Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 42


__ADS_3

Brakk...


Suara pintu yang dibuka dengan keras terdengar dari kamar inap ayah Zia, membuat Ayah Agung dan ibu Helena terlonjak kaget


"sisil kamu apa-apa si, masuk kok sampai harus banting pintu segala, Ayah kamukan lagi sakit kalau sampai ayah kenapa-kenapa gimana?" Ucap Ibu Helena


"Bu tadi aku ketemu sama Zia bu, ternyata Zia memang masih hidup, dan ibu harus tau sekarang Zia sudah menikah dengan orang yang sangat kaya raya bu" Ucap Sisil menggebu-gebu


"Zia?" Tanya Ibu dan Ayah bergantian


"Iya bu, bahkan penampilan mereka sungguh berbeda sekali, mereka menggunakan pakaian yang sangat mahal" Ucap sisil


"Mereka? Mereka siapa maksud kamu?" Tanya Ibu Helena


"Siapa lagi kalau bukan Zia sama Ziko" Ucap Sisil

__ADS_1


"Apa? jadi mereka sudah bertemu?" Tanya Ibu Helena tak percaya


"Iya bu, kalau saja ibu waktu itu tidak membuang Ziko, sekarang ini mungkin kita bisa menggunakan Ziko sebagai alat untuk memanfaatkan Zia" keluh Sisil


"Bukannya kamu yang waktu itu nyuruh ibu buat mengusir Ziko? Terus kenapa sekarang kamu malah nyalahin ibu?" protes ibu


"Sudah-sudah, jangan merencanakan hal buruk lagi untuk Zia dan Ziko biarkan mereka bahagia, jangan ganggu mereka lagi" Ucap Ayah Agung


"Apa? Ayah bilang apa? Memberikan mereka bahagia? Tidak itu tidak akan pernah terjadi, aku bahkan tidak mengizinkan Zia bahagia sedikitpun, akan aku pastikan aku yang akan merebut kebahagian mereka" Ucap Sisil penuh ambisi


"Cukup sisil, apa kamu sudah lupa selama ini kita hidup dari siapa? Kita hidup dari harta peninggalan ibunya Zia dan Ziko, kita bahkan sudah membuat mereka menderita selama bertahun-tahun dan kita juga yang sudah merebut semua hak dan kebagian mereka, harusnya kita meminta maaf pada mereka dan bukan malah berniat menghancurkan kebahagian mereka lagi" Ucap Ayah Agung


"Lihat? Putrimu Helen aku bahkan semakin tidak mengenal siapa dia" Ucap Ayah Agung


"Kau menyalahkan aku? Dia juga putrimu" ucap Ibu Helena tidak mau di salahkan

__ADS_1


"Sudah cukup Ayah, Ibu besok Zia akan datang menjenguk Ayah, seperti biasa ibu harus mendukungku" pinta Sisil


"Tentu sayang ibu akan selalu mendukungmu" jawab ibu Helena


"Kalian sungguh-sungguh sudah menjadi monster yang haus akan harta" Ucap Ayah Agung yang tidak bisa mengatakan apapun lagi.


♦️♦️♦️


Malam ini terasa berat dan panjang bagi Zia, Kenzo, Diandra, dan Nik mata mereka memang tepejam untuk tidur tapi tidak dengan hati dan pemikiran mereka


Mereka larut dalam pikiran masing-masing sehingga tidak ada yang tidur dengan tenang malam ini dari mereka berempat


Nik dan Diandra saling memikirkan satu samalain


Zia yang sedang memikirkan tentang keluarga Ayahnya, yang Zia takutkan adalah mereka akan menganggu kehidupan baru Zia dan Ziko yang sudah begitu tenang dan nyaman bahkan sangat bahagia

__ADS_1


Sedangkan Kenzo sedang memikirkan tentang Nik, Diandra dan Zia istrinya, sungguh melihat keadaan mereka saat ini membuat Kenzo merasa bertanggung jawab untuk membuat mereka semua bahagia


"Tidak akan aku biarkan siapapun merusak kebahagiaan keluargaku" Ucap Kenzo dalam hati


__ADS_2