Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 86


__ADS_3

Semakin malam Zia semakin mengis tersedu-sedu, mommy Almira yang melihat Zia tak hentinya mengis merasa khawatir dibuatnya, mengingat keadaan Zia yang sedang hamil besar membuat Mommy Almira semakin dilanda khawatir.


"Daddy bagaimana sudah bisa menghubungi Ken?" tanya Mommy Almira pada Daddy Darsi.


"Sudah, tapi tak di angkat oleh Ken, kebiasaan anak itu kalau marah pasti selalu pergi begitu saja." Keluh Daddy Darsi.


"Coba lagi Daddy, Mommy gak mau tau pokoknya Daddy harus bisa menghubungi Ken." Pinta mommy Almira.


"Ya ampun sayang, aku sudah coba menghubungi putramu itu sejak tadi, tapi tak kunjung di angkat juga olehnya, dan Lihat aku juga sudah mengirimi dia banyak pesan singkat tapi tak satu pun dia baca." Jawab Daddy Darsi.


"Tidak ada cara lain telepon Diandra, minta Diandra untuk menghubungi Kenzo dan minta Ken pulang" ucap mommy Almira.


"Tapi apa harus" protes Daddy Darsi.


"Tidak ada cara lain Daddy kau ingin melihat anak menantumu terus menangis karena putramu itu, padahal dia sedang hamil besar." Jawab mommy Almira.


"Baiklah aku akan telepon Diandra" ucap Daddy Darsi patuh.


📲 Panggilan terhubung.


"Hallo Assalamualaikum Daddy" sapa Diandra.


"Waalaikum salam Hallo sayang, apa hari ini kau sibuk?" tanya Daddy Darsi.


"Hallo Uncle, hari ini Diandra sedang sibuk memilih baju untuk kencan pertamanya dengan Nik" ucap Kimmy mengambil alih posel Diandra.


"Apa?" ucap Daddy Darsi tapi tak di dengar Kimmy dan Diandra karena mereka sedang berebut ponsel milik Diandra.


"Ya ampun Kak Kimmy apa yang kau lakukan kembalikan ponselku" teriak Diandra.


"Kencan?" ucap Daddy Darsi lagi.


"Benar Uncle" jawab Kimmy dengan hebohnya.


"Tidak Daddy jangan dengarkan Kak Kimmy, dia asal bicara saja" ucap Diandra saat Diandra sudah berhasil merebut kembali ponsel miliknya dari Kimmy.


Diandra pergi menjauh dari Kimmy agar bisa berbicara dengan Daddynya.


"Baiklah Daddy ada apa daddy menelepon lagi padahal bukankah tadi kita sudah melakukan video call?" tanya Diandra.


"Begini sayang, boleh Daddy minta bantuanmu?" tanya Daddy Darsi.


"Katakanlah Daddy" jawab Diandra antusias.

__ADS_1


"Begini nak, Kakakmu sepertinya sedang bertengkar dengan Kakak iparmu, sejak tadi dia belum pulang, kau taukan kakakmu kalau sudah marah dia selalu pergi begitu saja bahkan sampai berhari-hari tidak pulang, kebiasaannya saat marah sangatlah buruk bukan?, jadi tolong Daddy, sejak tadi Daddy dan mommy berusaha menghubunginya tapi dia tak kunjung menerima telepon Daddy dan mommy, tolong kau hubungi kakak mu itu dan minta dia untuk pulang sekarang!." Pinta Daddy Darsi panjang lebar.


" Oh ya ampun kak Tua ku yang menyebalkan Sudah menikah tapi masih saja belum bisa merubah sikap buruknya" gerutu Diandra.


"Baiklah Daddy aku akan menghubunginya dan memintanya pulang secepatnya, Daddy dan mommy tidak usah khawatir lagi ya." Jawab Diandra meyakinkan.


"Baiklah sayang, terimakasih padamu" ucap Daddy Darsi.


"Baiklah aku tutup dulu teleponnya ya assalamualaikum" ucap Diandra.


"Iya sayang Waalaikum salam" jawab Daddy Darsi.


📱Sambungan telephone terputus.


"Selesai! sekarang kau pergilah ke kamar Zia dan tenangkan dia lagi" perintah Daddy Darsi dan dia angguki Mommy Almira.


Mommy Almira pergi ke kamar Zia, dia melihat Zia sedang duduk termeneung di atas kasur sambil mengusap-usap perutnya yang buncit.


"Sayang" panggil mommy Almira.


"Mommy" jawab Zia.


"Tenanglah sebenar lagi suamimu pasti pulang, mommy sudah minta Diandra untuk membujuk Kenzo ajar cepat pulang, jadi sekarang sebaliknya kau istirahat, tidurlah dulu, dan jangan menangis lagi ya, kasihan bayi yang ada dalam kandunganmu kalau kau terus bersedih." Tutur Mommy Almira.


Mendengar itu Zia merasa senang sekaligus malu dan semakin menyesal.


"Sayang kita keluarga dan sudah sepatutnya kita saling membatu, jadi kamu tidak boleh merasa terbenani ya" ucap mommy Almira.


Zia merasa bersyukur atas anugerah tuhan yang sudah memberikan dia keluarga yang sangat menyayangi dirinya dan memahami dirinya, dan Zia berjanji setelah ini Zia akan belajar untuk memahami hati dari setiap anggota keluarganya saat ini, dia tidak mau bertindak egois lagi,


"Aku berjanji ya Allah akan selalu menyayangi keluargaku dengan tulus, aku tidak akan bertingkah egois lagi, sebagai mana mereka selalu mengutamakan diriku, maka aku pun akan selalu mengutamakan mereka mulai sekarang." Jaji Zia dalam hati.


"Baiklah sebaiknya sekarang kau tidur, sambil menunggu Kenzo pulang, karena mommy yakin dia akan pulang malam ini juga." Ucap Mommy Almira lagi.


"Iya mommy Terimakasih" ucap Zia sambil memeluk mommy Almira.


"Iya sayang sekarang kau tidurlah ini sudah malam" pinta mommy Almira.


"Iya mom" jawab Zia sambil menghapus air matanya.


"Mommy pergi dulu" ucap mommy Almira dan di angguki Zia.


Dan benar saja setalah menunggu lama, Kenzo pun akhirnya pulang, dia langsung memasuki kamarnya, karena hari memang sudah begitu malam.

__ADS_1


Zia yang belum juga tidur di kagetkan dengan pintu yang terbuka secara perlahan.


"Suamiku" panggil Zia, Kenzo yang awalnya masuk secara perlahan kini melihat Zia yang terduduk di atas ranjang dengan mata yang begitu sebab.


Perlahan Kenzo menghampiri Zia dia duduk di samping Zia.


"Maafkan aku" ucap Zia untuk yang ke sekian kalinya.


"Tidak sayang aku yang harusnya minta maaf karena meninggalkan dirimu disaat kau sedang sangat membutuhkanku." Jawab Kenzo.


"Tidak kau benar aku memang jahat dan egois, maafkan aku, aku janji akan berubah, tapi aku mohon jangan marah lagi, aku takut." Pinta Zia sambil menangis kembali.


Kenzo sangat senang mendengar apa yang Zia katakan, ia bersyukur ternyata Zia mau berubah dan menyesali perbuatannya.


"Benarkah, Syukurlah kalau begitu, terimakasih karena sudah mau berubah." Ucap Kenzo sambil memeluk Zia erat.


"Katakan, apa kau memaafkan aku" tanya Zia lagi dalam pelukan Kenzo.


"Baiklah aku memaafkanmu" jawab Kenzo.


"Terimakasih" jawab Zia senang.


"Dengar, mulai sekarang keluarga adalah segalanya, dan jika dia bukan keluarga kita, maka kita tidak boleh ikut campur terlalu jauh dalam masalah mereka, mengerti?" ucap Kenzo.


"Iya aku mengerti! Maafkan aku, aku janji ini tidak akan terulang lagi." Ucap Zia.


"Terimakasih" ucap Kenzo sambil mencium kening Zia mesra.


"Jangan menangis lagi" ucap Kenzo lagi sambil menghapus air mata Zia dan menciumi kedua mata Zia yang membengkak karena terlalu lama menangis.


"Apa hari ini mereka nakal?" tanya Kenzo.


"Tidak mereka sangat baik dan tidak nakal" jawab Zia.


"Alhamdulillah, terima kasih sayang-sayangnya papa karena sudah jadi anak-anak yang baik saat papa tidak ada." ucap Kenzo sambil mencium perut buncitnya Zia.


Seolah merasakan kehadiran papanya kedua calon bayi kembar Zia dan Kenzo menendang perut Zia secara bergantian.


" Hah... Mereka menendang" ucap Zia.


"Wah anak-anak papa mulai nakal ya, jangan menendang terlalu keras ya Sayang kasihan mama kalian" pinta Kenzo.


Seolah mengerti Kedua baby kebar di perut Zia berhenti menendang dan hanya terasa gerakan-gerakan ringan dari dalam perut Zia.

__ADS_1


"Sudah malam ayo kita tidur" ucap Kenzo dan di angguki Zia.


Malam ini permasalahan Zia terselesaikan berkat doa dan batuan dari semua orang, malam ini Zia dapat tidur dengan nyenyak di pelukan Kenzo suaminya.


__ADS_2