
Hosss
Hosss
Hosss
Kini Zia telah sampai di tokonya dengan napas yang memburu
"Ya Ampun mbak Zia gapapa?" Tanya Tika yang melihat Zia datang dengan napas yang memburu dan keringat membasahi wajahnya
"Engga, aku gakpapa kok tika" jawab Zia
"Zia kamu kenapa?" Tanya Iren yang baru datang ke toko Zia
"Gakpapa, cuman cape aja, soalnya tadi aku lari dari halte bus ke sini, gara-gara tadi angkot pada penuh semua, trus nungguin bus lama jadinya larideh nyampe sini " jawab Zia sambil cengengesan
"Ya ampun Zia ada-ada aja si kamu" ucap Iren
"Kan sambil olahraga juga ren" jawab Zia
"Ini mbak minum dulu" Pinta Tika yang membawakan minum untuk Zia tanpa diminta
__ADS_1
"Ya ampun Tika kamu baik banget si... Terimakasih" jawab Zia
"Mbak Zia kaya sama siapa aja" Ucap Tika
Zia meminum air yang diberikan tika hingga habis, saat Zia minum tak sengaja lengan tangan baju Zia tersingkab hingga memperlihatkan luka lebam di lengan Zia, dan hal itu terlihat jelas di oleh iren dan tika
"Zia tangan kamu memar, kamu pasti dipukulin lagi ya sama ibu tiri kamu?" tanya Iren
Mendengar Itu Zia langsung menyembunyikan luka lebam itu "gapapa kok, cuman dikit" sanggah Zia yang tidak ingin membuat iren hawatir
"Gak mungkin Zia kamu pasti bohong, aku udah kenal banget kamu, kalau kamu mau bohong sama orang lain saja sana jangan sama aku, udah ayo kita naik ke atas kita obatin luka kamu dulu" pinta Iren sambil menarik paksa Zia ke lantai dua Ruko
Tika hanya melongo melihat Zia yang di tarik paksa oleh Iren dan memandang punggung Zia dengan perasaan kasihan
"Itu biasa mbak Zia abis dipukulin Mak lampirr lagi dan mbak iren mau ngobatin" jawab Tika
"Ya ampun kenapa Mbak Zia gak laporin aja si.. tuh lampir ke polisi" ujar Nia ikut emosi
"Huss ahh udah ini urusan mbak Zia, kita jangan ikut campur, cukup dukung mbak Zia dan doakan dia agar bisa cepat bahagia Aamiin" Ucap Tika
"Aamiin" jawab Nia
__ADS_1
"Ya ampun Zia, inimah bukan dikit tapi hampir seluruh badan kamu lebam semua, untungnya kamu gak sampai demam Zia" Protes Iren yang melihat seluruh punggung dan tangan Zia yang penuh dengan luka lebam setelah Iren memaksa Zia melepas bajunya
"Mungkin karena badan aku udah kenal sama luka kali ren jadi gak demam" jawab Zia bergurau
"Zia ini gak lucu ya" dengus Iren sambil mengambil kotak obat dari dalam tas milik Zia yang memang sengaja selalu Zia bawa kemanapun karena Zia selalu sering terluka akibat ulah ibu tirinya dan adik tirinya
Tanpa basa basi iren langsung mengobati luka lebam di tubuh Zia "Makasih Ren, kamu tuh selalu ada buat aku" Ucap Zia
"Sekali lagi kamu ngomong kaya gitu aku tambahanin luka kamu Zi" ucap Iren emosi
Zia terkekeh mendengar tutur iren, Dalam hati Zia sangat bersyukur karena telah bertemu Iren dan mengenal Iren, Iren adalah sahabat satu-satunya Zia yang selalu membatu Zia dalam ke adaan apapun tanpa pamrih
Dengan telaten Iren mengoleskan salep khusus lebam di badan Zia "Selesai" Ucapnya
Zia berbalik dan mengenakan kembali baju miliknya
"ahhhh....rasanya lebih baik" tutur Zia
"oh ya.. Tumben kamu pagi-pagi udah dateng ke sini ren, emngnya gak kuliah?" tanya Zia lagi
"ah itu Zi, aku tuh sebenernya mau pesen cake Brownies, buat pacar aku hari ini dia ulang tahun"
__ADS_1
"Pacar?" Ucap Zia kaget