
Sabtu pagi di hari yang cerah semua anggota keluarga Maliq sedang menikmati sarapan pagi mereka, raut kebahagiaan sangat terpancar di wajah mereka.
"Di, nanti tolong antarkan beberapa berkas penting ke rumah Nik ya, karena kakak akan pergi bersama Kak Zia untuk membeli kebutuhan calon keponakanmu." Pinta Kenzo pada Diandra saat semua nampak sudah menyelesaikan sarapannya.
Terbersit rasa senang di hati Diandra, tapi ada juga rasa ragu yang tiba-tiba muncul saat melihat Daddy Darsi hanya bergeming saja.
"Em... Bolehkan Daddy?" tanya Diandra ragu-ragu.
Daddy Darsi yang merasa dipanggil pun melihat kearah Diandra dan Kenzo.
"Boleh apa?" tanya Daddy Darsi.
"Pergi ke rumah kak Nik?" jawab Diandra.
"Apa Nik tidak bisa datang kemari?" tanya mommy Almira.
"Tidak bisa mom karena Nik harus mempersiapkan keberangkatannya ke Kanada untuk perjalanan bisnis" jawab Kenzo.
"Kanada?" ucap Diandra kaget.
"Iya, lusa dia berangkat, harusnya aku ikut tapi mengingat Zia sedang hamil besar jadi aku putuskan Nik saja yang pergi sendiri, aku juga sudah menghubungi Uncle Han, Oma dan opa jadi selama di sana Nik akan tinggal bersama mereka." Jelas Kenzo.
__ADS_1
"Jadi apa Diandra boleh pergi Daddy?" tanya Kenzo.
"Apa Daddy mengatakan tidak?" tanya balik Daddy Darsi.
Mendengar itu Diandra senangnya bukan main.
"Kalau Diandra dan kakak pergi aku sendiri dong" ucap Ziko.
"Kak Ziko aku gak akan lama kok ya" bujuk Diandra.
"Lagi pula kan ada Mommy jadi kak Ziko bisa main dulu sama Mommy okh" pinta Diandra lagi.
"Ehemmm" dehem Daddy Darsi saat Diandra mengatakan hal itu.
"De ikut kakak aja ya, kita belanja buat calon keponakan kamu" ucap Zia, tanpa dia sadari Kenzo sendiri merasa keberatan dengan perkataan Zia.
Daddy Darsi menyadari kesalahannya yang sudah membuat Zia tidak nyama akan ulahnya pun berkata.
"Tidak Zia, biarkan Ziko bersama Daddy dan mommy, iya kan sayang" ucap Daddy Darsi pada mommy Almira.
"Iya sayang pergilah bersama suamimu, kamu tahu berbelanja kebutuhan calon anak kalian bersama itu sangat penting dan berharga jadi bersenang-senanglah nak jangan khawatirkan Ziko, dia akan bersama kami." Jelas Mommy Almira.
__ADS_1
"Tapi Mommy aku merasa tidak enak kalau harus...." ucapan Zia terhenti tatkala Daddy Darsi menimpali.
"Ziko aman berama Daddy jadi jangan khawatirkan dia, kita akan pergi berjalan-jalan di taman, kamu maukan Ziko pergi berama Daddy dan mommy? Nanti Daddy belikan Es krim!" bujuk Daddy Darsi pada Ziko.
Awalnya Ziko tidak mau tapi setalah mendengar kata Es krim mendadak dia berubah pikiran dan mau pergi bersama Daddy Darsi dan Mommy Almira.
" Iya aku mau... Aku mauu" ucap Ziko penuh semangat.
Kenzo tahu betul kalau Zia merasa tidak enak jika harus merepotkan Daddy dan Mommy, beda halnya jika Ziko bersama Diandra Zia tidak merasa keberatan.
Dan Kenzo pun tahu Daddy Darsi paling tidak suka jika ada yang mengganggu waktu kebersamaannya dengan mommy Almira, bahkan dengan anaknya sendiri dia tidak pernah mengizinkan siapapun menganggu kebersamaan mereka berdua, ya walaupun mereka sudah terbilang tua dan sebentar lagi akan memiliki cucu tapi cinta mereka tidak pernah pudar bahkan malah semakin bertambah di setiap hatinya.
"Em... Begini saja gimana kalau kita pergi berbelanja bersama, jadinya mommy sama daddy juga bisa sambil jalan-jalan bersama kita" ucap Kenzo.
Daddy Darsi yang cerdas dengan cepat menangkap singnal dari Kenzo dan tanpa berpikir panjang lagi Daddy Darsi pun menyetujuinya.
"Baiklah sudah di putuskan kita akan jalan-jalan bersama sambil berbelanja kebutuhan cucu Daddy, kecuali Diandra dia tidak ikut" ucap Daddy Darsi.
"Aku siap" ucap Ziko penuh semangat.
Kini wajah Zia kembali tersenyum manis tanpa beban melihat itu Kenzo bisa bernafas lega, dia melihat kearah Daddy Darsi yang juga sedang tersenyum padanya sambil menganggukkan kepalanya pelan seolah mengatakan.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, Semua akan baik-baik saja" begitulah kira-kira artinya.