Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 87


__ADS_3

Tink... (satu pesan masuk)


Diandra melihat ada satu pesan yang masuk di ponselnya, di lihatnya itu pesan dari Nik.


"Aku menunggumu di Parc du Bastion de la Reine, malam ini jam 20.00" - Nik.



Tink.... (Satu pesan kembali masuk)


"Sopir akan mengantarmu ke sana" - Nik


Setelah membaca pesan dari Nik perasaan Diandra dilanda campur aduk, antara senang dan ragu.


"Ya ampun apa sebenarnya yang ingin di katakan kak Nik padaku, oh ini membuatku gila" Keluh Diandra.


"Okh Diandra jangan senang dulu, ini pasti hanya sekedar pertemuan biasa saja, tidak akan berarti apa-apa bagi kak Nik, jadi jangan berharap tinggi pada kak Nik, kamu mengerti Diandra." Ucap Diandra pada dirinya sendiri.


"Ingat Diandra tutup rapat-rapat hatimu untuk kak Nik, dan jangan teruskan rasa cintamu untuknya, semua ini demi hatimu agar tidak kecewa ataupun terluka lagi." Ucap Diandra untuk yang ke sekian kalinya.


Jika Diandra memilih untuk menutup hatinya tapi lain halnya dengan Nik, dia dengan sepenuh hati mempersiapkan sebuh lamaran kecil untuk Diandra.


Setalah menghubungi Diandra Nik langsung membawa laju mobilnya ke arah sebuh toko perhiasan yang cukup besar di Kanada, tak tanggung-tanggung Nik memilih cincin berlian yang sangat mahal untuk Diandra.


Selesai membeli cincin Nik langsung menuju ke medi Parc du Bastion de la Reine, untuk menyewa sebuh Villa kecil tepat di atas bukit yang indah, tak lupa Nik menyewa seseorang orang untuk mengdekor Villa tersebut.


Sesampainya di Villa Nik mengunci dirinya di dalam mobil, dia tak melepaskan pandangannya dan pemikirannya dari ponselnya, tangannya begitu aktif melihat semua video-video tentang tatacara melamar seorang gadis, sungguh hati dan pikiran Nik benar-benar tidak sejalan dengan baik, dia begitu frustasi dengan acara lamaran yang dia buat secara mendadak.


Tok tok tok...


"Tuan Permisi, semua dekorasinya sudah selesai, silahkan anda lihat terlebih dahulu." Ucap salah satu orang suruhan Nik.


Mendengar itu Nik pun memutuskan untuk melihat villa yang dia sewa dan dia hias untuk acara lamarannya dengan Diandra.

__ADS_1


Nik keluar dari dalam mobilnya dan melihat Villa itu begitu sangat indah setelah di hias.


"Bagaimana tuan?, apa sudah sesuai dengan yang anda inginkan atau ada ingin menambah atau mengurangi dekorasinya?"


"Tidak, ini sudah sangat bagus, aku akan transfer sisa pembayarannya, kau dan timmu boleh pergi." Ucap Nik.


"Baiklah Tuan, semoga acaranya berjalan dengan lancar, kami Permisi"


"Hem..." Jawab Nik.


Setelah semua orang pergi Nik kembali dilanda kecemasan yang sangat luar biasa.


"Baiklah Nik, tenangkan dirimu, ini lah saatnya kau harus menjadikan Diandra milikmu selamanya, ini tidak boleh sampai gagal." Ucap Nik pada dirinya sendiri.


"Baiklah, latihan, latihan dulu Nik. Hem ekhem..." Ucap Nik membeo.


Perlahan Nik menurunkan ke dua kakinya di lantai "Diandra Will you marry me?" ucap Nik.


Beberapa detik kemudian...


"Diandra selama ini aku sangat mencintaimu dan baru kali ini aku memiliki keberanian untuk melamarmu, jadi maukah kau menikah denganku?"


Beberapa detik kemudian...


"Tidak ini juga salah, terlalu panjang"


"Diandra mari kita menikah dan hiduplah denganku"


Beberapa detik kemudian...


"Oh Tuhan, ternyata melamar seorang gadis lebih sulit dari pada memenangkan tender bisnis." Keluh Nik sambil menjambak rambutnya sendiri.


"Hah... Bisa mati berdiri aku kalau seperti ini" Keluh Nik lagi.

__ADS_1


Di kediaman Hans Maliq, Diandra sedang mempersiapkan diri dan hatinya untuk bertemu dengan Nik, Diandra terpaksa mengenakan baju yang dipilihkan Kimmy untuknya karena di sini dialah yang paling bersemangat dalam acara pertemuan Nik dan Diandra.


"Kak, apa aku sungguh harus menggunakan riasan tebal, aku rasa tidak." Protes Diandra, pada Kimmy yang sedang merias wajah Diandra dengan make up.


"Istt.. Kau ini Diandra.... diamlah ini tuh kencan pertamamu, jadi kau harus terlihat sangat cantik." Jawab Kimmy.


"Perfect, Diandra kau sangat cantik" puji Kimmy.


"Kak apa ini tidak berlebihan?, aku sedikit malu" ucap Diandra.


"Ya ampun sayang, lihatlah kamu sangat cantik sekali, aku yakin Nik pasti akan terpesona melihatmu" jawab Kimmy.


"Tapi kak Kimmy bagaimana kalau ternyata kak Nik hanya mengajakku untuk jalan-jalan biasa saja, bukankah riasan seperti ini sangat berlebihan, aku tidak mau di buat malu karenanya." Seru Diandra panjang lebar.


"Itu tidak masalah, lagi pula riasanmu ini sangat cocok walaupun hanya di gunakan untuk jalan-jalan biasa" jawab Kimmy tidak mau kalah.


"Sudahlah, jangan banyak protes" ucap Kimmy lagi.


"Ayo sekarang kita keluar, kasihan sopir yang di pesan Nik menunggumu sejak tadi, ayo... " Ajak Kimmy sambil sedikit menyeret Diandra keluar dari kamar.


"Kak apa sebaiknya aku tidak usah datang saja ya?" ucap Diandra meragu.


"Jangan bodoh Diandra, ini kesempatan langka, Nik mengajakmu berkencan, jadi gunakan sebaik mungkin." Jawab Kimmy, sambil Mendorong tubuh Diandra keluar dari rumah.


"Aku belum pamitan pada oma dan yang lainnya" ucap Diandra berniat kembali masuk ke dalam rumah.


"Tidak usah Diandra, nanti biar aku yang memberi tahu mereka, sekarang kamu masuk kedalam mobil, cepat lah Diandra hari semakin malam." Jawab Kimmy sambil memaksa Diandra masuk ke dalam mobil.


"Tapi kak..." ucap Diandra lagi.


"Gak ada tapi-tapian, pak langsung berangkat." Ucap Kimmy dan di laksanakan oleh sopir yang menjemput Diandra.


Diandra menyerah akhirnya dengan setengah hatinya yang ragu-ragu, dia pergi dengan mobil yang membawanya pada Nik.

__ADS_1


__ADS_2