Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 21


__ADS_3

Jam 04.45 Zia bangun terlebih dahulu, dia bergegas masuk ke kamar mandi untuk mengambil Wudhu setelah itu Zia langsung mengambil mukenanya dan mamakainya saat Zia sudah menggelar sajadahnya di lantai tiba-tiba ada satu sajadah lagi yang di gelar seseorang tepat di depannya, di pandangnya sosok Kenzo yang tengah memakai Kopiahnya


"Apa yang kau lihat?" Tanyanya


Zia hanya menggelengkan kepala


"Kita Sholat berjamaah" Ucap Kenzo


BASSSS..


Serangan panas mulai merasuki tubuh Zia hingga kini nampak rona kemerahan di wajahnya sungguh Zia sangat bahagia bahkan jantungnya kini tengah konser ria tanpa izin di dalam tubuhnya


Selesai Sholat Zia dan Kenzo berdoa bersama entah apa yang di doakan keduanya yang pasti mereka larut dalam doa masing-masing, setelah berdoa Kenzo berdiri dan Ziapun reflek Ikut berdiri, Kenzo yang melihat Zia berdiri tak menghiraukannya, tapi dia mulai bereaksi saat Zia mendekat padanya


Zia mengambil tangan kenzo dan menciumnya lalu setelah itu Zia terus menunduk Sambil melipat sajahnya di bawahnya


Hal tak terdugapun terjadi Kenzo menarik lengan Zia hingga Zia memandangnya tanpa permisi Kenzo langsung mencium kening Zia, hal Itu berhasil membuat wajah Zia memerah padam bak seperti kepiting rebus


Seteleh itu kenzo meninggalkan Zia masuk ke dalam ruang ganti tidak lama Kenzo sudah kembali dengan membawa paper bag kecil di tangannya


"Ambillah" ucapnya datar

__ADS_1


"Apa ini" tanya Zia heran


"Kaukan punya mata, kenapa tidak kau lihat sendiri" Ucap Kenzo masih datar


Zia hanya menghela nafas pelan lalu membuka paper bag itu dan saat Zia melihatnya ada kotak kecil di dalamnya dan itu adalah sebuah Handphone keluaran terbaru, Zia sedikit termenung dengan benda kecil dan tipis di tangannya, Kenzo hanya mengerutkan alisnya saat Zia hanya membulak balikan handphonenya


"Kau tidak suka handphonenya?" Tanya Kenzo


"Ah.... Bukan begitu tapi aku tidak tau cara pakainya" Ucap Zia polos


"Apa?" ucap kenzo kaget "Kau tidak tau cara menggunakannya? Memangnya kau tidak punya handphone selama ini?" Tanya Kenzo secara beruntun


Zia hanya mengelengkan kepala saja sambil menunduk malu


"Kau bilang tidak membutuhkannya? Tapi setelah menjadi istriku kau akan sangat membutuhkannya jadi pelajari handphone itu sendiri, kau bisa membaca bukan? di sana ada buku panduan cara menggunakannya" Ucap Kenzo


"Dan di sana sudah ada no handphoneku, dan semua keluargaku jadi, kau hanya perlu memempelajari cara kerjanya, mengerti?" Ujar kenzo


"Iya tuan" Ucap Zia


"Jangan panggil aku tuan, aku bukan tuanmu aku ini suamimu" Ucap Kenzo mulai ketus

__ADS_1


"Terus aku harus panggil apa? Karena rasanya tidak enak kalau harus memanggil nama" Tanya Zia


"Kau bisa memanggilku suamiku, sayangku, baby, huny atau apapun tapi yang pasti harus bagus" Ucap kenzo dengan senyuman menggoda


"kalau begitu aku akan memanggil anda pak suami" Ucap Zia sambil tersenyum


"Kau kira aku ini bapakmu hah" tanya kenzo yang mulai kesal


Zia hanya mengkerucutkan bibirnya "Baiklah Suamiku" Ucap Zia yang juga mulai merasakan kesal


"Bagus" Ucap kenzo sambil naik kembali keatas tempat tidur


"Em.. Apa kau akan terus menggunakan kerudungmu di depanku?" bahkan semalam kau tidur menggunakan kerudung" Tanya Kenzo


"Aku belum terbiasa tuan" Ucap Zia yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari kenzo


"Maksudku aku belum terbiasa suamiku" Ucap Zia yang menyadari kesalahannya


"hem.." jawab kenzo


"Kapan aku bisa bertemu dengan adikku?" Tanya Zia

__ADS_1


"Semakin kau patuh semakin cepat kau bisa bertemu dengannya" Ucap Kenzo sambil menutup matanya "Jangan bertanya lagi, aku masih ingin tidur sebelum berangkat kerja" Ucapnya lagi


Zia hanya mengangguk sambil berjalan kerah sofa dan duduk manis di sana


__ADS_2