Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 51


__ADS_3

Pagi hari kenzo masih merasa mual yang luar biasa, sejak subuh kenzo terus bulak-balik keluar masuk ke dalam kamar mandi untuk memuntahkan semua isi perutnya yang sudah kosong karena belum di isi lagi dengan sarapan pagi.


Melihat itu Zia jadi sedih sendiri lataran dia merasa bersalah karena menurutnya kenzo jadi sakit gara-gara dirinya,


"Suamiku, makan dulu ya, biar kamu gak lemes" ucap Zia dengan mata yang berkaca-kaca.


"Aku gak apa-apa cuman masuk angin aja, mungkin karena semalam terlalu lama di luar" jawab Kenzo sambil merebahkan dirinya di ranjang.


"Kalau saja aku gak minta kamu pergi semalam, mungkin kamu gak akan sakit sekarang" ucap Zia dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya.


"Hey jangan menangis, aku sungguh tidak apa-apa, nanti juga pasti sembuh" ucap Kenzo sambil mengelus tangan Zia yang ada di lengan tangannya.


Sungguh Kenzo sudah merasa tubuhnya begitu lemas dan tak berdaya,


"Suamiku makan dulu ya, ini aku suapin" ucap Zia


"Enggak aku gak mau, aku mau tidur saja" jawab Kenzo


"Tapi kamu harus makan" ucap Zia


"Kalau aku makan aku akan muntah lagi, jadi aku gak mau makan dulu, nanti saja" pinta Kenzo


Tok tok tok


Ceklek..


"Nona Dokter Salim sudah datang, boleh kami masuk?" tanya Nik yang sudah membuka sedikit pintu kamar Zia dan Kenzo.

__ADS_1


"Iya.. Masuk saja" jawab Zia.


Nik yang mendengar Kenzo sakit dari Pak syam langsung menghubungi Dokter salim untuk memeriksa keadaan Kenzo.


"Tuan" sapa Nik.


"Hem" jawab Kenzo tanpa membuka matanya karena Sudah terlalu lemas.


"Dokter langsung saja di periksa" pinta Zia.


"Baiklah" jawab Dokter salim ramah.


Dokter salim pun langsung memeriksa keadaan Kenzo, melihat keadaan Kenzo yang sudah kehilangan banyak cairan tubuh, hingga membuatnya Dehidrasi dan harus di infus, Dokter salim pun memasangkan infus pada Kenzo, setalah dirasa selesai baru dia melirik Zia yang terus terisak tanpa mengatakan apapun.


"Suamimu tidak apa-apa tenanglah, dan biarkan dia istirahat dulu untuk saat ini, saya juga sudah memasangkan infus, saya yakin keadaannya nanti pasti akan baik-baik saja." Ucap Dokter salim


"Sebaiknya untuk saat ini jangan dulu di ganggu biarkan dia untuk tidur, dan nanti Nik akan menebuskan obat untuk Suamimu." Ucap Dokter salim.


"Saya permisi, karena harus segera kembali ke rumah sakit." Ucap Dokter lagi.


"Iya dokter sekali lagi terimakasih." Ucap Zia.


"Sama-sama, tolong jangan menangis lagi, aku yakin suamimu juga tidak akan suka" ucap dokter salim ramah.


Nik dan dokter salim pun pergi dari kamar kenzo mereka berjalan bersama hingga pintu keluar.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Dokter salim.

__ADS_1


"Aku baik dokter" jawab Nik.


"Sudah satu minggu ini Tania Putriku selalu mengeluhkan dirimu yang tidak menemuinya, dan dia bilang kau juga sulit untuk di hubungi." Ucap Dokter salim.


"Aku hanya sedang sedikit sibuk dokter, apalagi tuan Kenzo saat ini sedang sakit, maka beban kerjaku pun pasti akan semakin banyak." Jawab Nik.


"Sesibuk apapun kau harus menyempatkan diri untuk istirahat, jangan memporsir tubuhmu terus menerus. Ingat kau juga membutuhkan istirahat." Ucap Dokter.


"Tentu Dokter aku selalu ingat pesan anda" jawab Nik.


"Aku tidak akan bosan mengingatkan padamu untuk secepatnya memberi tahu yang sebenarnya pada semua orang, terutama Kenzo dan Diandra, karena mereka berdua adalah orang yang paling berhak tahu atas kebenarannya tentang dirimu Nik." Ucap dokter


"Jika kau masih menunda kebenaran ini lebih lama lagi, maka aku sendiri yang akan memberi tahu Kenzo dan Diandra yang sebenarnya." Ucap dokter salim.


"Tidak dokter jangan, belum saatnya mereka tahu yang sebenarnya." Ucap Nik


"Lantas kapan saat nya itu akan tiba?" tanya Dokter salim.


"Setelah pekerjaanku selesai, aku janji akan menemui Tania" Ucap Nik tanpa menjawab pertanyaan dari dokter salim.


"Kau memang bener-bener keras kepala ya Nik." Ucap Dokter salim yang mulai merasa geram.


Nik tidak menjawab hanya menunjukkan seyum simpul saja pada Dokter salim.


"Sudahlah, aku pergi dulu" ucap Dokter salim.


"Berhati-hatilah di jalan dokter" jawab Nik.

__ADS_1


__ADS_2