Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
Episode 36


__ADS_3

"Tuhkan mah, dia juga mau pulang kenapa mama protes sama papa?" Ucap papa Iskandar yang tidak rela karna istrinya memprotesnya.


"Kalau begitu saya pamit tante, om, Al, aku pergi ya?" Ucap Reno


Menempuh perjalanan hampir 4 jam, tepat jam 9 malam Ahirnya Darsi sampai di pelataran Rumahnya, Darsi langsung masuk kedalam rumah karna saat itu pintu tidak dikunci,


"Assalamualaikum" ucap Darsi seraya menghampiri ibunya yang tengah asik berbincang dengan semua anggota keluarga,


Ada tuan Ibrahim, Han, lucy dan laky.


"Waalaikum salam" jawab mereka bersamaan.


"Darsi kau sudah sampai Nak? Tanya ibu Darsi


" Iya bu", jawab Darsi sambil tersenyum dipeluknya ibu tercintanya dan setelah itu dia menghampiri Ayah, Han, lucy dan laky, taklupa memeluk mereka bergantian.


"Ibu, ayah Darsi ke kamar dulu ya, mau mandi" Pinta Darsi.


"Iya beristirahatlah nak" ucap Ayah Darsi.


"Nanti ibu bawakan makan malam ke kamarmu" timpal Ibu Darsi.


"Iya bu" jawab Darsi seraya langsung melangkah menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar Darsi langsung melemparkan tubuhnya di tempat tidur.


Dia merasakan sakit di ulu hatinya, sakit yang tak biasa, sakit bukan karna penyakit tapi karna rindu yang menyiksanya, sungguh Darsi ingin sekali mengatakan perasaannya pada Almira namun dia terlalu pengecut untuk mengatakannya.

__ADS_1


Pagi hari Darsi sudah siap ke kantor diikut Han di belakangnya dia sudah duduk di kursi kebesarannya, di buka dan di bacanya secara detail semua berkas yang tertumpuk di sampingnya,


Darsi terus membolak balik kertas tersebut dan membubuhi tandatangan di sana sini, dia melampiaskan semua kekesalannya pada Pekerjaannya, saking fokusnya dia tidak menyadari ada seseorang yang berusaha menerobos masuk keruangannya.


"Nyanya saya mohon Tuan Darsi sedang sibuk" , Ucap Han dibalik pintu sampai terdengar di telinga darsi


"Ada apa ini?" Ucap Darsi saat membuka pintu ruang kerjanya.


"Darsi dia menghalangi ku masuk" Ucap Clara yang sejak tadi menjadi sumber kekacauan.


"Memangnya untuk apa kamu datang kesini?" Ucap Darsi sinis.


"Kamu lupa aku juga pemilik saham di perusahaanmu?" Ucap Clara.


"Nama kantor ini Malik Group bukan the Fire Spirit Grup, jika kau ada urusan dengan perusahaanku, maka datanglah ke kantorku di sana, di sana akan ada Menejer yang akan mengurus semuanya Faham?" Ucap Darsi Tegas dan Dingin,


Darsi langsung masuk kembali dan membating pintu di depan clara dan Han.


Han langsung menarik lengan clara dengan paksa sampai di luar gedung dan menghempasnya dengan kencang sampai dia terjatuh, Semua isi kantor dibuat ricuh karna teriakan clara.


"Berani sekali kau melakukan ini padaku Han?" Teriak Clara


"Aku bahkan sanggup membunuhmu tanpa jejak clara" Ucap han dengan serengai tipis.


"Han lihat saja aku bisa membuat perusahaan Darsi jatuh bangkrut, aku akan menarik sahamku di perusahaannya atas perbuatanmu ini, dan untuk mengstabilkan semuanya kau harus berlutut di kakiku" Acam clara.


"Lalukanlah aku tidak takut" gertak Han sambil melangkah masuk kembali ke dalam kantor.

__ADS_1


"Ahh.. Sial" umpat clara.


Clekk.


Pintu ruangan Darsi terbuka,


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Han.


"Menurut mu? Tanya Darsi


"Hufff...Tubuh mu di sini tapi hati dan pikiranmu ditempat lain" ucap Han lagi.


Darsi langsung menghentikan pekerjaannya dan menadahkan kepalanya menghadap Han, tanpa merubah posisinya


"Hufff" Darsi membuang nafasnya yang terasa berat.


"Telepon dia" ucap Han sambil berlalu pergi dari ruangan Darsi.


Darsi mengambil hp nya dan berusaha menghubungi Almira, namun ia urungkan karna egonya, berulangkali dia berusaha tapi tetap dia mengurungkan niatnya lalu kembali pada pekerjaannya.


"Tlpn tidak ya?" Ucap nya pada diri sendiri.


"Hahhk.." terik Darsi prustasi,


Ahirnya Darsipun menghubungi Almira tlpnpun tersambung


Tut..

__ADS_1


"Halo? Assalamualaikum " ucap seseorang di sebrang sana


"Wa'alaikum salam"


__ADS_2