
Nik membukan pintu depan mobilnya untuk Diandra, dan hal itu membuat Diandra bingung.
Tanpa mengatakan apapun Diandra langsung membuka pintu belakang mobil Nik, Nik yang melihat hal itu langsung saja menutup pintu mobil belakang yang di buka Diandra.
"Nona saya bukan sopir pribadi anda jadi duduklah di depan" pinta Nik.
"Tidak, aku mau duduk di belakang." Tolak Diandra.
"Tidak bisa nona saya sudah katakan kalau saya bukan sopir pribadi anda" ucap Nik.
"Kalau begitu pergilah, saya akan minta sopir untuk mengantar saya jadi anda tidak usah bersusah payah berdebat dengan saya." Ucap Diandra ketus.
"Anda tidak dengar tadi tuan kenzo menitipkan anda pada saya" ucap Nik.
"Kalau begitu lupakan apa yang tadi kakakku katakan" jawab Diandra.
"Mana boleh seperti itu nona, baiklah anda masuk dan duduk di depan atau saya.... Dengan terpaksa mengulangi kejadian tadi malam." Ancam Nik.
"Kau..." Ucap Diandra kesal.
"Pilihannya ada di tangan anda" ucap Nik sambil tersenyum simpul.
"Awas..." Ucap Diandra sambil membuka kembali pintu bagian depan mobil.
Melihat itu Nik senang bukan main setalah memastikan Diandra masuk kedalam mobilnya, barulah Nik masuk ke dalam mobilnya dan membawa laju mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kampus Diandra.
Tidak ada pembicaraan di antara mereka mereka sibuk dengan pemikiran masing-masing, hingga ponsel Diandra bergetar pertanda ada satu panggilan masuk.
Drettt... Drett ....
__ADS_1
Faiz, nama yang tertera di ponsel Diandra, Diandra pun mengangkat panggilan tersebut.
"Hallo Kak Faiz" ucap Diandra.
DEG...
Nik tiba-tiba merasa hatinya seperti tersetrum ribuan Volt listrik saat mendengar nama Faiz disebut oleh Diandra.
"Iya Kakak Faiz hari ini aku akan masuk kampus kembali" jawab Diandra.
".............."
"Tidak jangan datang ke rumah ku, aku sudah dalam perjalanan ke kampus saat ini, jadi kak Faiz tunggu aku saja ya di parkiran kampus." Ucap Diandra lagi.
Mendengar itu Nik semangkin mencengkram kemudinya erat tanpa menambah kecepatan laju mobilnya.
Hati Nik benar-benar begemuruh dan bahkan semakin terasa panas dengan gejolak rasa cemburu yang menghujam langsung ke inti sanubari Nik.
Nik tiba-tiba menginjak rem mobilnya hingga membuat Diandra kaget dan menjatuhkan ponselnya ke bawah.
"Astagfirulloh, ya ampun kak Nik ada apa ini, kenapa berhenti mendadak seperti ini?" tanya Diandra marah.
Nik tidak menjawab dia hanya memegangi kepalanya yang kembali harus merasakan pusing yang amat sangat.
"Sial, kenapa harus kumat sekarang sih" gerutu Nik dalam hati.
Awalnya Diandra sangat marah tapi saat melihat Nik yang mulai mengeluarkan keringat dari dahi dan seluruh wajahnya hal itu langsung membuat Diandra hawatir.
"Kak Nik kau tidak apa-apa?" tanya Diandra dengan nada lembut.
__ADS_1
Tapi Nik masih belum menjawab hingga mengharuskan Diandra mengulang kembali perkataannya.
"Kak Nik kenapa, kak nik?" tanya Diandra semakin hawatir.
"Aku tidak apa-apa" jawab Nik dengan suara datar.
Lalu Nik pun kembali menjalankan mobilnya tanpa mengatakan apapun dia membawa laju mobilnya dengan sedikit cepat hingga tak terasa mereka sudah sampai di kampus Diandra.
"Sudah Sampai nona" ucap Nik tanpa menoleh pada Diandra.
Diandra masih memperhatikan wajah Nik dari samping yang cukup terlihat pucat, rasanya ingin sekali Diandra bertanya lebih jauh pada Nik, tapi melihat Nik yang kembali bersikap dingin padanya membuat Diandra mengurungkan niatnya untuk bertanya.
"Terimakasih sudah mengantar" ucap Diandra, tapi Nik hanya menjawabnya dengan anggukkan kepala tanpa menoleh sedikit pun pada Diandra.
Diandra pun keluar dari dalan mobil Nik dengan sejuta pertanyaan yang berkeliaran di atas kepalanya.
"Nona... " Seru Nik memanggil Diandra.
"Eh... Iya" jawab Diandra.
"Ponsel anda tertinggal" ucap Nik.
"Em.. Terimakasih" jawab Diandra kaku.
"Saya permisi" ucap Nik.
"Kak Nik tunggu, em.. Kak Nik kan belum sarapan, gimana kalau kita sarapan di kantin kampus?" pinta Diandra saat melihat raut wajah Nik yang semakin memucat.
"Tidak terimakasih nona, saya harus kembali ke kantor karena masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan, Semoga hari anda menyenangkan." tolak Nik.
__ADS_1
"Tapi....." Ucapan Diandra terpotong karena tiba-tiba ada seorang pemuda menghampiri Diandra dan Nik.
"Diandra kau di sini rupanya aku menunggumu sejak tadi" ucap seorang pemuda yang cukup tampan yang tak lain adalah Faiz.