
Sesampainya dirumah Kenzo ingin langsung kemarnya menemui Zia tapi sayang Nik menahannya karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan padahal jam sudah menunjukkan pukul 23.00 malam, rumah utama nampak sudah sepi karena seluruh penghuni rumah sudah memasuki alam mimpinya masing-masing.
Kenzo dan Nik menggunakan ruang kerja Daddy Darsi untuk mendiskusikan kelanjutan pekerjaan mereka.
"Nik sepertinya kau yang harus pergi ke Kanada untuk membahas kerja sama kita dengan tuan Williams, aku akan menghubungi Oma, dan uncle Han jadi selama kau disana tinggallah bersama mereka." Pinta Kenzo.
"Tapi tuan bukankah tuan Williams ingin bertemu dengan anda secara langsung?" ucap Nik.
"Aku tahu, tapi aku tidak bisa pergi jauh dari Zia, kau tahu sendirikan saat ini dia sedang hamil besar dan aku ingin selalu siaga di sampingnya, aku tidak mau ambil resiko dan aku tidak mau terjadi apapun dengan Istri dan anakku, kalaupun Tuan Williams akan membatalkan kontrak kerjanya hanya karena aku tidak datang tidak masalah, lebih baik aku kehilangan kerja sama ini dari pada kehilangan Istri dan anakku." Jelas Kenzo panjang lebar.
Mendengar apa yang di katakan Kenzo Nik pun sudah tidak bisa membantah lagi apa yang sudah menjadi keputusan kenzo, mau tidak mau dia harus pergi sendiri ke Kanada.
"Baiklah Tuan kalau begitu saya akan pergi sendiri" ucap Nik.
"Hem" jawab Kenzo.
"Sudah malam tidurlah di sini" pinta Kenzo.
"Maaf tuan untuk kali ini saya tidak bisa, saya harus pulang" tolak Nik.
"Baiklah, berhati-hatilah kalau begitu" pinta Kenzo.
"Tentu tuan" jawab Nik.
__ADS_1
Setalah berpamitan dengan Kenzo Nik pun langsung pulang dia memacu mobilnya dengan kecepatan sedang.
🌺🌺🌺🌺
Kenzo membuka pintu kamar dengan sangat perlahan, karena tidak mau membangunkan Zia, dia langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri, setalah membersihkan diri kenzo langsung naik ke atas tempat tidurnya dan memeluk Zia dengan lembut dari belakang.
Zia yang belum benar-benar tidur merasakan ada satu tangan yang melingkar di perutnya sambil mengusap-usap lembut di perut buncitnya Zia berbalik badan, dilihatnya wajah tampan yang dia rindukan.
"Kau sudah pulang?" tanya Zia.
"Belum, kelihatannya bagaimana?" jawab Kenzo tidak romantis.
"Hem..." ucap Zia
".........." Zia tidak menjawab.
"Aku tahu pasti kau tidak bisa tidurkan kalau tidak aku peluk?" ucap Kenzo.
"Sudah tahu masih saja nanya" ucap Zia dalam hati.
"Tidak, siapa juga yang tidak bisa tidur tanpamu" elak Zia.
"Benarkah... Hem..." Ucap Kenzo sambil sambil menarik Zia dalam pelukannya.
__ADS_1
"I... Iya..." Jawab Zia gugup.
"Hem... Kalau begitu seharusnya aku tidak pulang saja hari ini" ucap Kenzo.
Mendengar itu dengan impulsif Zia langsung memukul lengan Kenzo sambil mengerucutkan bibirnya.
Kenzo hanya terkekeh melihatnya, ya dia cukup tahu kalau dirinya dan Zia sama-sama tidak akan pernah bisa tidur jika tidak bersama.
"Ayoo.. Katakan kalau kau tidak bisa tidur jika tidak ada aku hem... ?" goda Kenzo.
"Tidak mau.." Tolak Zia galak.
"Kau yakin?" tanya Kenzo.
"Baiklah kalau begitu aku akan tidur di kamar lain saja" goda Kenzo lagi.
"Suamiku... Ih... Kau ya hem..." Ucap Zia sambil memeluk Kenzo erat.
"Aku tidak bisa tidur nyenyak tanpamu" ucap Zia lagi.
"Akupun sama" ucap Kenzo sambil mencium kepala Zia lembut.
"Sekarang cobalah untuk tidur sayang, karena malam ini aku tidak akan melepaskanmu" ucap Kenzo penuh maksud.
__ADS_1
Malam panjangpun dilalui dengan indah tatkala cinta sudah berlabuh di tempat yang tepat.