
DEG....
Semua sangat terkejut mendengar keadaan Zia, terutama Oma dia hampir saja kembali terkena serangan jantung tapi beruntung hal itu tidak terjadi kareng keluarga berhasil menenangkan oma mariam
"Tuan ini informasi yang anda pinta" ucap Nik
Kenzo mengambilnya dan membuka isi map coklat di tangannya
"Jadi namanya Zia Hussain" tanya Kenzo
"Benar Tuan" jawab Nik
"Tapi kenapa Ayahnya bernama Agung Wirawan?" Tanya kenzo lagi sambil menangetuk-ngetuk jari tangnnya di atas meja kerjanya
"Itu Karena Tuan Agung mengubah nama Nona Zia dan adiknya Ziko" jawab Nik
"Hah... Aku mau semua informasi lebih detail lagi, bahkan bila perlu itu adalah sebuah rahasia, aku juga ingintau" Pinta Kenzo
"Baik Tuan" Jawab Nik
***
Prannnkk
Suara piring pecah terdengar dari dalam dapur, Ziko tak sengaja memecahakan piring
"Kaka... Keke-napa, dadaku sakit, kaka cepat pupulang aaaku tatakut" Ucap Ziko sambil membersihkan pecahan piring
"Ya ampun, Ziko kenapa piringnya kamu pecahin?" Tanya ibu tiri murka
__ADS_1
Belum sempat Ziko menjawab tiba-tiba sisil datang sambil berteriak "ibu, ibu?" Ucap sisil
"ya ampun sisil anak ibu yang paling cantik kamu kenapa kok datang teriak-teriak si?" tanya ibu
"bu aku nabrak Zia bu, aku tadi nabrak dia bu di jalan" ucap sisil ketakutan
"Apah kamu nabrak Zia?" tanya ibu
Ziko yang mendengar nama kakaknya di sebut langsung menguping pembicaraan Ibu dan sisil
"Iya Bu aku nabrak Zia tadi di jalan sampai seluruh tubuhnya penuh dengan darah" ucap Sisil lagi sambil terisak
"Ke-kena-napa ka-kamu tabraka kakaku? Ma-mana dia dimana kaka?" Tanya Ziko pada sisil
"Dasar anak idiot, masuk kamu ke kamarmu cepat" perintah ibu
"kurang ajar, kakamu sudah mati, tadi aku yang menabraknya" teriak sisil emosi pada Ziko
"Ti-tidak kaka ma-masih hi-hidup, kaka bilang akan pulang ce-cepat" Ucap Ziko
"ya... Pulang cepat ke alam baka menyusul ibu kalian" ucap sisil lagi yang berhasil membuat Ziko mengamuk
"Tidak tidak" teriak Ziko histeris sambil melemparkan semua barang yang dilihatnya ke arah sisil
Beruntung ayah segera pulang dan menyelamatkan sisil dari amukan Ziko, Ziko di tarik paksa masuk kedalam kamarnya dan di kurung di dalam kamar
"Bu-Buka pintunya a-aku mau kakaku, buka" teriak Ziko terus menerus
"Buka hiks hiks kaka pulang hiks hiks kaka ja-jangan tingalin Ziko, Ziko ta-takut kaka, kaka janji pulang cepatkan pulanglah cepat, kaka Ziko takut hiks hiks hiks huuuu... Uu kaka" Ucap Ziko menangis
__ADS_1
Hari semakin gelap tapi Ziko tak kunjung berhenti menangis,
Clakk... pintu kamar Ziko terbuka,
"Kaka pulang?" Tanya Ziko senang tapi Pada saat dia melihat dengan jelas ternyata Ayah datang membawa makanan untuk Ziko
"Makanlah dan berhenti menangis" pinta ayah
"Didimana kaka?" Tanya Ziko
"Kakamu... Sudahlah makanlah dulu jika tidak makan nanti kakamu pasti marah saat dia pulang melihatmu tidak makan" Ucap Ayah
"Bebenarkah kaka akan pupulang?" Tanya Ziko
"Hem" jawab Ayah
Mendengar itu Ziko langsung memakan makanannya hingga habis, dan Ayah hanya memandangi Ziko dengan pandangan yang hanya dia sendirilah yang tau
***
Dua minggu sudah Zia koma, dan tidak ada tanda-tanda Zia akan sadar hal itu berhasil membuat kondisi Oma Mariam semakin drop dan sakit parah, kini oma mariam di rawat di RS yang sama dengan Zia, ya karena RS itu adalah Rs terbaik yang di miliki keluarga Malik
"Bagai mana keluarganya apa mereka masih tidak mau datang?" Tanya Kenzo
"Saya sudah memberitahu mereka tuan bahwa nona Zia di RS, tapi mereka bilang tidak punya anak yang bernama Zia" jawab Nik
"Kalau begitu kirimkan surat kematian Wanita itu pada keluarganya dan kita lihat apa reaksi mereka?" printah kenzo
"Baik Tuan" jawab Nik
__ADS_1