
Di salah satu pusat perbelanjaan di Kanada, Toko demi toko di kunjungi Kimmy dan Diandra dari semua yang mereka lakukan hanya Kimmy yang nampak menikmati semuanya dan Diandra nampak murung dan tak membeli apapun dari semenjak mereka masuk ke mall tersebut hingga mereka pulang.
Hingga tak terasa hari pun kini sudah malam, Diandra masih setia dengan wajah sendunya.
"Hey... Diandra, sejak tadi kau murung saja, dari pada kau murung dan kesal sendiri seperti ini, kenapa tidak kau tlpn saja Nik, supaya semua rasa penasaran mu hilang dalam sekejap" ucap Kimmy.
"Ih apaan sih kak Kimmy, aku gak lagi mikirin dia kok, lagian buat apa aku mikirin dia gak ada kerjaan baget." elak Diandra dengan memalingkan pandangannya ke arah lain.
"Em... Yakin ni gak lagi mikirin Nik?" tanya Kimmy.
"Iya enggak" ucap Diandra bohong.
Saat mereka sedang asik berbicara, Nik pun datang dia baru saja pulang dari kantor cabang Maliq grup yang ada di Kanada, wajahnya napak begitu lelah dan terlihat pucat.
"Nik kau baru pulang?" tanya Kimmy menghentikan langkah kaki Nik.
"Iya Nona" jawab Nik sambil mencuri pandang pada Diandra.
"Ya sudah sebaiknya kau cepat mandi, Diandra akan membawakan makan malam mu ke kamarmu." Ucap Kimmy dengan santainya.
"Kak Kimmy apaan sih?" ucap Diandra salah tingkah.
"Tidak perlu Nona saya bisa ambil sendiri" tolak Nik dengan datarnya.
"Jika tidak ada hal lain lagi saya permisi dulu" ucap Nik sambil berlalu pergi tanpa menunggu jawaban dari Diandra atau pun Kimmy.
"Ya ampun tuh orang datar banget kaya triplex" gerutu Kimmy kesal karena Nik pergi begitu saja.
"Ya ampun kak, kakak kan tau dia kan orangnya gitu, datar kaya jalan tol" ucap Diandra.
"Cie... Dibelain" celoteh Kimmy.
"Apaan sih, ah udah ah, mau masuk kamar" ucap Diandra.
"Yakin gak mau bawain makan malam ke kamarnya?" tanya Kimmy lagi.
__ADS_1
"Kakak" ucap Diandra.
"Hahahh.... Udah sanah bawain dia makan malam ke kamarnya, kasihan dia udah kerja dari pagi sampe malem." Ucap Kimmy sambil berlalu pergi ke kamarnya.
Diandra sejenak mematung di tempatnya dia napak berpikir keras, hati, dan pikirannya berperang keras antara gengsi dan rasa ingin.
Akhirnya pikiran Diandra pun menang dia melangkahkan kaki ke arah dapur dan membuat makan malam untuk Nik, setalah selesai Diandra pun langsung pergi ke kamar Nik.
Tok tok tok...
Diandra mengetuk pintu kamar Nik, tapi Nik tak kunjung membuka pintu kamarnya, karena merasa kesal akhirnya Diandra pun membuka pintu kamar Nik, Dia mengintip di balik pintu sambil memanggil nama Nik.
"Kak Nik?" panggil Diandra tapi tidak ada jawaban.
"Kak Nik?" panggil Diandra lagi sambil membuka lebar pintu kamar.
Selangkah Diandra mulai masuk ke kamar yang di tempati Nik, dilihatnya kamar itu nampak kosong tak bertuan, lalu Diandra pun menyimpan nampan berisi makanan di atas meja.
"Mungkin dia sedang di kamar mandi" ucap Diandra.
Ceklek...
"Nona?" panggil Nik.
"Kak Nik" jawab Diandra sambil melihat Nik yang baru keluar dari kamar mandi lengkap dengan piyama tidurnya.
Nik berjalan ke arah Diandra sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk yang dia bawa.
"Aku bawakan makan malam untuk mu, jangan salah faham kak Kimmy yang meminta ku" ucap Diandra sedikit salah tingkah.
"Hem" jawab Nik sekenanya saja tanpa melihat wajah Diandra yang berubah pasi.
"menyesal... menyesal aku sudah bawakan makanan untuknya" ucap Diandra dalam hati.
Tanpa mengatakan apapun Diandra pergi dari kamar Nik.
__ADS_1
"Apakah besok malam kau punya waktu luang?" pertanyaan Nik menghentikan langkah kaki Diandra yang hampir di ujung pintu.
"Entahlah, memangnya kenapa?" jawab Diandra ketus.
"Aku ingin mengajakmu pergi, kalau kau bersedia tentunya." Ucap Nik sambil memakan makan malam yang di bawakan Diandra untuknya.
"Kita lihat saja nanti" jawab Diandra ambigu.
"Aku akan menjemput mu besok malam jam 20.00 malam, bersiaplah" ucap Nik, sambil melihat Diandra penuh arti.
"Aku belum menjawab iya!" sanggah Diandra.
"Apapun jawaban mu kita akan pergi besok malam" jawab Nik enteng.
"Kau..." pelik Diandra geram
"Selamat malam Nona" potong Nik sambil kembali fokus memakan makan malamnya.
Bragggg....
Diandra menutup pintu kamar Nik cukup keras, dia menyalurkan kemarahannya pada pintu yang tak berdosa.
Sementara Nik dia hanya duduk santai sambil terkekeh saja melihat bagaimana Diandra marah padanya.
"Enak, sangat enak, kau memasak makan malam yang sangat enak Diandra ku." Ucap Nik.
Pagi hari setelah sarapan pagi Nik langsung bergegas pergi dari kediaman Hans, dia meminta izin untuk menyelesaikan urusan pribadinya pada Hans.
Nik membawa laju mobilnya pada sebuah rumah sakit yang sangat besar dan sangat bagus di Kanada, dia langsung pergi keruangan salah satu Dokter bernama luis.
"Hai Dok, maaf aku terlambat" sapa Nik setalah dia masuk keruangan Dokter Luis.
"Tidak Tuan Nik kau datang tepat waktu" jawab Dokter Luis.
"Kau siap dengan semua pemeriksaan?" tanya Dokter Luis.
__ADS_1
"Iya..." Jawab Nik lesu.