Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 53


__ADS_3

Hari ini Kenzo mulai kembali masuk kantor dan menjalankan aktivitas seperti biasanya, walaupun Kenzo sempat muntah dari waktu subuh tapi setelah makan banyak akhirnya Kenzo mulai merasa lebih baik, apalagi setelah memakan buah jeruk, kenzo merasa tubuhnya kembali vit berenergi.


Setalah Kenzo menyadari bahwa buah jeruk bisa meredakan rasa pusing dan mual pada dirinya, alhasil Kenzo memawa buah jeruk begitu banyak ke kantornya.


Zia dan Nik sampai di buat geleng-geleng kepala karena melihat Kenzo yang membawa begitu banyak buah jeruk.


Kenzo merubah pengharum ruangan dengan aroma jeruk, sebelum ruangannya beraroma jeruk Kenzo belum mau masuk ke dalam Ruang Kerjanya.


"Tuan ruangannya sudah siap di gunakan" ucap Nik


Mendengar itu Kenzo langsung masuk ke dalam ruang kerjanya, dan duduk di kursi kebesarannya.


"Hem, rasanya segar sekali" ucap Kenzo sambil menghirup aroma jeruk yang di terpa angin dari AC ruangan tersebut.


"Apa saja jadwalku hari ini?" tanya Kenzo.


"Sesuai ke inginan anda tempo hari, bahwa hari ini hanya ada satu rapat dan hari ini anda dan nona Zia akan pergi ke rumah tuan Agung untuk menyelesaikan masalah nona Zia" Jelas Nik.


"Ah... Iya, apa kau sudah memberi tahu istriku?" tanya Nik.


"Belum tuan, bukankah anda yang bilang akan menjemput nona Zia langsung tanpa memberi tahu padanya" ucap Nik.

__ADS_1


"Ah iya kau benar, semenenjak sakit aku jadi lupa akan semua rencana yang sudah aku susun dengan rapih" ucap Kenzo.


"Tapi sekarang aku sudah kembali sehat dan bugar, jadi kita akan kembali menjalankan rencana kita pada Tuan Agung dan keluarganya" ucap Kenzo lagi.


"Sesuai perintah anda tuan" jawab Nik.


Pukul 13.00 siang Kenzo sudah pulang ke rumahnya, dia berencana membawa Zia ke rumah Ayahnya.


"Nona muda, tuan sudah datang dan meminta anda untuk cepat masuk ke mobil, karena tuan bilang sedang malas keluar masuk mobil" ucap Pak syam.


"Ya ampun sebenarnya diatuh kenapa sih, sudah dua hari ini sikapnya benar-benar menyebalkan." gerutu Zia sambil berjalan keluar rumah dan langsung masuk ke dalam mobil.


"Suamiku Sebenarnya kita mau pergi ke mana?" tanya Zia.


Zia tidak bertanya lagi, karena Zia sudah cukup mengenal sikap suaminya, dia begitu tidak suka orang lain bertanya untuk yang kedua kalinya.


Setalah hampir tiga puluh menit akhirnya, Zia Kenzo dan Nik sudah sampai di sebuah rumah yang sangat Zia kenal, itu adalah rumah Ayahnya, sekaligus rumah derita Zia dan Ziko.


"Ayo kita masuk" pinya Kenzo.


Mendengar itu Zia langsung mematung, sungguh dia merasa begitu enggan untuk melangkah masuk ke dalam rumah tersebut, rumah itu begitu sangat menyeramkan bagi Zia, tiba-tiba ingatan masalalu Zia serasa menari-nari di kepala Zia.

__ADS_1


Kenzo melihat Zia yang hanya diam dan tak bergerak sedikitpun langsung mengenggam tangan Zia erat seolah menyalurkan energi fositif yang membuat Zia merasa tenang dan lebih baik.


"Hem iya ayo" jawab Zia setelah lama terdiam.


Zia, Kenzo, dan Nik, memasuki rumah besar dua tingakat tersebut, Nik menekan bel terlebih dahulu untuk memberitahu kedatangan mereka pada seisi rumah.


Lama Zia, Kenzo, dan Nik menunggu diluar rumah, bahkan Nik harus menekan tombol bel berulang kali, hal itu membuat Kenzo merasa kesal dan geram.


"Dobrak saja pintunya" perintah Kenzo.


Mendengar itu mata Zia langsung membola sempurna.


"Suamiku mungkin mereka sedang tidak ada di rumah" ucap Zia.


"Tidak ada di rumah bagaimana sayang, coba kau lihat kesebelasan sana." Ucap Kenzo memberikan kode dengan ekor matanya.


Zia menoleh ke semua penjuru di luar rumah, dan zia baru sadar, ternyata semua area rumah Ayahnya sudah di kepung oleh begitu banyak bodyguard Kenzo.


"Kau ingin tahu sejak kapan mereka di sana?" tanya Kenzo.


Dan Zia hanya mengangguk tak bersuara.

__ADS_1


"Sejak dua haru yang lalu, dan selama itu mereka tidak keluar dari dalam rumah" ucap Kenzo.


__ADS_2