
Seorang gadis cantik kini tengah berjalan sambil ngendap-ngendap di halaman belakang rumah mewah milik keluarga Agung Wirawan siapa lagi kalau bukan Zia, kini Zia telah sampai di depan jendela kamarnya
Tok tok tok
Ziko yang mendengar ketukan kenjendela kamar sudah tau betul bahwa itu pasti kakanya, Ziko membuka jendela kamar dengan hati riang dan bener saja itu kakanya dia membawa banyak sekali makanan
"Ziko ambil ini dan sembunyikan dalam lemari" pintaku berbisik dan dibalas Ziko dengan anggukkan kepala sambil mengambil satu persatu kantung kresek makanan lewat tralis jendela kamar
Hal ini sering terjadi jika ingin makan enak tanpa diketahui dan tanpa harus dirampas makannya, cara membawa masuk makanan adalah dengan membawanya lewat jendela dan menyembunyikannya di lemari
Setelah makanan dirasa aman Zia kembali ke gerbang masuk dan melangkah pasti tak lupa ia menyiapkan mental untuk menghadapi para penyihir di rumah derita itu
"Assalamualaikum" Ucap Zia melangkah masuk
"Zia" panggil Ibu tiri tanpa menjawab salamku terlebih dulu
__ADS_1
Zia berbalik menghadap ruang tamu yang ternyata sudah ada ibu tiri dan anaknya sisil
"Hari ini kamu gajihankan sini mana uangnya" ucap ibu tiri sambil mengangkat telapak tangannya tinggi
"Untung Zia kamu sudah menyiapkan uangnya dengan matang dan aman" ucap Zia dalam hati
"Zia melepas tas ranselnya dan hendak mengambil uang yang sudah dia siapkan dengan dalih itu adalah gajihnya bulan ini, belum sempat Zia melepas ret seleting tasnya, tiba-tiba tas miliknya sudah dirampas darinya
Ibu tiri mengambil tas Zia dengan paksa dan menghamburkan selurus isi tasku hingga jatuh bececeran kelantai, Zia hanya pasrah dengan apa yang para penyihir itu lakukan
"Ini dia" ucap ibu tiri saat melihat amplop putih yang tersegel rapat, lantas dia langsung melempar tasku kearahku dengan keras
"Zia kenapa gajihmu kurang dari biasanya?" Tanya ibu
"Maaf bu aku dapat potongan gajih bulan ini karena beberapa hari yang lalu aku masuk telat" jawab Zia
__ADS_1
"Makanya kamu tuh kalau kerja yang bener dong? Kan gak bakalantuh kamu dapat potongan gajih" ucap Sisil yang sukses membuatku geram
"Astagfirulloh, Astagfirulloh" Ucapku dalam hati
"Ini sayang uang jajan tambahan buat kamu?" Ucap ibu tiri yang mengambil setengah uang gajihku dari dalam amplop,
"Dan ini Zia buat kamu, jangan lupa belanja bahan makanan, karena Ziko bilang bahan makan di rumah habis, seperti biasa pake uang kamu dari uang gajih ini" Ucap ibu tanpa rasa malu sambil melemparkan amplop gajihku
Amplop itu tidak dapatku tangkap dengan baik karena dilempar sembarangan, dan amplop itu jatuh tepat di depan sepatu seseorang, Zia mengadahkan kepalanya dan melihat sepatu itu adalah milik ayahnya
Sejenak pandangan Zia saling tatap dengan ayahnya tapi setah itu Zia cepat-cepat mengalihkan pandangannya dan mengambil amplop yang tepat berada di kaki ayahnya
Zia berdiri dan melangkah pergi tanpa permisi dari ruang tamu langsung masuk ke kamarnya dan menemui adiknya tersayang
Ayah Agung hanya memandangi Zia pergi dari hadapannya dengan pandangan yang hanya dia sendirilah yang tau tanpa mengatakan apapun sampai Zia benar-benar menghilang dari hadapannya
__ADS_1
"Sisil, apa kamu akan terus berpenampilan seprti ini?" Tanya Ayah Agung, "Setidaknya pakailah baju yang lebih tertutup" pinya Ayah Agung
"Ya Ampun ayah ini tuh baju tren anak-anak muda zaman sekarang, lagian tuh ya Ayah di luaran sana baju-baju seperti ini tuh udah biasa di pakai, Ayahtuh kenapa si suka protes aku pake baju yang mana" ucap sisil ketus