dengan perbincangan mereka Zia langsung menarik lengan kenzo lembut dan berbisik


"Suamiku hari ini kita jenguk Ayah ya?" Pinta Zia berbisik lembut


"Iya" Jawab Zia antusias


"Satu lagi, jangan katakan apapun pada mommy dan daddy tentang mereka, ada di sini." Ucap Kenzo berisik


Mendengar itu membuat perasaan Zia jadi takaruan, karena bagi Zia seburuk apapun keluarganya mereka tetaplah keluarga, ada rasa tidak rela jika keluarganya tidak dianggap dan tidak dihargai oleh suaminya sendiri, namun Zia berusaha menutupi kekecewaannya pada Kenzo dengan seyuman sejuta Watt


"Hey hey di sini ada Mommy sama daddy kalian masih saja bermensraan" Ucap Diandra yang melihat Kenzo dan Zia berbicara sambil berbisik


"Hust.. Kamu tidak boleh bicara seperti itu pada kakak dan kakak iparmu, bukankan bagus jika mereka seperti itu, jadi kamu akan cepat mendapatkan keponakan kecil" Ucap Daddy Darsi yang sukses dapat pukulan di lengan kirinya dari Mommy Almira

__ADS_1


"Kalian ini jangan menggoda Ken dan Zia lihat wajah Zia sudah seperti udang rebus saja" Ucap Mommy Almira sambil tertawa pelan


"Kalian sama saja" Jawab Kenzo


"Mom, Dad aku berangkat ke kantor dulu ya" ucap Kenzo lagi sambil mencium tangan kedua orang tuanya


"Hati-hati sayang" Ucap Mommy Almira


"Iya mom" Jawab Kenzo


"Aku antar keluar dulu ya mom, dad" Ucap Zia gugup dan di angguki semuanya


Zia, Kenzo dan Nik melangkah keluar dari kamar inap Diandra "Di mana kamar inap mereka?" Tanya Kenzo


Zia hanya diam tak menjawab karena dia tidak tau kamar inap Ayahnya


"Di lantai tiga Tuan" Jawab Nik


"Belarti kita harus turun, Baiklah ayo jangan buang waktu" Ucap Kenzo sambil mengenggam tangan Zia lembut dan membawanya ke lantai tiga


Sesampainya di depan kamar inap Ayah Zia, tiba-tiba Zia mematung dengan tangan yang gemetar ada raut wajah kecemasan yang tidak bisa di sembunyikan


Kenzo yang merasakan tangan Zia yang gemetar dan melihat wajah Zia yang begitu cemas, langsung mengeratkan gengagamannya dan membelai wajah Zia lembut


"Tenanglah" Ucap Kenzo lembut sambil tersenyum, ini pertamakalinya Zia merasa tersentuh dengan perkataan lembut Kenzo,


Mungkin karena Kenzo terbiasa berbicara datar, cuek, ketus, dan dingin pada Zia jadi saat Kenzo berkata begitu lembut sambil tersenyum manis padanya membuat Zia begitu tersentuh, tenang, nyaman dan berasa di lindungi dengan benteng kokoh yang tidak akan pernah roboh

__ADS_1


"Terimakasih" Ucap Zia sambil tersenyum manis


"Hem Ayo" jawab Kenzo dan di angguki Zia tanpa memudarkan seyumnya


__ADS_2