
❤️Zia POV❤️
Namaku adalah Zia Hussain usiaku 21 tahun aku anak pertama dari 2 orang bersaudara ibuku Amerta Hussain berasal dari Turqi dan ayahku Agung Wirawan berasal dari Indonesia, dari pernikahan mereka lahirlah aku yang kata orang sangat cantik dan pintar tapi kenyataannya memang begitu, aku memiliki seorang adik laki-laki bernama Ziko Hussain, kehidupanku yang ceria dihadapkan oranglain berbanding terbalik dengan keadaanku di belakang orang banyak
Betapa tidak seminggu setelah ibuku menginggal Ayahku membawa seorang wanita yang menjadi sumber penderitaanku dan adikku, Ayahku memperkenalkan wanita asing itu dan mengatakan bahwa dia adalah istri dari ayahku dan yang lebih mengejutkan lagi dia membawa seorang anak perempuan yang usianya tiga tahun lebih muda dariku hampir seusia dengan adik laki-lakiku
Waktu itu usiaku 10 tahun dan adikku 7 tahun saat ibuku meninggal dan wanita yang menjadi ibu tiriku yang bernama Helena datang bersama anaknya namanya Sisil
Penderitaanku dan adikku dimulai sejak usiaku 10 tahun, kala itu dia langsung memindahkanku dan adikku tinggal dikamar pembantu yang sangat kecil dan sempit, dan dia menjadikan kami pembantu di rumah kami sendiri, dan yang lebih menyakitkan lagi atas permintaan ibu tiriku Ayahku mengubah nama panjangku dan adiku dengan nama panjang ibuku Dari Zia Wirawan menjadi Zia Hussain, dan nama Adikku Ziko Hussain. Hussain adalah Nama panjang dari ibu kandungku Amerta Hussain.
Sejak saat itu aku dan adikku kehilangan kebahagiaan kami, kami disiksa jika tidak menurut dan kami hanya diberi makanan sisa, teragis memang bahkan ayahku hanya jadi penonton dalam setiap rasa sakit kami, tanpa melarang istrinya untuk tidak menyiksa kami seolah dia tidak pernah peduli lagi dengan adanya kami.
Sepulang dari Toko aku langsung berlari untuk pulang setelah itu menaiki angkutan umum, kini aku sampai di depan rumah Penderitaanku, aku berjalan masuk perlahan saat aku masuk aku mendengar suara gaduh dari dalam dapur sontak aku langsung teringat dengan adikku, aku berlari kedapur dan kudapati adikku tengah dipukuli dengan gagang sapu oleh ibu tiriku
__ADS_1
"Ziko" Ucapku lirih
"Hentikan, hentika aku mohon" Ucapku sambil berlari dan memeluk adikku tapi bukannya berhenti ibu tiriku malah terus memukuli aku dan adikku, ku peluk tubuh Ziko agar tidak kena pukul lagi kujadikan tubuhku sebagai prisai agar adikku tidak terluka lagi
"Hentikkan aku mohon hentikan" teriakku hingga ahirnya ibu tiriku berhenti memukuli kami
"Dasar anak kurang ajar tidak tau diuntung" ucap ibu tiri
"Salahnya adalah karena dia belum juga mesak, sejak tadi dia hanya tidur saja, coba kau lihat ini jam berapa putriku sisil sudah kelaparan dan suamiku sebanter lagi akan pulang, tapi lihat dia belum juga menyediakan makanan" Ucap ibu marah
Aku mengepalkan tanganku kuat karena menahan emosi yang tak bisa ku keluarkan sambil terus memeluk adikku erat
"Aku yang akan memasak, kalian tunggulah di dalam" Ucap ku
__ADS_1
"Hah, memang seharusnya seperti itu, cepat sekarang masaklah" teriak ibu tiri sambil melempar sapu ke arahku dengan keras
Sepeninggal ibu tiriku aku melonggarkan pelukkanku dan ku lihat tubuh adikku seperti ketakutan ku sentuh wajahnya betapa kagetnya aku ternyata badannya panas
"Ziko kamu sakit?" Tanyaku
"Ti... Tidak aa... Aku tida..aak saa... Saakit" Ucap Ziko
Aku memeluk adikku kuat "Kau sakit Ziko, Ayo kita ke kamar biar aku yang memasak untuk mereka" ucap ku sambil membantu adikku berdiri
"Ti.... Tii dak ka.. Ka aku ba.. Ba.. Ik-baik saja" Ucapnya
"Tidak kau sakit ayo kita kemar, kalau kau tidak patuh aku akan marah padamu" ancamku dengan lembut
__ADS_1