Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
Episode 40


__ADS_3

Papah Iskandar yang melihat perubahan atas sikap Darsi hanya memandang dengan pandangan yang hanya dipahami oleh dirinya sendiri.


"Skak" Ucap Darsi tanpa tersenyum, padahal bila Darsi menang dia akan mengatakan Skak dengan senyuman di bibirnya.


Sungguh nama Reno benar-benar merubah mood Darsi,


"Kau menang lagi" Ucap Papa Iskandar


"Baiklah tapi kali ini aku tidak akan kalah lagi darimu" Ucap Papa Iskandar lagi


"Kita akan bermain lagi?" tanya Darsi gusar


"Tentu saja" Ujar papa Iskandar


Permainan Caturpun di mulai lagi, tapi berdeda dengan sebelumnya Darsi nampak tidak Fokus sama sekali, dan Papa Iskandar sangat melihat jelas perubahan sikap Darsi.


"Kalau kau bermain seperti ini terus kali ini aku yang akan menang," seru papa Iskandar


Drtttt.. Drtttt..


Getaran ponsel Darsi menyadarkan Darsi akan ada satu panggilan yang masuk, Darsi memandangi ponselnya


"Maaf tuan saya permisi sebentar" pinta Darsi


Papa Iskandar hanya menjawab dengan anggun kepala.


Darsi berjalan sedikit menjauh dari papa Iskandar untuk merima tlpn.


"Hallo" ucap Darsi

__ADS_1


.........


"Tidak perlu, beli saja semua saham mereka"


.........


"Aku mau semua laporannya sudah masuk dalam emailku dalam waktu 1 jam"


.........


"Lakukan dengan benar, jangan ada kesalahan sedikitpun kau faham?"


...........


"Baiklah, sampai nanti"


Tanpa Darsi sadari papa Iskandar merasakan sedikit terintimidasi lewat Aura tegas yang Darsi keluarkan.


Darsi mengahiri tlpnnya dan kembali menghampiri papa Iskandar, dia duduk di tempatnya semula.


"Ekem" papa Iskandar berdem untuk menghilangkan rasa gugup yang tiba-tiba datang padanya


"Anda baik-baik saja tuan?" Tanya Darsi


"Em ya..." Ucap papa Iskandar, sambil menyeruput kopinya.


"Aku ke dalam sebentar" Ucap papa Iskandar lagi seraya berdiri dan meninggalkan Darsi melangkah masuk menemui Almira dan Reno di raung tamu.


"Kau di sini?" Tanya papa Iskandar

__ADS_1


"Iya Om" jawab Reno kaget, karena dia pikir papa Iskandar tidak ada di rumah


"Karena kau sudah di sini temani aku bermain catur ayo," ujar papa iskandar tak terbantahkan


Papa Iskandar dan Renopun pergi ketaman menghampiri Darsi yang tengah memainkan hpnya dan menunggu papa Iskandar kembali.


"Dia ada di sini" ucap Reno dalam hati


"Duduklah, dan lawan dia" Pinta papa iskandar pada Reno


"Kau bisa main caturkan?" tanya Papah Iskandar


"Sidikit om" Ucap Reno sambil duduk di hadapan Darsi, tepat di tempat papa iskandar duduk tadi, sedangkan papa Iskandar duduk di tengah, antara Darsi dan Reno.


"Pasang ulang bidak caturnya" Seru papa Iskandar


Melihat Reno ada di hadapannya membuat Darsi semakin tertantang, begitupun dengan Reno dia juga tidak mau kalah setelah Reno tau siapa yang menjadi lawan mainnya.


Bidak caturpun telah di susun di tempatnya, dan permainanpun siap di mulai, di awali dari reno yang melangkahkan bidak caturnya menyerang pertahanan permainan Darsi.


Mereka tampak seriyus saat bermain sampai perhatian Darsi dan Reno teralihkan dengan kehadiran Almira membawakan cemilan dan minuman tambahan untuk mereka bertiga, setelah sebelumnya Almira hanya mengantarkan minuman untuk Darsi dan papanya tadi


Mereka menghentikan permainan sejenak, setalah Almira meletakan makanan dan minuman di atas meja dekat papancatur, Almirapun pamit untuk kembali masuk kedalam rumah,


tapi tiba-tiba tubuh Almira terhuyung hampir terjatuh saat baju gamis bagian bawah Almira tak sengaja terijak oleh Reno,


"Ah..." Ucap Almira kaget.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2