
"Jadi bisa kita mulai pembicaraan kita sekarang?" tanya Diandra untuk yang ke sekian kalinya.
"Kenapa kau begitu tidak sabaran, setidaknya biarkan aku minum terlebih dulu" ucap Nik kembali mengulur waktu.
"Isttt....." umpat Diandra.
"Diandra apa kau akan menerima lamaranku, jika aku melamarmu malam ini?" tanya Nik dalam hati penuh rasa khawatir.
Nik menghabiskan segelas penuh air minum di tangannya "Baiklah mari kita selesaikan makan malam ini dengan kebahagiaan" ucap Nik dalam hati penuh keyakinan.
"Diandra...... " Ucap Nik menggantung.
"Iya" jawab Diandra ketus.
"Tenanglah Diandra tenang" ucap Diandra dalam hati.
"Ayo Nik kamu pasti bisa, kamu hanya perlu mengatakan apa yang menjadi tujuanmu" ucap Nik dalam hati.
"Diandra, menikahlah denganku" ucap Nik tanpa basa basi.
"Hey Nik harusnya maukah kau menikah dengan ku, bukan menikahlah denganku, bodoh kau Nik.. Bodoh" gerutu Nik dalam hati sambil meremas ujung jas yang dikenakan Nik .
"Hah... Pasti salah dengar.... Iya pasti salah dengar" ucap Diandra dalam hati.
Nik yang melihat Diandra hanya diam saja tanpa mengatakan apapun membuat Nik kebingungan setengah mati.
"Ayolah Diandra katakan sesuatu?" ucap Nik dalam hati.
"Tunggu Nik, sepertinya ada yang salah, tapi apa?" tanya Nik dalam hati.
"Aku rasa aku harus pulang, ini sudah mulai malam" ucap Diandra terburu-buru.
"Hah.. Eh tu-tunggu?" ucap Nik mulai panik.
__ADS_1
"Apa lagi kak Nik, sejak tadi aku tau kau hanya mempermainkanku, kau pikir aku tidak tau, kau sengaja memakan makananmu dengan begitu pelan, iya kan?" tanya Diandra yang tiba-tiba marah.
"Ya ampun kenapa tiba-tiba aku begitu marah seperti ini?" ucap Diandra dalam hati.
"Kau salah faham Diandra.... " Ucapan Nik terpotong.
"Salah faham?, Ya aku salah faham!, Tapi kau yang selalu membuatku salah faham kak Nik, kau tau aku sangat mencintaimu, tapi kau hanya mempermainkan hatiku, kau menciumku dengan begitu lembut dan kau memelukku sesuka hatimu, menurutmu wanita mana yang tidak akan salah faham jika diperlakukan seperti itu?" tutur Diandra panjang lebar dengan kemarahan yang tiba-tiba memuncak.
"Cukup kak Nik, mulai sekarang aku tidak ingin dipermainkan lagi, dan aku tidak ingin melihatmu lagi, aku membencimu kak Nik, sangat membencimu." Ucap Diandra dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Diandra berdiri dan melangkahkan kaki dengan cepat ingin keluar dari dalam villa tersebut, namun belum sempat Diandra keluar Nik sudah menarik tubuh Diandra kedalam pelukannya.
" Lepas kak Nik lepas... " Brontak Diandra.
"Tidak, sebelum kau mendengarkan semua penjelasanku" ucap Nik.
"Aku tidak mau mendengar apapun lagi" jawab Diandra dengan marah lalu menginjak kaki Nik dengan sangat keras, sehingga Nik melonggarkan pelukannya pada Diandra,
Hal itu dimanfaatkan Diandra untuk meloloskan diri, dia langsung berlari keluar dari dalam Villa, tak tanggung-tanggung Diandra melepas sepatunya dan berlari sekencang mungkin.
Diandra terus berlari hingga akhirnya sampai di tepi jalan raya, Diandra berlari tanpa arah dan tanpa melihat kesana kemari, hingga tanpa disadari Diandra, ada sebuh mobil yang melaju kencang ke arahnya, Diandra yang melihat itu mendadak terpaku dan membisu, tubuhnya tiba-tiba tidak bisa digerakan untuk menghindar.
"Diandra" teriak Nik sambil menarik tubuh Diandra, dan melindungi tubuh Diandra dengan tubuhnya sindiri dari benturan mobil.
Brakk.....
Mobil tersebut pun menabrak pembatas jalan.
Brug...
Nik dan Diandra terpental cukup jauh.
Hening....
__ADS_1
Hening....
"Diandra kau baik-baik saja, hey .. Sayang lihat aku" ucap Nik dengan suara lemahnya.
Diandra yang berada tepat di dalam pelukan Nik, terlihat begitu ketakutan, seluruh tubuhnya gemetar hebat.
"Hey... Sayang tenanglah, semua akan baik-baik saja" ucap Nik dan kembali memeluk Diandra.
Saat ini posisi mereka masih terbaring di tengah jalan.
Nik memeluk erat tubuh Diandra yang sedang gemetar ketakutan "Tenanglah sayang tenang" ucap Nik lagi.
"Hey kalian baik-baik saja?" tanya seseorang laki-laki yang baru keluar dari dalam mobil yang hampir menabrak Diandra dan Nik.
"Maafkan aku, rem mobilku tiba-tiba saja blong, aku benar-benar min-ta ma-a-f,... Brug.... " ucap orang tersebut sebelum akhirnya dia jatuh tak sadarkan diri.
"Hah..." Nik membuang nafasnya dengan berat, bagi Nik saat ini adalah keadaan Diandra yang terpenting.
Setelah beberapa saat Nik melihat keadaan Diandra yang sudah tak sadarkan diri dalam pelukannya.
Hal itu membuat Nik gemetar dan panik, kejadian beberapa bulan yang lalu saat Diandra mengalami kecelakaan kembali terlintas jelas dipikiran Nik.
"Tidak ... Diandra sayang Maafkan aku, aku mohon bangun sayang, bangunlah..." Ucap Nik ketakutan.
"Tidak aku mohon jangan lagi, Diandra sayang bangun." Ucap Nik tapi Diandra tak kunjung bangun.
Nik mencoba berdiri dia merasakan dan melihat kepalanya mengeluarkan darah, tangan dan kakinya yang juga terluka dan mengeluarkan darah, namun Nik menghiraukan rasa sakit dari luka-luka di tubuhnya, dia mencoba untuk berdiri dan mengambil ponselnya lalu meminta anak buahnya untuk datang.
Setalah beberapa saat anak buah Nik pun datang mereka langsung membatu Nik lalu membawa Nik, Diandra dan orang tak di kenal yang menabrak mereka ke rumah sakit terdekat.
Sesampainya di rumah sakit mereka bertiga langsung dibawa ke ruang Emergency, Nik tak melepaskan pandangannya dari Diandra, dia melihat dengan begitu jeli bagaimana para dokter dan perawat yang sedang memeriksa keadaan Diandra.
"Tuan berbaringlah" pinta salah satu perawat.
__ADS_1
"Tidak sebelum istriku selesai diperiksa" tolak Nik.