Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 32


__ADS_3

Setelah Diandra pulang Kenzo masuk kembali kedalam kamarnya dan pak syam mengunci semua pintu rumah,


Clekk


Kenzo memasuki kamar di lihatnya Zia yang baru menyelesaikan Sholat Isya padahal ini sudah jam 21.33 malam


"Semua sudah pulang?" Tanya Zia,


"Hem" jawab Kenzo sambil memandang lekat mata Zia, hingga membuat Zia salah tingkah di pandangnya


"Aku akan melihat Ziko dulu" jawab Zia gugup


"Ziko sudah tidur jangan ganggu dia, dan kau tidak perlu memikirkan Ziko lagi, karena dia sudah bersama kita sekarang dalam keadaan sehat dan aman bagi Ziko tentunya" Ucap Kenzo yang semakin mendekat pada Zia


Zia hanya mengangguk saja karena terlalu gugup


"Alangkah baiknya kalau sekarang kau pikirkan tentang kita saja, tentang Pernikahan Kita" Ucap Kenzo sambil memeluk pingang Zia erat


Zia berusaha menghindar namun Kenzo menahannya erat, Setiap kali Kenzo akan menciumnya Zia menolak hingga ahirnya kenzo melepaskan Zia dari pelukannya


Kenzo menatap tajam kedua bola mata Zia ada kilat kemarahan atas setiap penolakan Zia "Lagi-lagi kau menolakku heh.. " ucap Kenzo pelan namun penuh penekanan sambil tersenyum kecut pada Zia


Tidak ada jawaban dari Zia, ahirnya kenzopun pergi meninggalkan Zia dengan semua pemikirannya

__ADS_1


Zia yang melihat Kenzo hampir membuka pintu kamar langsung berlari dan memeluk Kenzo dari belakang, kini zia telah menyadari kesalahannya


"Maaf, maafkan aku bukan maksudku untuk menolakmu, aku hanya takut itu saja, ini pertama bagiku maaf, maafkan aku, jangan pergi" Ucap Zia sambil terus memeluk Kenzo dari belakang


Setelah beberapa menit kenzo mengendalikan amarahnya ahirnya Kenzo menutup kembali pintu yang sempat dia buka tak lupa menguncinya


Kenzo berbalik dan di pandangnya wajah cantik Zia, sambil mengusapnya lembut


"Maukah kau menjadi istriku?" Tanya Kenzo


Zia cukup bingung dengan pertanyaan Kenzo fasalnya bukankah selama ini dia sudah jadi istri kenzo


"Bukankah aku sudah menjadi istrimu?" Tanya Zia


Kini Zia mengerti ke mana arah pembicaraan kenzo, seketika wajah Zia langsung memerah seperti kepiting rebus, karena tak tau harus menjawab apa ahirnya Zia hanya mengangguk saja


Kenzopun tersenyum simpul melihat Zia yang sepertinya begitu malu padanya tidak banyak tanya lagi Kenzo langsung memangku tubuh Zia sampai Zia terlonjak kaget, lalu membaringkannya di tempat tidur, tidak ada pembicaraan di antara mereka hanya sentuhan yang berbicara menyampaikan hasrat di antara mereka bedua


Malam indah Zia dan Kenzopun tercipta Zia menyerahkan kehormatannya dengan ihlas dan Kenzopun menerimanya dengan ihlaspula tidak ada paksaan dari keduanya hanya ada ke relaan satu sama lain.


🚙🚙🚙


Setelah pergi dari Rumah Kenzo Diandra membawa laju mobilnya dengan kencang, Diandra yang marah bahkan kini seolah tak meperdulikan nyawanya, Beruntung jalanan cukup sepi hingga tidak ada satu mobilpun yang menghalangi Diandra membawa laju mobilnya dengan kencang

__ADS_1


"Kenapa kak Nik? Kenapa aku harus mencintaimu begitu dalam? Kenapa harus aku yang menderita di sini hiks hiks" Ucap Diandra pada dirinya sendiri sambil menangis


"Kau bahkan tidak pernah peduli padaku, lalu kenapa aku harus selalu peduli padamu?" ucap Diandra


"Aku juga ingin bahagia, akupun ingin bahagia hiks hiks" teriak Diandra frustrasi


"hiks hiks... Ahhh... Bodoh kenapa aku harus menjadi orang bodoh karena Nik" ucap Diandra lagi


Diandra di liputi dengan api kemarahan dan kecemburuan hingga tak tanpa sadar Diandra membawa laju mobilnya begitu sangat cepat keluar jalur


Diandra tidak bisa berpikir dengan baik hingga ahirnya suara klakson mobil truk yang besar menyadarkan Diandra, karena laju mobil Diandra terlalu cepat membuat dia sulit untuk menginjak rem mobil, demi menghindari sebuah tabrakan Diandra melempar stir mobilnya ke arah kiri hingga...


"Ahhhhhhhhh...." Suara jeritan Diandra


Brakkk....


Suara mobil Diandra yang menabrak pohon besar dengan begitu keras


Carrrtttt....


Suara pecahan kaca bagian depan mobil Diandra yang pecah


"Astagfirulloh ya Allah" ucap Diandra lemah

__ADS_1


__ADS_2