
Bab ini mengandung unsur 21+
“ Kakak pergi dulu kalian harus nurut sama Kak Tara ”
“ Iya Kak ” jawab anak-anak itu bersamaan.
“ Tar, aku titip mereka ya ” pamit Lyra pada Tara.
“ Tentu saja Nona itu sudah tugas saya ”
Lyra tersenyum lalu melambai kepada mereka, Ares lalu melajukan mobilnya. Pandangan Lyra masih tertuju kepada anak-anak dan Tara. Sampai akhirnya mereka telah meninggalkan kawasan panti itu.
“ Terima kasih ” ucap Lyra tulus kepada Ares.
“ Aku senang kamu mau berkunjung ke panti lagi ” balas Ares.
“ Hmm...selama ini aku terlalu banyak berpikiran negatif, aku berusaha menjauh dari panti agar Mas tidak bisa menjadikan panti sebagai bentuk ancaman untukku ” ungkap Lyra ragu-ragu.
“ Itu bukan salahmu, aku paham mengapa kamu berpikir seperti itu ”
“ Aku benar-benar berterima kasih Mas sudah merawat panti sebaik itu ”
Ares menggenggam tangan Lyra tanpa menjawab perkataan Lyra, dan kembali fokus ke jalanan.
Hati Lyra berdebar ketika Ares yang fokus menyetir, namun sebelah tangannya mengenggam tangan Lyra erat.
“ Mas kita belum pulang? ” tanya Lyra saat melihat jalanan yang berlawanan arah dari rumah mereka.
“ Kita pergi makan malam dulu ”
“ Ooh baiklah ”
Ares memarkirkan mobilnya, lalu membukakan pintu untuk Lyra.
“ Ayo ” Ares membawa Lyra ke menggandeng tangan Lyra layaknya pasangan pada umumnya.
Lyra menatap restoran mewah di depannya dia tentu saja kagum, namun karena Ares berulang kali telah mengajaknya makan di restoran-restoran mewah seperti ini, Lyra telah belajar bersikap tenang.
Pelayan membukakan pintu restoran itu, tentu saja red carpet menyambut mereka di sana dan juga beberapa pelayan lainnya.
Ares menarik kursi dan mempersilakan Lyra duduk di sana.
Di dalam ruangan yang besar itu hanya ada satu meja yakni yang digunakan oleh mereka. Sementara di balik dinding kaca itu para pemusik berdiri membelakangi arah meja itu memainkan alunan musik yang lembut dan romantis.
“ Mas ini benar-benar bagus sekali...makasih banyak aku benar-benar terharu ” Ares menganggukkan kepalanya, ini yang dia sukai dari Lyra. Wanita itu selalu mengapresiasi apa pun yang dilakukan Ares untuknya.
Mereka menyantap makan malamnya dengan beberapa perbincangan ringan dan sesekali tertawa.
Setelah mereka selesai lalu Ares memberikan kode kepada pelayan. Segera para pelayan itu membawa piring bekas mereka dan meletakkan hidangan selanjutnya di meja. Kali ini hidangan itu di tutupi.
“ Mas aku sudah kenyang..” lirih Lyra merasa bersalah suaminya itu memesankan makanan lain sementara dia sudah kenyang.
Ares menarik tangan Lyra mengajaknya berdiri, Lyra mengikuti arahan Ares namun dia hanya menatap heran.
Ares kemudian membuka penutup yang ada dimeja, ternyata yang ada di sana bukanlah makanan tapi sebuah kotak kecil yang dikelilingi bunga mawar.
Ares mengambil kotak itu kemudian menjatuhkan tubuhnya.
“ Mas! ” kaget Lyra melihat Ares melakukan itu.
__ADS_1
Kemudian Ares membuka kotak itu dan mengangkatnya dihadapannya dengan posisi seorang pria melamar kekasihnya.
Lyra menutup mulutnya dengan tangannya terkejut.
“ Lyra sejujurnya aku tidak terlalu ahli dalam hal ini, aku berusaha mempelajari hal ini setelah cukup lama dan menantikan waktu yang tepat. Menurutku malam ini adalah waktu yang tepat. ”
Ares menatap Lyra dengan tulus.
“ Pernikahan kita terjadi begitu cepat, aku tidak pernah melamarmu atau menanyakan perasaanmu padaku sebelumnya. Maukah kamu menjadi pasanganku? ”
Lyra benar-benar tidak tahu harus berkata apa, dia terharu hingga matanya berkaca-kaca.
“ Maukah kamu menjadi pasanganku untuk selama-lamanya? ” Ares kembali mengulang pertanyaannya.
“ Aku mau Mas ” jawab Lyra kemudian mendekati Ares agar pria itu segera berdiri.
Kemudian Ares berdiri dan meraih tangan Lyra dan menyematkan cincin itu di jari manis wanita itu. Seketika kelopak mawar berjatuhan dari atas dan alunan musik kembali terdengar.
Lyra segera memeluk Ares.
“ Terima kasih Mas ”
Ares membalas pelukan Lyra.
“ Aku yang harusnya berterima kasih karena kamu mau menerimaku, terima kasih banyak ”
Mereka berpelukan erat untuk beberapa saat, lalu kemudian mereka berdua berdiri dengan begitu dekat saling menatap satu sama lain.
“ Kamu menyukainya? ” tanya Ares sambil melingkarkan tangannya di pinggang Lyra.
“ Sangat ” Lyra menunjukkan kembali jarinya yang melingkar cincin dari Ares.
Segera Lyra menoleh ke sekeliling mereka.
“ Tenang saja tidak ada yang melihat kita disini ” mengetahui jalan pikiran Lyra.
“ Hahaha...aku pikir pelayan masih ada di sini. Aku malu jika mereka ada di sini dan memperhatikan kita ” ucap Lyra tertawa.
“ Tentu saja mereka tidak di sini ” Ares mencubit pelan hidung Lyra gemas.
Lyra menatap Ares intens kemudian mendekati Ares perlahan dan untuk pertama kalinya dia mencium pria itu.
Ares tentu terkejut Lyra menciumnya terlebih dahulu, hingga ketika Lyra ingin melepaskan ciuman itu dia menarik tengkuk Lyra dan memperdalam ciuman mereka.
Ares melepaskan sebentar ciuman mereka untuk mengambil napas.
“Mas...aku mencintaimu ” ucap Lyra malu-malu.
Hati Ares meledak untuk pertama kalinya Lyra mengungkapkan perasaannya pada Ares. Mendengar Lyra mengucapkan bahwa dia mencintai Ares membuat Ares sangat bahagia.
Dia kembali mencium wanita itu sehingga tidak ada puasnya.
“ Katakan sekali lagi ” ucapnya tepat di depan wajah Lyra.
“ Aku mencintaimu ”
“ Lagi ”
“ Aku mencintaimu ”
__ADS_1
“ Ulangi lagi ”
“ Aku sangaaat mencintaimu ”
“ katakan lagi ”
Lyra mencium pria itu lagi sebuah kecupan singkat.
“ Aku mencintaimu ” ucapnya sambil membelai kepala Ares pelan.
* * *
Begitu mereka tiba di rumah Ares segera mengangkat tubuh Lyra. Menggendongnya sampai ke kamar mereka.
“ Mas..aku bisa berjalan sendiri ” ucap Lyra tertawa geli saat Ares membaringkannya pelan di ranjang.
Ares tak menghiraukan perkataan Lyra dia melepaskan jas dan kemejanya cepat, lalu menindih tubuh Lyra namun tetap menyangga berat badannya dengan kedua lengannya sehingga Lyra tak merasa berat.
Lyra memandang mata Ares yang nampak membara dan tak sabaran. Tak memberi waktu lama Lyra untuk berpikir Ares telah menciumnya.
“ Mas...” lirih Lyra mengeliat pelan setelah bibir Ares menjelajahi tubuhnya.
Ares benar-benar tahu bagaimana membuat Lyra meracau karena tindakannya di tubuh Lyra.
Ares menyentuhkan dada bidangnya ke tubuh polos Lyra.
Lyra meremas seprei di bawahnya merasakan dada Ares yang bergesekan dengan payu.daranya.
Ares kembali mencium Lyra, lalu tangannya bergerak dengan mahir di bawah sana membuat Lyra merasa terbakar dan mendamba.
“ Mas..ahh...” racau Lyra begitu Ares menciumi kedua puncuk payu.daranya hingga warnanya berubah kemerahan.
Kemudian Ares menurunkan ciumannya ke perut Lyra, Ares memberikan beberapa kecupan di sana.
Lalu menaikkan tubuhnya sejajar dengan Lyra, lalu kembali mencium Lyra. Dengan satu gerakan pasti memulai penyatuan mereka. Ares menggerakkan pinggulnya memompa Lyra dengan irama yang awalnya pelan hingga sedikit cepat. Lyra tidak dapat menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara-suara nakal dari bibirnya.
Kemudian Ares membalikkan posisi mereka dengan cepat. Membuat Lyra berada di atas tubuhnya.
Merasa malu dan kebingungan harus melakukan apa, karena untuk pertama kalinya Lyra berada di posisi ini.
“ Mas a-aku-
“ Jangan takut...ikuti instingmu ”
Berusaha mencerna perkataan Ares, dengan perlahan Lyra mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur di atas Ares.
Ares mengenggam pinggul Lyra erat merasakan sensasi luar biasa yang diberikan Lyra padanya.
Dengan satu erangan pasti mereka menyudahi aktivitas panas itu.
Ares membantu Lyra berbaring di sampingnya dan memeluk wanita itu. Ares mengecup pelan puncuk kepala Ares.
“ Itu benar-benar memuaskan ” ucap Ares.
Lyra hanya menelusupkan wajahnya ke dalam dada bidang Ares. Wajahnya terasa panas tanpa di sangkanya sesuai perkataan Ares ternyata dengan mengikuti instingnya Lyra memiliki kemampuan seperti itu. Dia sendiri bahkan tidak pernah mengetahui hal itu.
“ **Aku cukup baik dengan diriku sendiri, tapi terasa lebih baik saat bersamamu ”-Anonim
Mystorios_Writer 🌨🌨**
__ADS_1