
Ares berjalan secepat mungkin sambil menggendong Lyra memasuki rumah sakit. Tak lama para perawat datang dengan brangkar, setelah sebelumnya mereka diberi kabar bahwa Ares Crimson akan datang ke rumah sakit itu tidak ada waktu bersantai.
Lyra yang pingsan segera di bawah ke UGD, dia di periksa beberapa dokter di sana. Ares menunggu di luar membiarkan para dokter itu bekerja.
Setelah setengah jam dokter keluar dari ruangan Lyra.
“ Bagaimana keadaannya? ” tanya Ares cepat.
“ Sekarang sudah stabil Tuan, Nona itu banyak mengalami pendarahan dan tubuhnya mengalami dehidrasi parah. Untuk saat ini lebih baik Nona itu biarkan mendapat perawatan selama beberapa hari ke depan Tuan ” jelas dokter itu.
“ Kau sudah memeriksa dengan benar? Bagaimana janinnya? saat ini dia sedang mengandung ” keluh Ares pada Dokter itu karena laporannya tidak lengkap.
“ Maaf Tuan itu kelalaian saya, kami sudah memeriksa secara menyeluruh dan tidak ada gangguan terhadap janinnya ” ucap Dokter itu.
Ares menghela nafas lega.
“ Baiklah, kapan dia dapat dikunjungi? ”
“ Setelah perawat selesai mengganti baju pasien dan memasang infus, pasien sudah bisa di jenguk ”
Ares mengangguk tanda mengerti, setelahnya para dokter itu permisi pergi.
Benar saja setelahnya seorang perawat memberi tahu Ares bahwa dia sudah boleh masuk. Ares masuk ke ruangan itu dia duduk di sebuah kursi dekat brangkar Lyra. Nampak Lyra tidur dengan tenang, napasnya teratur, walau wajahnya masih pucat.
“ Kau pasti mengalami mengalami hal yang menyakitkan, harusnya aku datang lebih cepat ” guman Ares, lalu dia menyentuhkan jari telunjuknya ke perut Lyra.
“ Maaf Papa datang terlambat, kalian harus di rawat karena kelalaianku. Cepatlah sehat, katakan pada mamamu juga agar segera pulih ” tutur Ares seakan dia sedang berbicara dengan janin di perut Lyra.
Tak lama terdengar suara pintu yang di ketuk, ketika Ares menoleh dapat dilihatnya Gavrill yang berdiri di sana.
“ Masuklah ” ucapnya.
Gavrill pun masuk ke ruangan itu.
“ Tuan para penjahat itu sudah di bereskan, tapi ada sesuatu yang janggal Tuan. Di antara penjahat yang di tangkap sepertinya Bos preman itu tidak ada di sana ” lapor Gavrill
“ Bagaimana kalian bisa melakukan kelalaian itu, aku sudah bilang bereskan mereka sampai tak bersisa ” geram Ares tapi dia tetap mengatur suaranya setenang mungkin agar tak menganggu Lyra.
“ Maaf Tuan, tapi sepertinya Bos kawanan itu tidak ada di lokasi pencurian. Menurutku dia seperti seseorang yang bekerja di balik layar ”
“ Sialan! Ini tidak bisa dibiarkan aku takut itu akan menjadi ancaman di masa depan. Tetap selidiki dan temukan siapa dalang pasti di balik penculikan ini. Aku ingin tahu apa benar alasan mereka menculik Lyra karena ingin memberi ancaman pada Founding Company atau alasan lain yang berkaitan denganku ” ucap Ares tegang.
“ Baik Tuan, apa keadaan Nona Lyra sudah membaik Tuan? ” tanya Gavrill
“ Sudah, saat Lyra sadar nanti segera urus kepindahan ruangan, terlalu berbahaya berada di ruangan bebas seperti ini ” perintah Ares.
“ Baik Tuan, satu lagi Tuan Nona Adhisti terus mendesak ingin datang kemari ”
__ADS_1
“ Katakan padanya dia bisa datang saat Lyra sudah sadar ”
Setelah itu Gavrill pun pamit pergi.
Sepertinya sisa liburku tidak akan dilanjutkan, tanpa Tuan Ares bicara pun aku sudah paham. Waktu berlibur telah habis, batin Gavrill.
* * *
Lyra mulai mengerjap-gerjapkan matanya, dia mengusap pelan wajahnya dengan tangannya dan sedikit terkejut mendapati selang infus tertancap di tangannya.
Aku selamat, benarkan aku selamat, batin Lyra. Dia segera memandangi sekelilingnya dan benar saja itu di rumah sakit.
“ Yeah!! Aku benar-benar selamat!! ” lonjaknya kegirangan sampai membuat brangkarnya terguncang.
“ Lyra?! ada apa?! ” Ares yang baru terbangun setelah merasakan pergerakan brangkar tiba-tiba terkejut.
“ Tuan?! ” Lyra malah balik bertanya.
“ Iya ini aku, baguslah kau sudah bangun. Aku sempat tertidur tadi ” ucap Ares lega.
“ Aku senang benar-benar lepas dari para pencuri itu ” ucap Lyra sendu.
“ Kau sudah selamat, mereka tidak akan berani menganggumu lagi. Tenanglah ” Ares berusaha menyakinkan Lyra bahwa dia telah aman.
“ Hmmm... ” gumam Lyra sambil menunduk.
“ Ada apa? kau masih takut ya ” tanyanya pada Lyra.
“ A-aku takut sekali hiks.... hiks... disana cukup menakutkan.. hiks ” isak Lyra
“ Tidak apa-apa tenanglah kau sudah aman ” ucap Ares sambil mengelus bahu Lyra pelan.
“ A-aku pikir tidak akan ada yang datang mencariku... hiks.. kenapa lama sekali baru datang? ” keluh Lyra dengan tangisnya.
Ares tak bisa berkata-kata.
“ Aku ditahan disana selama hampir dua hari.. ta-tapi kalian tidak mencariku. Hiks.. hikss kenapa tidak segera mencari? apa kalian tidak peduli padaku? hiks..hiks ”
Ares hanya diam dan terus mengusap lembut bahu Lyra menenangkannya.
“ Bukankah Tuan sangat berkuasa, apa begitu sulit untuk datang secepatnya menyelamatkan aku. Para penculik itu sangat menakutkan.. hiks hiks setiap saat aku ketakutan mereka akan melakukan sesuatu padaku.. hiks.. hiks” Lyra terus meluapkan keluhannya yang tertahan.
“ Mereka bahkan tidak memberiku makan atau minum, dan.. dan menyiram air agar aku sadar hiks... hiks ”
Darah Ares seolah mendidih mendengar semua yang dialami Lyra. Dia mengepal tangannya menahan emosi.
“ Se-sekarang.. aku sangat lapar hiks hiks ”
__ADS_1
Ares sedikit terkejut mendengar itu.
“ Baiklah tunggu sebentar aku akan membawakan makanan ” ucapnya lalu meninggalkan Lyra.
Dengan cepat Ares datang dengan semangkuk bubur dan secangkir air putih.
“ Ini makanannya, sebaiknya kau minum dulu ” menyerahkan air putih pada Lyra.
Lyra meminum pelan air itu. Lalu Ares menyerahkan buburnya pada Lyra. Tapi Lyra tak kunjung memakan bubur itu.
“ Ada apa Ly? ” tanyanya
“ Aku tidak mau bubur, aku mau makanan yang lain ” ucapnya sendu
“ Dokter bilang untuk saat ini kau harus makan bubur dulu, nanti aku akan bertanya pada dokter lagi apakah kau sudah diperbolehkan makan makanan dari luar ” jelas Ares.
Mendengar itu dengan terpaksa Lyra memakan bubur itu.
“ Aku tidak suka bubur ” ucapnya.
Tapi dalam sekejap bubur itu telah dia santap dengan lahapnya.
Ucapannya berbanding terbalik dengan perkataannya, ucap Ares dalam hati, dia cukup gemas melihat tingkah Lyra saat ini. Lyra memakan buburnya dengan lahap sambil sesekali minum air yang ada di gelas.
“ Sudah selesai? kemarikan mangkuknya biar aku bereskan ” ucap Ares begitu melihat mangkuk itu telah kosong.
Lyra memandang ke arah Ares, dia nampak tidak rela menyerahkan mangkuk itu.
“ Sini agar perawat bisa mengambilnya nanti ” ucapnya Ares sambil mengambil mangkuk itu dari tangan Lyra karena tak kunjung diberikan.
“ Tapi Tuan! ” seru Lyra dengan nada marah
“ Ada apa? ” tanya Ares bingung mendengar Lyra yang nampak marah.
“ A-aku mau buburnya lagi ” tutur Lyra tapi dia berusaha tidak memandang Ares, dan memalingkan wajahnya.
“ Baiklah aku ambilkan lagi ” ucap Ares, dia berbalik dan sedikit tergelak. Bagaimana tidak Lyra mengatakan tidak suka bubur tapi malah minta nambah.
“ Aku harus makan untuk dua orang, makanya aku mau buburnya lagi ” ucap Lyra malu karena merasa Ares mentertawakan dia.
“ Iya aku tahu ” jawab Ares singkat lalu melanjutkan langkanya.
"**Kalau setiap harapan kita selalu berjalan sesuai rencana, kita tak akan pernah belajar bahwa kecewa itu menguatkan."-Anonim
Terima kasih dukungannya teman-teman readers😊
Mystorios_Writer 💋💋**
__ADS_1