
Nik merapihkan laptopnya dan melangkah pergi ke ruang keluarga untuk menemui Kenzo, di sana sudah ada Daddy Darsi, Mommy Almira, Diandra dan Ziko, yang sedang berkumpul.
"Tuan" sapa Nik.
"Kita pergi sekarang" ucap Kenzo.
"Baik tuan" jawab Nik.
"Mom, Dad Ken titip Zia, dia sedang tidur, ken tidak tidak membangunkannya jadi dia tidak tahu kalau ken akan pergi." Pinta Kenzo.
"Pergilah nak dan berhati-hatilah, jangan cemaskan Zia, tanpa dipintapun mommy akan menjaganya." Jawab Mommy Almira.
"Setelah selesai cepatlah pulang jika kau tidak mau kena marah istrimu" ledek Daddy Darsi.
"Tentu Dad, aku akan cepat pulang jika semua nya sudah selesai" jawab Kenzo sambil menyalami Daddy dan mommy.
"Ayo..." Ajak Kenzo pada Nik.
"Mari tuan" jawab Nik sambil sedikit mencuri pandang pada Diandra yang juga diam-diam sedang memperhatikan dirinya.
Melihat Nik menatapnya Diandra langsung membuang wajahnya dari Nik, bukannya marah Nik malah terkekeh kecil akan apa yang dilakukan Diandra padanya.
Tanpa mereka sadari Daddy Darsi dengan setia menyaksikan Drama permainan mata antara Nik dan Diandra, Daddy Darsi hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Nik dan Kenzo pun pergi menuju puncak ya tempat tujuan mereka adalah puncak, pembangunan cabang hotel baru keluarga Maliq kini ada di atas sekitar pegunungan.
Sebelumnya Hotel keluarga Maliq sudah berdiri kokoh di sana, akan tetapi mengingat banyaknya peminat pengunjung yang mengharuskan Kenzo untuk menambah bangunan kamar hotel di sana.
Mereka pergi berenam dengan satu sopir dan tiga bodyguard yang Nik bawa, perjalanan mereka terbilang lancar hingga dengan cepat Nik dan Kenzo bisa sampai di tempat tujuan.
Sesampainya di sana Kenzo sungguh berkerja ekstra cepat karena dia ingin cepat pulang dan bertemu dengan Zia.
Tapi sepertinya kepulangan Kenzo harus terhambat karena cuaca yang tiba-tiba hujan dengan derasnya, akibat hujan yang cukup deras mengakibatkan longsor di salah satu rute jalan pulang, dan dengan terpaksa Kenzo dan Nik harus berteduh terlebih dahulu di hotel mereka.
Sesampainya di kamar hotel Kenzo langsung mengambil ponselnya dia langsung menghubungi Zia istrinya yang dia rindukan.
__ADS_1
(Panggilan terhubung)..
"Kenzo : Hallo Sayang... Kau sudah makan?" (gugup).
"Zia : Maaf siapa ya..." (pura-pura tidak kenal).
"Kenzo : hufff Maaf... Aku pergi tanpa berpamitan padamu, tadinya aku akan cepat pulang tapi, tiba-tiba turun hujan dan terjadi longsor di jalan, jadi sepertinya aku akan terlambat pulang." (Mencoba menjelaskan).
"Zia :........" (Tidak menjawab).
"Kenzo : Aku minta maaf" (bujuk Kenzo).
"Zia :........" (Belum menjawab karena masih kesal).
"Kenzo : Huffff... Baiklah, jangan lupa makan, tidak usah menungguku tidurlah terlebih dahulu."
"Zia : ........." (Masih diam).
"Kenzo : I Love you"
"Kenzo : Baiklah aku tutup tlpnnya, sampai nanti.. Assalamualaikum" ucap Kenzo.
Bukan jawaban yang Kenzo dapat tapi malah isak tangis dari Zia yang terdengar di indra pendengarannya.
"Zia : Hiks..... Hiks..." (Menangis)
Mendengar itu Kenzo jadi merasa semakin bersalah pada Zia dia memutuskan sambungan telepon dan menggantinya dengan Video Call.
"Hey... Sayang kenapa kau menangis?" tanya Kenzo setalah sambungan Video call terhubung.
"Suami jahat... Hiks... Hiks.." Jawab Zia.
"Maaf sayang, jangan menangis lagi ya.. Kamu harus jadi ibu yang kuat untuk anak kita supaya dia terlahir menjadi anak yang hebat pemberani dan tidak mudah mengis sepertimu ini." Ucap Kenzo sungguh Kenzo tidak pandai dalam merayu hati wanita, sehingga tanpa sadar dia telah menyinggung sisi emosional Zia.
"Kau ingin mengatakan kalau aku cengeng?" tanya Zia dengan nada mulai sedikit marah.
__ADS_1
"Tidak sayang, ah.. Sudahlah katakan padaku apa yang kau lakukan hari ini tanpa aku?" tanya Kenzo.
"Aku.. Dari tadi menunggumu pulang" jawab Zia.
"Doakan semoga hujannya bisa cepat reda, supaya aku bisa cepat pulang" pinta Kenzo.
"Itu pasti" jawab Zia.
"Ingin ku bawakan apa saat pulang?" tanya Kenzo.
"Tidak aku tidak mau apapun hanya ingin kau memelukku.." Ucap Zia sambil tersenyum malu.
"Itu pasti sayang, sabar ya." Pinta Kenzo.
Mereka berdua larut dalam perbincangan, hingga lupa waktu dan sebuah ketukan pintu mengharuskan Kenzo mengakhiri sambungan Video call mereka.
Tok.. Tok.. Tok.. (Suara ketukan pintu)
"Sayang ada yang datang, maaf sepertinya aku harus mengakhiri pembicaraan kita, aku janji nanti akan menlpnmu lagi ya" ucap Kenzo berberat hati.
"Iya tidak apa-apa, kami akan menunggumu." Jawab Zia sambil mengusap-usap perut buncitnya.
"Baiklah Papa sayang kalian berdua, Assalamualaikum" ucap Kenzo.
"Kita juga sayang papa, Waalaikum salam Papa" jawab Zia.
(Panggilanpun berakhir.)
Setalah panggilan tlpn berakhir Kenzo langsung membuka pintu, ternyata itu adalah Nik.
"Tuan maaf mengganggu, makannya sudah siap, apa perlu di bawa kemari?" tanya Nik.
"Tidak perlu kita makan di bawah saja" jawab Kenzo.
Kenzo dan Nik pun pergi untuk makan ... Entah itu di sebut makan apa namanya yang jelas bukan makan siang atau makan malam yang pasti itu makan sore karena waktu sudah menunjukkan pukul 15.00.
__ADS_1