
“ Kamu mulai sekarang akan menjadi pengawal Adhisti ”
Ucapan Ares kembali berputar-putar di kepala Gavrill. Dia meremas kemudi dengan perasaan kesal. Tidak disangkanya bosnya memanggilnya untuk perintah itu.
Gavrill melirik sekilas Adhisti yang duduk di sebelahnya sedang memandang ke arah luar mobil.
Dia hanya dapat menghela napas pasrah, menghadapi Adhisti yang pasti melakukan banyak tingkah yang membuat Gavrill kesusahan.
“ Kenapa menghela napas seperti itu? Tidak suka karna Kakak menyuruhmu jadi pengawalku ” ucap Adhisti.
“ Tidak Nona, Anda mungkin salah menduga. Aku hanya membuang napas saja ”
“ Jangan berpikir cuma kamu yang kesal dengan keputusan Kakak, aku juga marah harus terkekang seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi ” rutuk Adhisti.
Gavrill hanya membalas dengan anggukan saja, ini yang tidak dia sukai dari Adhisti sifatnya yang cenderung manja dan keras kepala. Gavrill jelas saja tidak menginginkan ini, tapi dia juga tidak ingin merusak kepercayaan Ares padanya.
“ Kita sudah sampai Nona ” ucap Gavrill setelah dia memarkirkan mobilnya di garasi.
“ Iya tahu ” jawab Adhisti sedikit ketus dan segera pergi meninggalkan Gavrill.
“ Apa aku yang membuatnya kesal? Seharusnya marah pada Tuan Ares sana. Aneh ” sungut Gavrill setelah kepergian Adhisti.
* * *
“ Aku akan berangkat sekarang ” pamit Lyra pada Ares. Sesuai yang direncanakannya dia akan mulai masuk kuliah lagi hari ini.
“ Jangan pergi kemana pun tanpa memberitahu padaku dan pulang nanti kamu harus tetap di jemput supir ” tegas Ares.
“ Iya ” jawab Lyra lalu dia segera masuk ke dalam mobil.
Mobil melaju dan dia segera tiba di kampusnya.
“ Anda bisa menjemputku sekitar pukul 3 sore nanti ” ucap Lyra pada supir itu, yang masih nampak muda.
“ Baik Nona ” jawab supir itu.
Lyra melangkah masuk ke kampusnya, dia berencana langsung menemui dosen pembimbingnya, untuk membahas pengajuan skripsinya.
Setelah selesai perbincangan dengan sang dosen, Lyra memutuskan untuk pergi ke kantin kampus. Karena dia sudah ada janji untuk bertemu Shera disana.
“ Kamu sudah memesankan untukku? ” tanya Lyra begitu dia duduk di meja yang sama dengan Shera.
“ Sudah, ini punyamu ” Shera menyodorkan semangkuk tom yam dan segelas Teh manis dingin pada Lyra.
“ Sesuai pesanan ” Lyra mengacungkan jempolnya pada Shera.
Lyra memang sudah memberi tahu Shera makanan yang ingin dimakannya, jadi karena Shera yang pertama sampai dia yang memesankan makanan untuk mereka.
Mereka segera menyantap makanan yang ada di depan mereka.
“ Bagaimana skripsimu? ” tanya Shera.
“ Aman, dosenku menerima judulnya dan bisa lanjut terus ”
“ Wah..ternyata bumil kita cukup serius ”
__ADS_1
“ Ehh...jangan terlalu memuji seperti itu. Aku dengar kamu juga sudah mengajukan judul ”
“ Iya tapi masih belum tahu apa di acc sama dosennya ” tutur Shera sambil tertawa kecil.
“ Oh iya, Eslin mengajak ketemuan hari ini. Sayang sekali aku tidak bisa ikut pergi ” ucap Lyra sedikit kecewa.
“ Aku juga tidak bisa pergi. Hari ini aku ada janji dengan pacarku ” ungkap Shera tersenyum malu-malu.
“ Benarkah? Wah... selamat menikmati kencanmu. Tapi kasihan Eslin ”
“ Tidak apa-apa, paling dia hanya merutuki kita dan bilang Akhh...sialnya aku punya teman semuanya sudah punya pasangan. Satu sibuk dengan suaminya dan satu lagi sibuk dengan pacarnya. Sedangkan aku tidak punya pasangan sampai sekarang ” ucap Shera sambil menirukan gaya bicara Eslin.
“ Hahahha...kamu ini. Dasar! ” tawa Lyra.
“ Lalu Eslin akan bilang kenapa kalian butuh pria kalau bisa hidup senang sendiri ” tukas Lyra ikut menirukan cara bicara Eslin saat merasa kesal pada mereka berdua.
Akhirnya mereka tertawa bersama.
* * *
“ Nampaknya itu mobilnya! ” tunjuk Shera ke arah sebuah mobil yang melaju ke arah mereka.
Shera mengajak Lyra untuk berkenalan dengan pacarnya, karena Lyra memang belum mengenal siapa pria yang menjadi kekasih Shera.
Shera akan dijemput oleh pacarnya jadi sekalian saja Lyra bisa bertemu dengan pacar Shera.
Mereka berdua menunggu mobil itu berhenti, seketika Shera nampak sangat bahagia melihat pria yang keluar dari mobil itu.
“ Kita pergi sekarang ” ucap pria itu segera membawa Shera ke rangkulannya.
“ Lyra ” ucap Lyra sambil menyodorkan tangannya.
Dan segera di balas pria itu.
“ Aska, Shera banyak bercerita tentangmu. Senang akhirnya bisa bertemu ” ucap Aska lalu melepaskan genggaman tangannya.
Lyra membalas dengan tersenyum.
“ Baiklah Lyra, sepertinya kami harus pergi sekarang. Ayo sayang ” Aska segera membawa Shera pergi.
“ Bye, Ly ” ucap Shera sekenanya.
“ Buru-buru sekali, yang ” protes Shera.
“ Aku tidak ingin waktu kita terbuang begitu saja. Ini kencan kita ” balas Aska, dan mereka segera masuk ke mobilnya.
Lyra memandang dengan tersenyum kepergian sahabatnya itu. Dia bahagia melihat Shera bahagia bersama pasangannya. Sesuai dengan yang diceritakan Shera dan bagaimana Lyra setelah bertemu dengan Aska pacar Shera. Pria itu memang baik.
Lyra melirik jam tangannya, ini juga sudah waktunya dia pulang. Benar saja tak berapa lama supirnya telah datang menjemput Lyra.
Setelah tiba di rumah Lyra segera menuju kamarnya, dia benar-benar merasa gerah dan secepatnya ingin mandi.
Lyra melepas kancing kemejanya dan membuka kemeja itu dan hanya menyisakan crop topnya.
“ Aku merindukanmu ”
__ADS_1
Lyra segera menegang saat merasakan seseorang memeluknya dari belakang, dan dapat di pastikan itu adalah suaminya.
Ares segera menelusupkan wajahnya di tengkuk leher Lyra.
Saat ini Lyra benar-benar menyesal telah membuka pakaiannya di sini bukan di kamar mandi. Tidak menyangka Ares akan masuk ke kamar itu.
“ Ka-kapan Anda masuk? ” tanya Lyra gugup.
“ Baru saja ” jawab Ares dengan suara berat miliknya.
“ A-aku mau mandi ” guman Lyra agar Ares segera melepaskan pelukannya.
“ Aku sangat merindukanmu ”
Udara disekitar Lyra terasa memanas bagaimana pria ini terus mengatakan merindukannya sedangkan mereka baru berpisah beberapa jam saja.
“ Hemm..baiklah ” jawab Lyra dengan tegang.
“ Kamu tidak merindukanku? ” tangan Ares telah bergerak menggerayangi tubuh Lyra.
“ Ehmm...” desah Lyra saat tangan Ares berhenti di kedua gundukan kembar miliknya.
Ares dengan cepat membalik tubuh Lyra menghadap padanya dan menyudutkan Lyra hingga bersandar ke dinding.
Lyra tertunduk malu tidak bisa membayangkan bagaimana penampakannya sekarang, tubuh setengah telanjang hanya menggunakan crop top dan perutnya yang nampak membesar. Lebih anehnya lagi dia masih menggunakan jeans nya.
Ares mengetahui apa yang dipikirkan Lyra, dia mengangkat dagu Lyra agar wanita itu menatapnya.
“ Ada apa? ” tanyanya tepat di wajah Lyra.
“ Eh..aku ingin mandi ” kekeh Lyra.
“ Benar kamu ingin mandi sekarang, karena sayang sekali nanti kamu harus dua kali mandi ”
“ Hah?! ” lonjak Lyra terkejut mengetahui maksud Ares.
Tersenyum smirk Ares tidak ingin menunggu lebih lama lagi dia segera menyambar bibir Lyra. Meraih kedua tangan wanita itu dan menyilangkannya di atas kepala Lyra.
“ Aku akan berbuat baik sehingga kamu tidak perlu mandi dua kali ” ucap Ares setelah melepas ciumannya dan mengangkat tubuh Lyra.
"Jangan pernah menyerah pada mimpi hanya karena waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya. Bagaimanapun juga, waktu akan berlalu." - Earl Nightingale
**From Author
Yeah 🎉🎊
Akhirnya novel ini sampai di episode ke 100, Author senang sekali dan mengucapkan terima kasih banyak kepada setiap pembaca novel ini. Terima kasih atas dukungannya, dan tetap beri like dan komentar terbaik teman-teman semua.
Jujur aku sendiri kalau baca novel, terkadang yang bikin paling terhibur itu komen-komen dari para pembaca. Aku buka komennya trus baca ngimana tanggapan terhadap bab itu dan sumpah terkadang ada komen yang lucu banget!! Wah...aku tertawa sampe capek kalo udah jumpa komen yang kayak gitu.
Gak mau kebanyakan curhat, Author cuma mau bilang kalau Ares ama Lyra enak-enaknya di tunda dululah, nunggu episode selanjutnya.
See youu
Mystorios_Writer✌✌**
__ADS_1