
Darsi yang melihat itu langsung berdiri dan menahan tubuh Almira agar tidak jatuh ke kolam ikan karna saat itu posisi Almira tepat berada di ujung kolam ikan.
Kedua tangan Darsi mendekap pinggang Almira kuat, sedangkan kedua tangan Almira meraih bahu Darsi dengan kuat pula karna takut terjatuh, dengan posisi tubuh Almira sedikit condong ke bawah karna akan jatuh tapi ditahan oleh Darsi
Posisi itu sungguh membuat pendangan mereka terkunci satu sama lain, baik Darsi maupun Almira dapat jelas melihat bola mata masing-masing dan merasakan kehangatan tubuh masing-masing
Sungguh Darsi merasa semua yang ada di hadapannya seolah berhenti sejenak, dan jujur Darsi menginginkan posisi itu sedikit lebih lama, lama memeluk tubuh Almira yang membuatnya merasa nyaman.
Tapi berbeda dengan Almira, Almira seperti mengingat kembali kejadian dua minggu lalu, saat dia terjatuh ke kolam renang dan membuat dia harus berada di rumah sakit
"Setuhan ini, ini adalah sentuhan laki-laki yang saat itu, laki-laki yang menyelamatkanku, aku ingat betul sentuhan itu, kenapa begitu sama persis, apa mungkin Tuan Darsi yang menyelematkanku saat itu, apa mungkin?" Ucap Almira dalam hati
"Tapi tidak mungkin, jelas aku melihat Reno berdiri di atas kolam saat itu" Ucap Almira lagi dalam hati
Lama mereka diposisi itu membuat Reno mengepalkan tangannya kuat, karena menahan amarah melihat Almira dipeluk mesra oleh Darsi
"Adai tidak ada Om Iskandar sudah pasti ku hajar laki-laki itu" ucap Reno dalam hati
__ADS_1
"Ekem... " Papa Iskandar tiba-tiba berdehem membuyarkan lamunan Darsi dan Almira
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Darsi sambil menarik tubuh Almira yang semula condong ke bawah jadi berdiri tegap tanpa melepaskan tangannya dari pinggang Almira, begitupun Almira yang masih setia melingkarkan kedua tangannya di bahu Darsi.
"Iya ..." jawab Almira yang masih terbengong dengan tatapan matanya yang memandangi mata Darsi penuh tanya, begitupun dengan Darsi yang masih memandangi mata Almira.
Dipandanginya wajah cantik Almira, dan didekapnya erat pinggang Almira sehingga membuat tubuh Almira semakin merapat dengan Darsi, sungguh Darsi tidak ingin melepaskan Almira dari pelukannya.
Reno yang melihat Darsi yang semakin erat memeluk tubuh Almira sudah tak mampu menahan gejolak rasa cemburuannya lagi,
Dia berdiri dan menarik bahu kanan Darsi dengan kasar, menjadikan tubuh darsi sedikit terdorong ke belakang tapi tidak menggeserkan tangan kirinya yang masih melingkar di pingang Almira.
"Lepaskan dia" pinta Reno marah
Mendengar itu Almira langsung marik tubuhnya menjauh dari Darsi
"Maaf Tuan" Ucap Almira
__ADS_1
"Tidak apa-apa, kau baik-baik saja?" Tanya Darsi
"Saya baik-baik saja tuan, permisi saya masuk kedalam dulu" Ucap Almira
Almira berlari kecil masuk kedalam rumah, kamar itulah tujuannya saat ini, dia berlari kemarnya dan menutup pintu kamar rapat.
Sesampainya Almira di dalam kamar dia memegangi dadanya dan menghembuskan napasnya pelan.
" Ya ampun apa yang terjadi padaku, kenapa ini, kenapa dengan diriku kenapa jantungku serasa mau meledak, oh Tuan Darsi kenapa, kenapa kau buat aku jadi begini" Ucap Almira risau
"Ahhhhhh..." teriak Almira sambil berguling guling di kasur.
Darsi dan Reno saling melayangkan pandangan dingin satu sama lain, mereka bahkan mengabaikan papa Iskandar yang sejak tadi hanya menyaksikan perdebatan kecil diantara mereka.
"Kalau kalian ingin saling memukul pergilah dari rumahku" Ujar papa Iskandar yang melihat reno dan Darsi saling menahan emosi.
Ting.
__ADS_1
Bunyi ponsel Darsi yang di letakan di atas meja.
Papa Iskandar bisa melihat jelas isi pesan yang masuk di hp Darsi, isi pesan itu membuatnya sangat terkaget.