Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 77


__ADS_3

"Baiklah tapi duduklah yang manis di sampingku" pinta Nik.


"Tidak mau" jawab Diandra masih dengan mode galaknya.


"Kalau begitu kita akan tetap seperti ini" ucap Nik.


Mendengar itu Diandra langsung menatap tajam pada Nik, "Baiklah, sekarang lepaskan aku" ucap Diandra galak.


"Hem" jawab Nik.


Diandra beralih tempat duduk menjadi duduk di samping Nik, Diandra tak berhenti terus menerus menggerutu di samping Nik tapi tak di dengar oleh Nik, dia malah fokus dengan pekerjaannya.


Lelah menggerutu Diandra memilih untuk tidur dengan memeluk lengan kursi yang dia duduki dan menjadikannya sandaran untuknya tidur, ya setelah menguras emosi hingga menangis membuat Diandra lelah dan cepat tertidur.


Setelah lama akhirnya Nik berhasil menyelesaikan pekerjaannya, dilihatnya wajah cantik Diandra yang terlelap dalam tidurnya.


"Maaf selalu membuatmu menangis, harusnya saat ini kau sudah melupakanku, dan mendapatkan penggantiku, setelah sekian lama aku mengabaikan cintamu harusnya kau menyerah Diandra." Ucap Nik sendu.


"Tapi kenapa kau buat aku semakin terjerat ke dalam cintamu, dan sulit melepasmu, melihatmu dekat dengan orang lain membuatku hancur Diandra, jika terus seperti ini aku tidak akan sanggup melihatmu bahagia dengan orang lain, dan aku tidak akan bisa pergi dengan tenang karenamu."


"Andai dulu kau menyerah saja setelah aku menolak cintamu dan mencari cinta yang lain mungkin aku akan lapang hati melihatmu bersama Orang lain dan aku tidak akan terlalu tenggelam dalam cintamu seperti saat ini."


"Tapi sekarang aku tidak ingin kehilanganmu lagi Diandra, aku akan berusaha untuk sembuh, tunggu aku Diandra hanya sedikit lagi, aku mohon jangan hancurkan aku dengan cintamu. Karena aku bisa bertahan sejauh ini karena dirimu, jadi tunggu aku sayang sedikit lagi aku mohon." ucap Nik lagi lirih sambil mencium kening Diandra.


💕💕💕💕


Di Pusat perbelanjaan Kenzo masih setia menemani Zia memilih semua perlengkapan bayi mereka.


"Sayang ini lucukan, em... Dia pasti akan sangat manis menggunakan ini" tanya Zia pada Kenzo sambil menunjukkan jaket berung pada kenzo.


"Iya bagus" hanya itu jawaban Kenzo sejak tadi, karena jika dia bilang tidak maka Zia akan marah besar padanya. (hemm kenzo yang malang jadi susisniih🤣🤣🤣)


Beda lagi dengan daddy dan mommy, mereka memilih sendiri perlengkapan bayinya, sesuai dengan apa yang mereka inginkan, tanpa bertanya pada Zia dan Kenzo,


"Sayang rasanya kita seperti akan punya bayi lagi haha... Kamu bahkan tidak bertanya pada Ken dan Zia" ucap Daddy Darsi.


"Tidak masalah ini untuk cucu pertamaku anggap saja hadiah dari omanya jadi bagus atau tidak menurut mereka, mereka tidak punya pilihan selain menerima hadiah ini." Jawab mommy Almira.


"Setiap pilihanmu selalu yang terbaik, dan tidak akan ada yang berani menolak pemberian istriku" puji Daddy Darsi.


"Tapi di mana Ziko?" tanya mommy Almira.


"Tenang saja dia aman, lihat kesana" jawab Daddy Darsi sambil mengarahkan telunjuknya ke arah tempat penjualan boneka.


"Ayo kita kesana" ajak Mommy Almira.


"Iya.." Jawab daddy Darsi.

__ADS_1


"Ziko?" panggil mommy Almira.


"Mommy ini bagus tidak untuk adik bayi dia akan sukakan?" tanya Ziko.


"Bagus sayang, pilihan kamu memang yang terbaik" jawab Mommy Almira.


"Mommy aku boleh ambil satu lagi di sana, tapi itu untukku" tanya Ziko.


"Tentu sayang ambillah yang manapun kamu suka" jawab Mommy Almira.


"Mbak tolong jagain anak saya ya" pinta mommy Almira pada pelayan toko.


"Baik Nyonya" jawabnya.


"Sayang dulu kau suka sekali boneka" ucap Daddy Darsi sambil memberikan satu boneka berbentuk cinta pada Mommy Almira.


"Hey... Kita sudah tua, sudah punya dua orang anak dan sebentar lagi akan punya cucu, apa kau tidak malu pada cucumu nanti" ejek mommy Almira.


"Apa salahnya sayang toh kita masih terlihat muda walaupun usia kita tidak lagi muda" goda daddy Darsi.


"Berhenti menggodaku tidak enak di lihat banyak orang" jawab mommy Almira dengan mode galak.


Daddy Darsi hanya terkekeh geli menjawabnya.


"Hey kau... Ah.. Zikokan?" tanya seseorang yang tiba-tiba menyapa Ziko.


"Wah... Ternyata kau sudah berubah ya, lihat sekarang kau tidak bicara gagap lagi seperti dulu, tapi masih kekanak-kanakan haha" ledek orang tersebut.


Ziko menatap tajam padanya, dilihatnya seorang laki-laki dengan jaket hitam dan celana jins, Ziko mencoba mengingat siapa laki-laki dihadapannya itu.


"Ooh Kamu si pengacau yang suka memalakku kalau aku pulang dari pasar yakan?" jawab Ziko dengan nada anak kecilnya.


"Kamu ingat sukurlah" jawab laki-laki tersebut.


Dari kejauhan Daddy Darsi melihat Ziko di hampiri pria siang dan memperhatikan mereka dengan tajam.


"Kalau begitu tak perlu basa basi lagikan sini... Lakuan tugasmu" ucap laki-laki itu sambil menadahkan tangannya pada Ziko.


"Kau mau memalakku lagi seperti dulu?" tanya Ziko polos.


"Ya iyalah memangnya apalagi hah?" jawabnya.


"Kenapa kau tidak bekerja saja" jawab Ziko dengan kepolosannya.


"Kau...sudah mulai berani ya setelah lama tak bertemu" ucap laki-laki asing itu.


"Oh kau akan memukulku lagi seperti dulu ya" jawab Ziko enteng.

__ADS_1


"Wah kau tidak takut ya...?" ucapnya.


"Tidak... Kata Diandra selagi kita tidak salah kita tidak boleh takut" lagi-lagi Ziko menjawabnya dengan enteng membuat laki-laki asing itu geram di buatnya.


"Kurang ajar kau... Sini ikut aku." Ucapnya menarik kasar tangan Ziko.


"Tidak mau..... Daddy?" ucap Ziko saat melihat Daddy Darsi menahan tangan Ziko dan melepaskannya dari laki-laki asing itu.


"Daddy dia bilang dia minta uang" ucap Ziko dengan polosnya.


"Dia akan memukul kalau tidak di kasih uang" ucap Ziko lagi.


Melihat itu pemuda tadi langsung gemetaran di buatnya apalagi saat melihat tatapan tajam dari Daddy Darsi.


"Jangan mengganggu putraku lagi atau kau akan mendapatkan hal yang tidak akan pernah kau bayangkan sebelumnya" ucap Daddy Darsi dengan nada pelan tapi penuh penekanan.


"Putramu haha..., yang aku tau di itu adalah anak yang tidak di inginkan oleh keluarganya buktinya dulu dia sering disiksa habis-habisan oleh ibu tirinya, dan lagi ayahnya bukalah anda tuan." Jawab pemuda itu yang tidak tahu siapa sebenarnya Daddy Darsi.


"Berani sekali kau anak muda, dia adalah putraku, sekali lagi aku mendengar kau berkata buruk tentang putraku akan ku buat kau menyesal seumur hidupmu." Acam Daddy Darsi


"Haha.. Memang siapa kau, ayahku lebih kaya darimu" jawabnya.


"Kau akan gemetar ketakutan jika tahu siapa aku anak muda" ucap Daddy Darsi sambil memeluk Ziko.


"Dan dengar baik-baik, Ziko adalah putra dari Darsi Malik, yang berani menganggunya akan berurusan dengan Tuan Darsi Malik, mengerti?" Ucap Daddy Darsi dengan suara yang lantang dan tegas.


Laki-laki tadi langsung terduduk lemas di lantai saat dia tahu siapa Daddy Darsi dia sampai membisu dibuatnya.


"Panggil keamanan dan urus dia" perintah Daddy Darsi pada salah satu bodyguardnya.


"Baik tuan" jawab bodyguard.


Daddy Darsi membawa Ziko kearah Mommy Almira, Kenzo dan Zia berdiri, setalah begitu dekat Zia berhambur memeluk Daddy Darsi sambil menangis.


"Daddy Terimakasih" ucap Zia.


Baik Kenzo ataupun Mommy Almira hanya tersenyum melihatnya.


"Aku dan Ziko tidak pernah di akui anak oleh siapapun, tapi kali ini Daddy mengakui Ziko di depan semua orang membuatku serasa beruntung dan bahagia, terimakasih." Ucap Zia.


"Hey Zia lihat Daddy setelah kau menikah dengan Kenzo, Zia dan Ziko adalah putra putri Daddy dan mommy apa selama ini kau tidak menganggap kami orang tuamu?" tanya daddy Darsi.


"Mana ada yang seperti itu kalian adalah orang tua yang luar biasa aku beruntung bisa memiliki keluarga seperti kalian" jawab Zia.


"Ya sudah kita selesaikan belanja kali ini dan selatan itu kita cari makan Mommy sudah lapar ayo..." Ajak mommy Almira.


"Iya ayo" jawab Ziko penuh semangat dia bertingakah seolah tidak terjadi apapun.

__ADS_1


Dan semua tertawa bersama dia buatnya.


__ADS_2