
Setelah melalui banyak rangkaian pemeriksaan dan pengobatan, kini Diandra telah di pindahkan ke ruang rawat inap VIP dalam keadaan yang belum kunjung sadar
"Bangunlah aku mohon jangan seperti ini, aku sungguh tidak ingin melihatmu seperti ini, ini menyakitkan bagiku, bangunlah aku mohon bangun, aku tidak pernah menginginkan hal ini terjadi padamu" Ucap seorang laki-laki dengan suara yang begitu pilu
"Diandra?" Panggilnya lagi dengan mengelus lembut pipi Diandra
"Bangunlah sayang" Ucapnya lagi
Tok tok tok
Ceklek...
"Tuan, Tuan dan Nyonya Malik sudah sampai begitupun dengan Tuan Muda Kenzo" Ucap salah satu anak buah laki-laki itu
"Baiklah" Jawab laki-laki itu tanpa mengalihkan pandangannya dari Diandra
"Sayang bangunlah dan kembalilah ceria, aku selalu memperhatikanmu" ucap laki-laki itu sambil mencium sekilas dahi Diandra
"Aku pergi, jagalah dirimu" Ucapnya lagi begitu lembut
__ADS_1
Laki-laki itu berdiri dan hendak pergi dari kamar inap Diandra tapi tanpa laki-laki itu sadari dia menjatuhkan benda kecil berharga miliknya yang selalu dia bawa ke manapun dia pergi, walaupun tidak pernah dia pakai tapi benda itu tidak pernah dia simpan jauh dari dirinya
Trinkk...ting... Suara dentingan benda kecil milik laki-laki itu jatuh tanpa dia sadari karena berbarengan dengan suara bergesernya kursi yang dia duduki sejak semalam
"Kita pegi" ucap laki-laki itu tegas
"Baik tuan" jawab sang bawahan sambil membuka pintu kamar untuk Tuannya
Sebelum laki-laki itu benar-benar pergi dia membalikkan tubuhnya dan dilihatnya lagi wajah cantik Diandra "Aku mencintaimu" Ucap laki-laki itu dalam hati, lalu pergi dari sana dengan di ikuti beberapa anak buahnya
Daddy Darsi, Mommy Almira dan Kenzo kini telah sampai di rumah sakit tempat Diandra di rawat mereka berjalan dengan begitu terburu-buru
Kenzo menghentikan sejenak langkahnya saat tanpa sengaja melihat sosok yang dia kenal dari jarak jauh
Kenzo ingin menghampiri laki-laki tersebut namun dia urungkan karena bagi kenzo keadaan Diandra jauh lebih penting dari sosok yang dia lihat, ahirnya Kenzopun memutuskan kembali melanjutkan langkahnya pergi ke kamar inap Diandra
Ceklek...
Kenzo melangkah masuk ke dalam kamar inap Diandra, dilihatnya mommy Almira yang sudah menangis tersedu-sedu sambil memegangi tangan kiri Diandra dan daddy Darsi yang sedang berusaha menenangkannya
__ADS_1
"Bagaimana ini bisa terjadi bukankah dia mau menginap di rumahmu? Tanya mommy Almira pada Kenzo
" Maaf mommy, ini semua salahku harusnya aku melarangnya lebih keras untuk pulang" jawab kenzo penuh sesal
"Hey apa yang kau katakan, ini bukan salahmu, ini sudah jadi kehendak Allah, sebaiknya kita berdoa semoga Diandra kita baik-baik saja" Ucap Daddy Darsi menengahi
Kenzo tidak mengatakan apapun dia merasa ini semua adalah salahnya yang tidak mampu menjaga adiknya dengan baik
"Mommy sudahlah jangan menangis lagi, Ken tetaplah di sini daddy akan pergi menemui dokter" Pinta daddy Darsi
"Iya Dad" jawab Darsi
Daddy Darsipun pergi untuk menemui dokter, kenzo melangkah mendekati mommynya dia duduk bersimpuh di bawah kusi yang diduduki mommy Almira
"Mommy maafin ken, ini salah ken harusnya ken tidak mengizinkan Diandra untuk pulang" Ucap Kenzo penuh penyesalan
"Tidak sayang Daddy benar ini bukan salahmu, ini sudah jadi kehendak yang kuasa, yang harus kita lakukan sekarang adalah berdoa dan mengucapkan terimakasih pada orang yang sudah menyelamatkan adikmu" Ucap Mommy Almira
"mommy bener kita harus mengucapkan terimakasih pada orang yang sudah menyelamatkan Diandra" Ucap Kenzo
__ADS_1
"Hem.. Bangunlah sayang" Ucap Mommy Almira lagi dengan memegang kedua bahu Kenzo
Kenzopun berdiri tapi tanpa sengaja dia melihat sebuah benda kecil yang tergeletak dilantai, tanpa sepengetahuan mommy Almira Kenzo mengambil benda itu dan memasukannya kedalam saku jaketnya