Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 85


__ADS_3

"Nona muda mari saya antar anda kembali ke rumah utama" seru pak Syam untuk yang ke sekian kalinya.


Tapi Zia masih setia dengan kebungkamannya, dan hanya isak tangis Yang keluar dari dalam mulut Zia.


"Nona?" ucap Pak Syam putus asa.


"Nona anda ingin tahu bagaimana solusinya agar Tuan Kenzo tidak marah lagi?" tanya Pak syam.


"Em... Iya... Iya aku ingin tahu bagaimana caranya?" tanya Zia antusias.


"Nona sejak dulu tuan Kenzo adalah orang yang sangat pemarah, dan hanya satu orang yang bisa meredam amarah tuan Kenzo, yaitu Nona Muda Diandra." Jawab Pak Syam.


"Jadi solusi dari masalah anda dan Tuan Kenzo adalah Nona muda Diandra" tutur pak syam lagi.


"Di.. Di... Diandra?" tanya Zia terbata.


"Benar nona, Nona Diandra bagaikan malaikat pembawa kedamaian di keluarga Maliq, Nona Diandra juga satu-satunya anggota keluarga yang mampu meluluhkan amarah semua anggota keluarga, dan dia adalah orang yang bijaksana dalam menyelesaikan setiap masalah siapa pun, padahal usianya masih sangatlah muda." Tutur pak syam panjang lebar.


" Tapi bagaimana bisa?" tanya Zia.


" Itulah ke istimewaan Nona muda Diandra, dia mempunyai hati yang lembut dan penuh pengertian pada siapa pun, hal itu juga yang membuat Nona Muda Diandra begitu di sukai banyak orang, dan juga mudah begitu dekat dengan banyak orang." Jelas Pak syam lagi.


Mendengar penuturan Pak Syam membuat hati Zia semakin di penuhi rasa penyesalan, dia sungguh malu kalau harus meminta bantuan pada Diandra dalam masalahnya dengan Kenzo, mengingat pertengkaran dirinya dengan kenzo di mulai karena ke tidak mampuannya dalam memahami Diandra.


"Nona saya mohon mari kita kembali ke rumah utama sekarang juga, jika tidak, nanti tuan Kenzo bisa marah besar pada saya, dan jujur saja saya tidak mau di marahi oleh tuan Kenzo, jadi mari Nyonya demi kebaikan bersama kita kembali ke rumah utama sekarang juga." Pinta pak syam.


Mendengar apa yang ucap kan Pak Syam membuat Zia tersadar bahawa dirinya tanpa sengaja malah menambah masalah bagi banyak orang.


" Baiklah mari kita pergi" ucap Zia pasrah.


"Mari Nona" jawab Pak Syam.

__ADS_1


Dengan diantar pak syam Zia kembali ke rumah utama, selama dalam perjalanan hati dan pikiran Zia tidak searah membuat Zia hanya duduk tak bersua.


"Nona sudah sampai" ucap pak syam.


"Nona?" panggil pak syam lagi dengan nada tinggi menyadarkan Zia dari lamunannya.


"Ah... Iya" jawab Zia.


"Sudah sampai" jawab pak syam.


"Em... Terima kasih pak syam" ucap Zia lalu turun dari dalam mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah.


"Apa pun masalah anda dengan tuan Kenzo, saya harap semoga bisa cepat terselesaikan Nona Zia, saya beroda untuk anda, Aamiin." Ucap pak syam lalu pergi membawa laju mobilnya kembali ke rumah lama tuan Kenzo dan Zia.


Zia melangkahkan kakinya memasuki rumah utama hati dan pikirannya begitu lelah karena pertengkaran dirinya dengan Kenzo.


" Zia ada apa? kenapa kau menangis?" tanya mommy Almira, yang tak sengaja berpapasan dengan Zia.


"Zia jawab mommy sayang, kau kenapa?" tanya mommy Almira lagi.


"Apa Kenzo menyakiti mu?" tanya mommy Almira menebak.


Zia menggelengkan wajahnya sambil terisak, melihat itu mommy Almira langsung memeluk Zia dan mencoba menenangkan Zia yang terus menangis.


"Kemari ayo kita duduk dan kita bicara" pinta mommy Almira sambil membawa Zia ke sopa.


Zia menurut karena jujur saja Zia sungguh lelah dengan pertengkarannya dengan Kenzo, sehingga membuat Zia hanya bisa pasrah dengan apa pun yang akan terjadi.


"Mbak ambilkan minum untuk nona Zia ya" perintah mommy Almira pada salah satu pelayan rumah.


"Baik nyonya" jawabnya.

__ADS_1


Setalah lama minuman untuk Zia pun datang, dengan cepat mommy Almira memberikannya pada Zia.


"Sayang minumlah dulu agar kau bisa lebih tenang" pinta Mommy Almira dan Zia pun menurut.


Setalah beberapa saat akhirnya Mommy Almira pun mulai bertanya pada Zia.


"Sayang jelaskan pada mommy ada apa? Apa kau bertengkar dengan Kenzo?" tanya mommy Almira.


Zia tidak menjawab dia hanya membisu saja membuat mommy Almira kebingungan.


"Sayang?" panggil mommy Almira lagi.


"Mommy aku gak papa kok, aku dan suamiku tadi hanya sedikit bertengkar karena salah faham saja, tapi sekarang sudah tidak apa-apa, jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan." Jawab Zia berbohong.


"Benarkah?" tanya Mommy Almira.


"Lantas dimana Kenzo sekarang?, dan kenapa kamu pulang sendiri?" tanya mommy Almira.


"Suamiku bilang tadi tiba-tiba ada pekerjaan mendadak, jadi dia harus menyesuaikan pekerjaannya dulu mom" jawab Zia berbohong lagi.


"Aku tadi pulang di antar pak syam atas permintaan suamiku" jawab Zia lagi.


"Sungguh? semua sudah baik-baik saja?" tanya mommy Almira lagi.


"Iya mom, mommy tidak perlu khawatir." Jawab Zia sambil tersenyum.


"Mom aku begitu lemah, sekarang bolehkah aku pergi ke kamar?" tanya Zia.


"Em baiklah sayang, masuk dan beristirahat lah" jawab mommy Almira.


Setalah mendapatkan Izin Zia langsung pergi memasuki kamarnya, Mommy Almira hanya memandangi punggung Zia yang menjauh pergi.

__ADS_1


"Semoga masalah mereka bisa cepat selesai, Aamiin." Ucap Mommy Almira.


__ADS_2