Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 92


__ADS_3

Tepat pukul 04.00 sore Nik keluar sebentar dari ruang kerja Hans, untuk melaksanakan Sholat asar, Nik berjalan dengan tertatih-tatih menuju kamar tamu yang di tempatinya di lantai bawah.


Sesampainya di lantai bawah Nik melihat Diandra tengah tertawa lepas ditemani Kimmy dan Faiz, mereka napak baru pulang dari berbelanja, itu di buktikan dengan begitu banyaknya paper bag yang mereka tenteng.


Diandra menghentikan tawanya pada saat melihat Nik, Nik yang sadar diri langsung masuk kedalam kamarnya, dan melaksanakan Sholat Asar, setalah selesai dia langsung kembali naik ke ruang kerja Hans di lantai dua, dan tidak keluar hingga waktu makan malam tiba.


Semua orang nampak berkumpul di ruang makan untuk makan malam termasuk Faiz yang belum pulang dari kediaman Hans sejak pagi tadi, hanya Nik yang tidak terlihat di sana.


"Di mana Nik?" tanga opa Ibrahim.


"Nik sedang sibuk dengan pekerjaannya" ucap Uncle Hans.


"Bukankah semua pekerjaan Nik sudah selesai?" tanya Lucy istri Hans.


"Sayang, selama uang masih berputar maka pekerjaan tidak akan pernah ada selesainya." Ucap Hans.


"Kalu begitu minta dia untuk makan malam terlebih dahulu" pinta Lucy.


"Tidak perlu, jika dia lapar dia akan turun sendiri." sanggah Hans tegas.


Sebenarnya Diandra merasa sedikit gelisah mengingat tentang keadaan Nik, tapi hal itu dengan cepat dia tepis dan kembali bercanda ria dengan keluarganya dan Faiz.


Tanpa disadari semua orang Nik sedang berdiri di ambang pintu menuju ruang makan, namun Nik menghentikan langkahnya tatkala mendengar perkataan Tuan Hans.


Nik hanya mematung sambil melihat bagaimana Diandra begitu bahagia sekali malam ini, dia nampak tertawa begitu lepas, sambil bercanda dan dia terlihat makan begitu lahapnya.


Satu hal yang sangat disadari Nik semua kebahagiaan Diandra bukan berasal dari dirinya, dan Nik juga menyadari dirinya tidak pernah bisa membuat Diandra begitu bahagia hingga tertawa begitu lepas seperti saat ini.


Perlahan Nik melangkah mundur dan kembali ke ruang kerja Hans dia menenggelamkan semua emosinya dalam semua pekerjaan yang diberikan Hans kepadanya.


Setelah makan malam Diandra dan Kimmy pun mengantarkan Faiz hingga teras depan rumah.


"Baiklah para gadis aku pulang dulu, jangan rindu ya" ucap Faiz sambil tersenyum jenaka.


"Istt siapa juga yang akan merindukanmu" jawab Kimmy dengan canda tawanya.


"Oh iya Bagaimana kalau besok kita pergi ke taman bermain, pasti seru, apa kalian mau?" ajak Faiz.

__ADS_1


"Em boleh juga" jawab Kimmy dan Diandra.


"Baiklah kalau begitu aku akan menjemput kalian besok pagi okh?" ucap Faiz.


"Okh" jawab Kimmy dan Diandra bersamaan.


Setelah itu Faiz pun pergi dari kediaman Hans.


"Diandra, sekarang beritahu aku sebenarnya apa yang terjadi pada Nik?" tanya Kimmy.


"Kak Kimmy maaf tapi aku tidak bisa mengatakannya" jawab Diandra sambil menunduk.


"Hem... Ya sudah kalau kamu memang tidak ingin mengatakannya padaku, aku tidak akan memaksamu, tapi aku harap apapun masalahmu dengan Nik, semoga itu bisa cepat terselesaikan." Ucap Kimmy.


"Terimakasih kak" ucap Diandra.


"Tidak masalah adikku" jawab Kimmy.


Pagi hari semua sudah berkumpul di meja makan, Diandra melihat Nik yang sudah begitu rapih dengan baju formalnya, uncle Hans yang Melihat semua orang menatap Nik dengan terheran pun akhirnya menjelaskan.


"Kembali ke Indonesia?" ucap seseorang yang baru saja datang


"Faiz?" ucap Kimmy.


"Ah maaf semuanya selamat pagi, aku tidak bermaksud menguping, hanya saja kebetulan terdengar pada saat aku datang." Ucap Faiz sambil tersenyum kaku.


"Pagi-pagi sekali kau sudah ada di sini?" tanya Hans sarkas.


"Daddy lebih tepatnya aku yang meminta dia untuk datang pagi ini, dan ikut sarapan bersama kita, karena hari ini aku, Diandra dan Faiz akan pergi ke taman bermain." Tutur Kimmy menjelaskan.


"Hem..." Jawab Hans.


"Ayo Faiz duduklah" ucap Kimmy dan Faiz pun duduk didekat Kimmy dan Diandra.


"Mohon maaf Tuan Nik, tadi aku mendengar anda akan kembali ke Indonesia, apa Diandra juga?" tanya Faiz.


Nik yang ditanya pun menghentikan kegiatan sarapan paginya, dan melihat Diandra yang juga sedang Menatapnya.

__ADS_1


"Nona Diandra bisa ikut pulang bersamaku jika dia mau" ucap Nik dingin.


"Yang jelas aku harus segera kembali ke Indonesia karena tuan besar Darsi sudah memintaku untuk kembali." Ucap Nik lagi.


Mendengar itu Diandra pun terpaku.


"Aku akan ikut pulang" ucap Diandra, membuat semua orang menghentikan sarapan paginya.


"Kalau begitu aku juga ikut" ucap Kimmy, tak kalah heboh.


"Bolehkan Daddy?" tanya Kimmy.


"Em... Pergilah" jawab Hans.


"Yes..." Ucap Kimmy begitu senang.


"Kalau begitu bolehkah aku ikut pulang bersama kalian?" tanya Faiz.


"Tentu saja boleh" jawab Kimmy dan Diandra bersamaan.


Nik yang mendengarnya merasa kesal bukan main.


Setalah selesai sarapan Nik dan Hans langsung pergi ke kantor, sedangkan Diandra, Kimmy dan Faiz langsung pergi ke taman bermain.


Sejenak Diandra melirik Nik dari dalam kaca mobil yang sudah melaju meninggalkan kediaman Hans, Nik napak begitu dingin seperti biasanya, dia bahkan sibuk dengan ponselnya.


"Katakan?" ucap Nik seseorang dari dalam telepon.


"Tuan kejadian itu murni sebuh kecelakaan, dan kami tidak melihat ada hal yang mencurigakan" jawab si penelephone.


"Kau yakin?" tanya Nik lagi.


"Kami yakin Tuan" jawabnya lagi.


"Baguslah, kalau begitu sekarang kau siapkan pesawat untuk kepulangan kita ke Indonesia besok pagi." Perintah Nik.


"Baik Tuan" jawab anak buah Nik, lalu sambungan telephone pun terputus.

__ADS_1


__ADS_2