
Tok tok tok
Lyra mengetuk pintu ruangan Aslan, sekarang memang sudah saatnya untuk pulang. Tetapi dia berutang maaf pada bosnya itu.
“ Masuklah ” ucap Aslan dari dalam ruangannya
“ Baik Pak ” jawab Lyra lalu dia masuk ke ruangan itu.
“ Ada apa, Ly? ” tanya Aslan yang melihat Lyra tak kunjung bicara.
“ Hmm begini Pak untuk semalam aku benar-benar minta maaf. Anda mengajakku ke pesta itu tapi aku pergi tanpa berkata apa pun ” ucap Lyra menyesal
“ Kamu tiba di rumahmu dengan selamatkan, karena kamu baik-baik saja. Tidak perlu minta maaf ” balas Aslan lembut
Lyra terkejut dia mengira bosnya itu akan marah.
“ Anda tidak marah? Semalam Mas Ares sedikit kurang sopan, aku minta maaf dia memang memiliki kepribadian seperti itu ”
“ Tidak apa-apa aku mengerti ”
“ Baguslah kalau begitu aku khawatir Anda akan marah ”
“ Aku tidak marah karena sifat suamimu memang terkenal dengan temperamennya ” ucap Aslan
“ Tapi aku tidak bermaksud merendahkan suamimu maksudku-
“ Itu benar aku tidak bisa menyangkalnya ” sela Lyra
“ Lalu kenapa kamu menikah dengan pria bertemperamen buruk seperti itu? ” tanya Aslan
“ Aneh sekali Anda menanyakan itu ” Lyra menjawab enggan.
“ Aku hanya merasa kamu itu wanita yang lembut dan baik, aneh saja kamu menikah dengan seorang pria yang kasar ” tutur Aslan
“ Dia tidak kasar hanya terlalu keras kepala saja, tidak seburuk itu. Aku tidak sebaik itu ” bantah Lyra
“ Jelas sekali kamu itu baik, apa alasanmu menikah dengannya? ”
“ Karena aku seorang materialistik ” jawab Lyra sambil tersenyum kaku
“ Apa?! ” tanya Aslan heran
“ Aku seorang wanita yang menyukai uang. Oleh karena itu aku menikah dengannya. Mas Ares itu cukup kaya dan itu yang aku butuhkan di pernikahan ini ” jawab Lyra tenang
Aslan diam tak berkutik mendengar penuturan Lyra.
“ Ya sudah aku permisi Pak. Aku akan pulang ” pamit Lyra lalu keluar dari ruangan Aslan.
Sebenarnya apa maksudnya? Apa dia suka pria kaya? Aku juga tak kalah kaya darinya, batin Aslan.
* * *
Lyra duduk menunggu di cafe.
“ Lyra! ” Shera berjalan sambil melambai ke arah Lyra.
Lyra membalas melambaikan tangannya.
“ Eslin belum datang? ” tanya Shera pada Lyra ketika dia sudah duduk.
“ Dia mengabari tadi katanya akan sedikit terlambat ada pasien darurat ” jawab Lyra
“ Ohh kamu belum memesan, ayo segera pesan aku lapar sekali ” ucap Shera sambil memegang perutnya.
“ Ok tunggu aku pesankan ” Lyra lalu segera pergi memesankan makanan.
__ADS_1
Setelah beberapa menit Lyra datang dengan makanan yang di pesannya.
“ Ini ” tawar Lyra meletakkan makanan itu di meja mereka.
“ Terima kasih ” seru Shera
Shera menikmati makanannya dan begitu juga dengan Lyra.
“ Huftt kenyangnya ” lega Shera setelah menyedot minumannya.
“ Kapan ya Eslin datang? ternyata dia lama juga ” guman Lyra
“ Dia pasti lama kalau ada pasien yang bersalin tiba-tiba tentu saja akan lama ” jelas Shera
“ Benar juga ”
“ Kamu nampak tak bersemangat ada apa? ”
“ Bagaimana mengatakannya... aku sedikit bermasalah dengan suamiku ”
“ Dia masih mengekangmu ya ”
“ Sedikit tapi tidak seburuk waktu itu.... tapi bukan itu masalahnya ”
“ Jadi ada apa? ”
“ Aku tidak tahu pernah mengatakan ini, suamiku punya selingkuhan. Lebih tepatnya kekasih bahkan sebelum menikah denganku, jadi aku juga bingung apa tepat menyebutnya sebagai selingkuhan sedangkan aku yang menjadi penghambat untuk mereka ” tutur Lyra
“ Tentu saja wanita itu selingkuhannya. Kamu itu istrinya! ” tegas Shera
“ Aku tahu tapi baru-baru ini Mas Ares memperkenalkan dia padaku. Jelas saja aku merasa tidak di hargai, mereka juga tanpa berpikir bermesraan di depanku ”
“ Apa?! Sialan sekali! ”
“ Anehnya dia menyuruh aku menemui wanita itu ”
“ Menurutmu aku akan menemuinya, tentu saja tidak! ”
“ Untung kau masih waras. Jangan pernah mau menemui wanita itu duluan, mereka akan menginjak-injak harga dirimu ” kesal Shera
“ Aku tidak tahu harus apa lagi, semuanya benar-benar membuatku kesal ” ucap Lyra pasrah
“ Kasihan sekali sudahlah jangan terlalu di pikirkan lagi, biarkan saja mereka begitu. Kamu harus mengutamakan dirimu ” ucap Shera sambil memegangi tangan Lyra.
“ Aku kesal ” keluh Lyra
“ Sudah... sudah jangan pikirkan mereka lagi. Akhh mengesalkan! Ayo ikut denganku ” ajaknya menarik tangan Lyra
“ Kita mau kemana? ” tanya Lyra bingung.
Shera membawa Lyra dengan motornya.
“ Kita mau kemana sebenarnya Shera? ” berteriak sedikit kuat karena mereka di atas motor.
“ Karaoke!! ”
“ Apa?! ”
“ Kita akan melepaskan semuanya. Lupakan semuanya bersenang-senang sampai puas!! ”
“ Ini sudah malam!! ” tolak Lyra
“ Siapa peduli!! ”
“ Aku takut nanti masalah semakin bertambah!! ”
__ADS_1
“ Jangan pikirkan suamimu!! Dengar ya malam ini hanya waktu untuk kita!! Uhhh!! ” seru Shera
“ Astaga Shera! Lalu Eslin bagaimana?! ”
“ Aku akan suruh dia menyusul kita! ”
Shera melajukan motornya dengan cepat.
“ Kau gila!! ” bentak Lyra sambil memukul bahu Shera begitu dia turun dari motornya.
“ Akhh itu sakit!! ”
“ Kau ingin secepatnya menemui Tuhan! Membawa motor seperti itu mau mati! Astaga jantungku! ” rutuk Lyra
“ Tidak perlu sampai memukulku seperti itu! Ayo masuk ” ajak Shera
Mereka masuk ke sebuah ruangan karaoke yang telah mereka pesan.
“ Ini ambil ini! ” Shera melemparkan mic ke arah Lyra. Dengan sigap Lyra menangkap mic itu.
Shera mencari lagu dan menyanyi dengan semangat. Dia memaksa Lyra untuk menyanyi. Mau tak mau akhirnya Lyra ikut bernyanyi.
Mereka berdua menikmatinya menyanyi dengan tarian yang benar-benar membuat Lyra bahagia.
“ Ya!! ”
“ Akhh apa?! ” kaget Lyra mendengar suara teriakan itu.
“ Kalian bersenang-senang tanpa aku!! ” bentak Eslin
“ Siapa suruh kau sangat lambat!! ” rutuk Shera
“ Berikan micnya padaku akan aku tunjukkan cara bersenang-senang padamu! ” ucap Eslin bersemangat sambil mengambil mic yang terletak di sana.
Benar saja Eslin cukup handal dalam hal itu, dia menyanyi, menari, bahkan terkadang sangat atraktif.
“ Ayo ke sini jangan pikirkan hal lain cukup have fun! ” teriak Shera sambil mengajak Lyra menari mengikuti irama lagu itu.
Lyra bergerak menari mengikuti musik yang berputar, dan menyanyi sepuasnya.
Benar apa salahnya bersenang-senang sedikit, batinnya.
“ Uhuhhh mari terus bernyanyi! ” seru Lyra bersemangat.
Mereka melompat-lompat kecil cukup menikmati setiap alunan musik. Melepaskan sebentar setiap beban yang dipikul oleh Mereka.
“ Akhhh!! ” teriak Eslin sepuasnya melepaskan emosinya yang tertahan.
“ Aku pasti bisa! Aku sudah berusaha sebaik mungkin!! Maafkan aku tidak bisa menyelamatkanmu!! ” teriaknya.
Sebenarnya dia mengalami hari yang berat saat salah satu pasiennya harus kehilangan bayinya yang baru lahir. Itu merupakan bentuk kegagalan yang sangat di sesalinya.
“ Benar kamu sudah berusaha sebaik mungkin!! ” teriak Shera mendukung
“ Ya benar kamu itu dokter terbaik!! Jadi jangan menyerah semangat!! ” teriak Lyra
“ Aku tidak akan menyerah!! ” seru Eslin dengan mata berkaca-kaca
Serentak mereka saling berpelukan.
“ Aku tidak akan pernah menyerah ” ucap Eslin dengan terisak
“ Hmm tidak boleh ada yang menyerah kita akan terus berjuang! ” balas Shera sambil memeluk erat kedua sahabatnya itu.
“ Terima kasih aku senang memiliki kalian ” ucap Lyra yang sudah ikut menangis haru sedari tadi.
__ADS_1
“ **Terkadang kita hanya butuh seseorang yang mampu menjadi penyemangat ”-Anonim
Mystorios_Writer 🌨🌨**