
Zia terus menanti kedatangan Kenzo dengan sabar, padanganya masih setia menanti kedatangan Kenzo, tapi sayang orang yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang padahal hari sudah menjelang malam
"Apa dia benar-benar lupa dengan janjinya?" Tanya Zia pada dirinya sendiri dalam hati
Zia yang marah memutuskan melangkahkan kaki memasuki kamarnya dia meringkuk dan menangis sejadi-jadinya di bawah selimut tempat tidurnya
"Jika kau tidak bisa menepati janjimu tolong, jangan berjanji, hiks hiks kau tau ini sangat meyakitkan, sungguh-sungguh sangat sakit hiks hiks" Ucap Zia dengan derai airmatanya
Lama Zia menangis di bawah selimut sampai lupa waktu, bahkan Zia tidak menyadari ada yang datang dan memanggilnya
"Kakak?" Tanya orang tersebut tapi Zia tidak menjawab
"Kakak?" ucapnya lagi
"Ziko?" Ucap Zia lirih
Zia menurunkan selimutnya perlan dan melihat siapa yang sejak tadi memanggilnya, lalu perlahan mata Zia berbinar melihat siapa yang memanggilnya sejak tadi
"Ziko?" Ucap Zia tak percaya sambil berhambur memeluk Ziko
"Iya kak ini aku Ziko" Jawab Ziko
__ADS_1
"Ziko, ini benar kamu de ini kamukan hiks hiks" Tanya Zia sambil menangis dan terus memeluk Ziko erat
"Iya kaka iya ini aku" Jawab Ziko lagi
"De kaka kangen, kamu gakpapakan? Kamu sehatkan? mereka gak nyakitin kamukan?" Tanya Zia beruntun
"Tidak kaka aku baik-baik saja dan keadaanku bahkan sudah sangat baik, mereka tidak menyakitiku mereka juga sangat baik padaku" jawab Ziko
Latas Zia langsung saja kembali memeluk Ziko
"Hey hey hey kalian akan terus berpelukan?" Tanya Seseorang
Zia menoleh dan dilihatnya sosok yang dia kenal
"Hey Nona muda kenapa kau harus menangis, lihat wajahmu sungguh jelek sekali kalau menangis" Ucap Iren sambil memeluk Zia dan Ziapun membalas pelukan Iren
"Iya Kaka jangan mengis kau jelek kalau menangis" Ucap Ziko
Zia perlahan melepaskan pelukan Iren dan di tatapnya wajah Tampan Ziko "De coba bicara lagi?" ucap Zia yang merasa ada yang berbeda dari cara bicara Ziko
"Kaka jangan nangis lagi, jelek tau" Ucap Ziko tanpa terbata
__ADS_1
"De kamu bicara dengan Lancar?" Tanya Zia takpercaya
"Iya kaka sekarang aku bisa bicara dengan lancar, dan sudah tidak terasa pengap di dada ataupun terasa sakit di tenggorokan kalau bicara" jawab Ziko dengan fasihnya
"Ziko... Hiks hiks" ucap Zia dan lagi-lagi menangis dan memeluk Ziko kembali
"Sudahlah Kak jangan mengis lagi, Kak Kenzo bilang kalau aku mengis maka aku tidak akan bertemu lagi dengan kaka" Ucap Ziko yang langsung membuat Zia terperangah
"Kak Kenzo?" ucap Zia
"Iya kak, Kak Kenzo hampir setiap hari aku selalu bermain bersamanya dan juga Diandra mereka selalu menemaniku, terus ada juga Mommy dan oma yang selalu menyuapiku makan, padahal aku selalu bilang aku bisa makan sendiri tapi mereka selalu saja menyuapiku seperti bayi" ujar Ziko menjelaskan dengan wajah bahagianya
Zia sungguh merasa bersyukur melihat Ziko baik-baik saja, dan Zia tambah bersyukur lagi karena bisa mendengar Ziko sekarang mampu berbicara dengan lancar, walau pembawanya masih seperti anak-anak,
Zia mengedarakan pandangannya dan Zia baru sadar ternyata di kamarnya sekarang bukan hanya ada Ziko dan Iren saja, tapi juga ada Kenzo, Nik, Diandra, dan Pak syam. Entah sejak kapan mereka ada di sana yang pasti melihat raut wajah mereka, terlihat jelas kalau mereka juga sama bahagianya seperti Zia
Kenzo melangkah menghampiri Ziko dan di rangkulnya bahu Ziko
"Ziko ayo kita lihat kamarmu, dan kau juga pasti lelah bukan? Mari kita pergi ke kamarmu dan beristirahat di sana" Pinta Kenzo
"Iya kak ayo" jawab Ziko
__ADS_1
Sebenarnya Zia tidak rela Ziko pergi tapi Ziapun sadar bahwa Ziko pasti kelelahan setelah pejalan, dan benar Ziko memang harus istirahat
"Kaka aku pergi ke kamar dulu ya" ucap Ziko dan zia hanya mengangguk saja sambil tersenyum