
"Apa menikah?" Teriak Almira
"Tidak ma, Pa, Almira tidak mau menikah, kalaupun aku mau nikah aku mau menikah dengan laki-laki yang aku cintai dan bukan dengan laki-laki yang tidak aku kenali sama sekali." Protes Almira
"Almira sayang mengertilah ini permintaan kakekmu, dia ingin kamu menikah dengan anak sahabatnya, sebenarnya mama dan papa juga kurang setuju tapi melihat keadaan kakek yang sedang sakit parah mama dan papa tidak bisa berbuat apapun, keadaannya tidak memberikan kita pilihan sayang, tolong mengertilah kali ini tolonglah bantu kami" pinta mamah Almira
"Tapi ma Almira gak bisa, Almira gak mau mah, pa tolong lakukan sesuatu, Almira gak mau nikah dengan cara seperti ini pa.." Pinta Almira sambil sambil mengunjangkan lengan papanya.
"Maafin papa sayang, mamamu benar keadaan kakek saat ini sangat memprihatinkan dia hanya punya 1 permintaan yaitu, menikahkanmu dengan anak teman kakekmu, papa sebenarnya juga kurang setuju tapi kamu taukan kakekmu seperti apa, dia sangat keras dan tidak terbantahkan apalagi kakekmu sedang sakit jantung saat ini kita tidak bisa melakukan apapun selain menuruti apa mau kakekmu" tutur papa Iskandar
"Tapi ini hidup Almira pa, Almira berhak memilih calon suami sediri, ini gak adil pa, mah hiks hiks..." Ucap Almira parau karna menangis
"Maafin mama sama papa sayang, ini demi kakekmu, tolong nak kamu bersedia ya.." pinta mama Jainab
"Almira gak bisa ma Almira gak mau" Teriak Almira sambil berlari ke kamarnya
"Pa gimana ini?" Tannya mama Jainab
"Tenanglah nanti kita bicarakan lagi" jawab papa Iskandar
"Ini gak adil aku gak mau nikah sama orang yang gak aku kenal, dan gak aku cinta, ini gak adil, ini gak adil hiks hiks...." Teriak Almira
🥀🥀🥀
"Apah... Mengundurkan diri?" Tanya Darsi
__ADS_1
"Iya Tuan!" jawab Almira
"Tapi kenapa?" Tanya Darsi
"Karena saya harus menikah Tuan" jawab Almira
DEG...
"Me.. Nikah?" Ucap Darsi terbata
"Iya Tuan"
Darsi mengepalkan tangannya kuat di bawah meja, hatinya tidak terima jika Almira dimiliki orang lain, tapi Darsi sadar dia tidak bisa melakukan apapun.
"Kau yakin dengan keputusanmu?" Tanya Darsi
"Iya Tuan!" Jawab Almira lemah
"Jika kau sudah yakin dengan keputusanmu, semoga kau bahagia" Ujar Darsi datar
"Trimakasih Tuan, saya Permisi Undur diri" Ucap Almira
Darsi hanya mematung tak bergeming di tempat duduknya, merasakan hatinya yang sakit, saat mengetahui Almira wanita yang dia cintai dalam diam akan menikah
Ahhhhh.... Brakkk... Teriak Darsi sambil megebrak meja dan mengacak-acak semua berkas yang ada di hadapannya,
__ADS_1
"Keruangku sekarang juga" pinta Darsi pada seseorang yang dia telpn.
Tok tok tok
Ceklek...
"Tu... An, anda memanggil saya?" Tanya Marco
"Ada apa ini kenapa ruangan Tuan Darsi berantakan seperti ini, ini pasti ada yang tidak beres" Ucap Marco dalam hati
"Almira mengundurkan diri, dia bilang ingin menikah, cari tau siapa laki-laki itu sekarang" Printah Darsi.
"Ho... Jadi ini semua karena sekretaris itu, apakah anda mencintai wanita itu tuan sampai melakukan semua ini " ucap Marco lagi masih dalam hati
"Apa yang kau tunggu?" teriak Darsi membuyarkan semua lamunan Marco
"Ba.. Baik Tuan" Ucap Marco terbata, Marcopun pergi dari ruangan Darsi
"Almira kau akan jadi milikku" Ucap Darsi
Setelah kembali dari Petusahaan Malik Group Almira dan orang tuanya langsung bergegas pergi untuk kembali ke kota G, selama dalam perjalanan Almira meratapi nasibnya yang akan segera menikah dengan orang yang bahkan tidak dia kenal dan tidak dia cintai
🥀🥀🥀🥀
Jangan lupa tinggalkan jejak ya... 😉😉
__ADS_1