Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 20


__ADS_3

Kini Zia telah sampai di sebuah rumah mewah tiga lantai, walaupun tidak semegah rumah utama Keluarga Maliq, bagi Zia rumah ini sangat besar, Zia berpikir mungkin salah alamat tapi Zia melihat Kenzo turun dari mobil dan melangkah masuk kedalam, langkahnya terhenti saat melihat Zia tak kunjung keluar dari dalam mobil


"Turun kau mau semalaman berada di dalam mobil" Ucap Kenzo dingin yang kembali ke dekat mobil


Mendengar nada bicara Kenzo yang dirasa berbahaya baginya Ziapun turun dari dalam mobil dan mengikuti langkah kenzo tepat di belakangnya


Zia menghentikan langkahnya di depan sebuah pintu kamar, Zia melangkah mundur dari pintu kamar itu, Kenzo yang merasa Zia tidak mengikutinya masuk langsung kembali ke ambang pintu


"Kenapa kau tidak masuk?" Tanya Kenzo datar


"Em aku akan tidur di kamar yang lain" ucap Zia


"Kau mau semua orang tau kalau pernikahan kita tidan baik-baik saja?" ucap Kenzo yang mulai emosi


"bukan begitu..." ucap Zia terpotong


"Cepat masuk!" Perintah Kenzo memotong perkataan Zia

__ADS_1


Dengan langkah gugup Zia memasuki kamarnya dipandanginya semua sudut kanarnya, sungguh kamar yang sangat luas dan megah


"Bajumu sudah tersedia di lemari, bersihkan dirimu, aku akan mandi di kamar lain" Ucap Kenzo seraya pergi dan membawa serta handuk di tangannya


Zia hanya mengangguk, lalu melangkah ke ruang ganti dan benar saja di sana semua baju Zia sudah tersedia mulai dari baju santai, baju tidur, jaket, sepatu, tas, dan sebagainya yang membuat Zia tercengang adalah harga dari setiap baju yang ada di lemari itu sungguh harga yang sangat fatastis Zia bahkan di buat merinding dengan bandrol harga di setiap baju yang belum di lepas.


"Ya ampun ini beran baju punyaku semua, tapi ini kok kaya toko baju ya" Zia tertawa sendiri melihat semua baju-bajunya itu,


Lalu Zia disadarkan dengan keadaannya sekarang, "Ya ampun aku harus cepat sebelum Yang mulya raja kembali" Ucap Zia sambil mengambil piyama tidur dan handuk setelah itu langsung bergegas masuk ke kamar mandi


Setelah selesai Zia mengamati sekelilingnya dan ternyata Kenzo belum masuk kedalam kamar "Aman belarti dia belum kembali, lebih baik aku Sholat isya dulu" ucap Zia


"Apa yang kau lakukan di sana? Apa kau tidak akan tidur, lihat ini sudah sangat malam" Ucap kenzo


"Em Iya" Ucap Zia sambil melangkah ke arah sofa


Kenzo yang melihat itu langsung bertanya "mau apa kau?" Tanya Kenzo

__ADS_1


"Tidur" Ucap Zia polos


"Aku melarangmu tidur di sofa atau di lantai cepat kemari, dan tidurlah di ranjang" perintah Kenzo


"Tapi..."


"Tidak ada tapi tapian cepat" ucap kenzo lagi


Zia mendekat ke ranjang dengan gugupnya


"Dengar ranjang ini sangat luas untuk kita berdua, dan lihat aku menyimpan guling di antara kita, salah satu di antara kita tidak boleh melewatinya mengerti" Ucap kenzo


"Dan satu lagi jangan salah sangka, aku mengizinkanmu tidur di dekatku hanya karena aku tidak mau di anggap suami yang kejam yang membiarkan istrinya tidur di sofa apalagi di lantai kau mengerti" Ucap Kenzo lagi.


"Iya" jawab Zia


"Matikan lampunya" ucap kenzo lagi

__ADS_1


Ziapun mematikan lampu dan setelah itu berbaring di samping kenzo walau jarak di antara dia dan kenzo cukup jauh tapi itu tetap membuat jantung Zia berdetak lebih cepat


"Ya ampun ini kenapa si kok jantung aku berdebar tak karuan gini, ini pasti ada yang salah dengan jantungku" Ucap Zia dalam hati


__ADS_2