Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 26


__ADS_3

Saat di dalam perjalanan pulang Zia dan mommy Almira hanya diam saja tidak ada pembicaraan di antara keduanya


Zia sibuk dengan pemikirannya tentang Ziko dan Mommy Almira sibuk dengan pemikirannya tentang Maya, Diandra di buat bingung sendiri melihat Zia dan mommynya yang hanya diam saja, hingga ahirnya mobil sampai di rumah Kenzo


Zia dan Diandra turun dari dalam mobil dan memasuki rumah Kenzo, sedangkan mommy Almira memilih untuk pulang bersama sopir karena dia bilang tidak enak badan


"Kalian sudah pulang, lah mommy mana?" Tanya Kenzo


"Mommy katanya kurang enak badan jadi mau langsung pulang" jawab Diandra


"Terus kamu ngapain ke sini bukannya nemenin Mommy?" Ucap Kenzo


"Jadi aku gak boleh ni datang ke sini?" Tanya Diandra merajuk


"Tidak seperti maksud kaka, kamu boleh kok tiap hari ke sini" Ucap Kenzo lembut sambil memeluk adik kecilnya


"Makasih kaka" Ucap Diandra sambil mencuri-curi pandang pada Nik, yang sejak tadi hanya berdiri di belakang Kenzo


Melihat kedekatan Diandra dan Kenzo, Zia jadi begitu sangat merindukan Ziko,


"Ziko kamu di mana? Kaka harap kamu baik-baik saja, tunggu kaka Ziko kaka yakin kita akan segera bertemu" ucap Zia dalam hati

__ADS_1


"Aku ke kamar dulu mau menyimpan ini" Ucap Zia sambil mengangkat beberapa paper bag di tangannya


"Aku temani" Ucap Kenzo "Di kamu pilih saja salah satu kamar untuk kamu tempati ya" ucap Kenzo lagi pada adiknya


"Iya kakaTua" Jawab Diandra


"Settt.. Dasar" desis kenzo


Kenzo dan Ziapun pergi masuk ke kamar mereka meninggalkan Diandra dan Nik di ruangan keluarga


"Ka Nik?" Tanya Diandra dengan senyum manisnya


"Sudah ku bilang jangan panggil Nona muda" protes Diandra, dan Nik hanya mengangguk saja tanpa menjawab


"Apa kau sudah makan, aku lapar sekali, bagaimana kalau kita makan bersama?" Pinta Diandra dengan senyuman termanisnya


"Saya masih banyak pekerjaan Nona saya harus kembali ke ruang kerja tuan Muda saya permisi?" Tolak Nik, sambil melangkah pergi meninggalkan Diandra


"Selalu saja seperti itu, aku tidak pernah dia anggap ada" gerutu Diandra sambil melihat punggung Nik yang berlalu pergi darinya


"Apa dia tidak memiliki perasaan untukku sedikit saja? padahal aku sudah mengatakan kalau aku mencintainya tapi lihat, dia bahkan selalu menjauhiku, aku sungguh ingin dia membalas cintaku, bertahun-tahun aku mencintainya sungguh semua ini membutku lelah tapi entah kenapa aku juga tidak bisa melupakannya, semakin aku berusaha melupakan cinta ini semakin aku terikat kuat akan cintaku padanya, ini sungguh sakit kak Nik, sangat sakit, mencintaimu sendirian sejak lama rasanya seperti membunuhku dengan perlahan" Ucap Diandra dalam hati

__ADS_1


Sudah sejak lama Diandra menyukai Nik, tapi sayang pria dingin itu seperti tidak pernah peduli pada perasaan Diandra padahal Diandra sudah mengatakan perasaannya pada Nik secara terang-terangan saat Diandra pertama mulai masuk kuliah tapi Nik sama sekali tidak pernah membalas cinta Diandra


Nik hanya bilang Diandra sudah dia anggap sebagai adik, hanya sebatas adik saja tidak lebih, perkataan itu selalu terngiang di teliga Diandra saat Nik selalu menolak ajakannya,


"Tapi aku sudah dewasa kak Nik aku juga pantas untuk dicintai sebagai seorang wanita, kenapa kau selalu menolak cintaku" Ucap Diandra dalam hati


♦️♦️♦️


"Apa yang kau beli?" Tanya Kenzo


"Beberapa kebutuhan wanita dan ini untukmu, aku tidak tau kau akan suka atau tidak?" jawab Zia


"Em.. Lumayan" Ucap Kenzo


"Em.. Kapan aku boleh bertemu dengan Ziko?" Tanya Zia ragu


"Secepatnya" Ucap Kenzo, seketika membuat Perasaan Zia tenang


"Tapi jika kau mencoba membangkang lagi seperti tadi, maka kau tidak akan bertemu dengannya dalam waktu cepat" ancam Kenzo


"Tidak, tidak jangan, aku janji akan patuh" Ucap Zia

__ADS_1


__ADS_2