Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 49


__ADS_3

Di tengah malam Zia terbangun dari tidurnya, karena merasakan lapar yang amat sangat, hingga terasa perih di perutnya.


"Suamiku bangun" pinta Zia, tapi Kenzo bahkan tidak bergerak sedikitpun.


"Suamiku?" ucap Zia lagi, tapi Kenzo masih setia dengan tidur nyenyaknya.


"Suamiku?" bentak Zia lagi dengan suara tinggi sambil menepuk-nepuk pipi Kenzo keras.


"Hem" jawab Kenzo tanpa membuka matanya.


"Aku lapar" ucap Zia tapi Kenzo malah tidur lagi.


"Suamiku? Aku lapar hiks... hiks..." ucap Zia mulai menangis.


Mendengar Zia menangis Kenzo langsung bangun dari tidurnya, "Kenapa nangis sih sayang?" tanya Kenzo sambil menguap.


"Aku lapar hiks.. hiks.. " ucap Zia lagi.


"Baiklah jangan nangis lagi ya, aku akan suruh pak syam buatkan makanan untukmu?" ucap Kenzo sambil mengelus punggung Zia.


"Gak mau, aku tuh manunya makan sate, martabak, sama surabi, terus surabinya harus yang gurih, dan aku maunya kamu yang beliin" ucap Zia.


Mendengar itu Kenzo hanya menganga tanpa menjawab pertanyaan Zia.


"Tunggu apa tadi kamu bilang?" Tanya Kenzo lagi.


"Aku mau kamu  beliin Sate, Martabak, sama Suarabi, dan aku mau surabi yang rasanya gurih" ucap Zia lagi.

__ADS_1


"Aku yang beliiin?" tanya Kenzo


"Iya kamu!" ucap Zia.


"Kenapa gak mau?" tanya Zia lagi yang langsung berubah dengan mode ngambeknya.


"Kalau aku gak mau?" tanya Kenzo balik.


"Oh jadi Kamu gak mau hiks.. Hiks.." jawab Zia dengan mulai mengis lagi.


Huffff.. Kenzo membuang nafasnya kasar, sungguh dia merasa bingung dengan sikap istrinya saat ini, "Baiklah aku beliin, tapi besok saja ya, ini sudah malam, lebih baik kamu makan..... " ucapan kenzo terpotong.


"Gak mau, pokoknya sekarang hiks... Hiks.. " pinta Zia tak terbantahkan.


Hufff lagi-lagi Kenzo menghembuskan nafasnya kasar.


Mendengar itu wajah Zia langsung berubah ceria, "Cepatlah" ucap Zia penuh semangat.


"Hem" jawab Kenzo sambil menyibakkan selimutnya, dan mengalahkah ke kamar mandi.


Zia yang melihat Kenzo berjalan tidak ke arah pintu keluarpun langsung menegurnya "Suamiku mau ke mana?" tanya Zia.


"Aku mau ke kamar mandi, mau cuci muka biar gak ngantuk, kenapa mau ikut ke kamar mandi hem?" jawab Kenzo gemes.


"Enggak, ya udah cepetan jangan lama" ucap Zia lagi.


Kenzo pun masuk ke kamar madi dengan perasaan agak kesal, pasalnya tidur nyenyaknya harus di ganggu oleh Zia, dia membasuh wajahnya dengan air dingin setelah di rasa cukup segar kenzo langsung mengambil jaket dan kunci mobilnya.

__ADS_1


"Aku pergi" ucap Kenzo datar.


"Iya, jangan lama ya" jawab Zia dengan seyuman sejuta watt.


"Hem" ucap Kenzo sambil melangakah keluar dari dalam kamar.


Kini Kenzo tengah mengendarai mobilnya menuju pusat kota yang memang masih sangat ramai dengan hilir mudik orang-orang dari para remaja yang sedang duduk-duduk di pinggir jalan, atau di kedai-kedai jualan yang memang masih selalu buka di tengah malam, ataupun orang-orang yang memang masih mencari rupiah di gelapnya malam.


Kenzo memarkirkan mobilnya di salah satu tukang sate di pinggir jalan, dia turun dari dalam mobil dan langsung memesan sate pada si penjual tanpa menoleh ke kanan dan kirinya.


"Pak satenya satu porsi ya" ucap Kenzo, lalu Kenzo pun mulai memikirkan wajah Zia yang menangis tadi sebelum berangkat,


"Satu porsi siap mas di tunggu ya sebentar" ucap penjual sate.


"Gimana kalau nanti dia minta nambah makan satenya? Kan pasti aku harus kembali lagi buat beli satenya, wah jangan sampai!" ucap Kenzo dalam hati,


Setelah berpikir sejenak Kenzo pun langsung merubah pesanannya yang tadinya hanya satu porsi sate menjadi dua porsi sate.


"Pak satenya nambah jadi dua porsi ya" ucap Kenzo lagi.


"Dua porsi mas, siap di tunggu ya, silahkan duduk dulu" ucap penjual sate.


Kenzo berniat meduduk di meja yang telah tersedia tapi pada saat Kenzo berbalik badan, Kenzo baru sadar begitu banyak tatapan para wanita malam yang mengarah padanya, melihat itu kenzo jadi merasa kurang nyaman diapun memutuskan untuk menunggu di dalam mobil saja.


"Pak saya tunggu di mobil ya? tuh mobilnya yang di depan!" ucap Kenzo sambil menunjuk mobilnya.


"Baik mas" jawab si penjual sate

__ADS_1


__ADS_2