
Lyra tenggelam dengan pikirannya sendiri setelah mendengar pendapat Ares tentang Ibunya. Banyak pertanyaan yang dia tanyakan pada pria itu tetapi lebih memilih tidak menanyakannya membaca ekspresi tegang dan serius Ares.
Ares fokus menatap jalanan di depannya sehingga tak ada obrolan di antaranya mereka, bahkan saat dia mulai melambatkan laju mobilnya.
“ Kita sudah sampai? ” tanya Lyra menyadari mobil mulai melambat.
Ares hanya menjawab dengan anggukan.
Lyra mengira mereka akan segera tiba ternyata setelah melewati sebuah gerbang besar Ares masih terus melaju menyusuri jalanan yang nampaknya tidak terbuka untuk umum.
“ Turunlah ini tempatnya ” ucap Ares begitu mobil itu benar-benar berhenti.
Lyra turun dari mobil itu matanya segera menelusuri tempat itu. Di depannya nampak sebuah bangunan entahlah apa itu pantas di sebut rumah karena besar dan megahnya bangunan itu lebih pantas disebut mansion.
“ Ayo ” Ares menggenggam tangan Lyra membawanya memasuki mansion itu, Lyra yang masih tercengang hanya mengikuti kemana Ares membawanya.
Begitu pintu besar itu di buka nampak sebuah ruangan yang sangat luas dengan nuansa mewah.
“ Apa ini istana? ” Lyra sampai menutup mulutnya dengan tangannya sangking kagumnya.
“ Kita akan tinggal di sini, ini merupakan salah satu rumahku. Kami tidak meninggalinya sekitar 5 tahun. Bagaimana kamu suka? ” ungkap Ares.
“ Sebenarnya seberapa kaya Anda? ” ucap Lyra bukan menjawab Ares.
“ Entahlah aku pun tak tahu menjawabnya. Sini aku tunjukkan bagian-bagian rumah ini ”
Lyra menatap heran kepada Ares saat pria itu mengatakan dia sendiri tidak tahu seberapa kaya dirinya.
“ Ini ruang tamu ” ucap Ares.
“ Luasnya hampir setengah rumah yang sekarang! ” seru Lyra ketika berada di ruangan dengan sofa dan gaya arsitektur yang elegan.
“ Tuan tempat ini terlalu besar dan luas ” lanjut Lyra.
“ Artinya kamu tidak suka ”
“ Bukan tidak suka, kalau dipikirkan tinggal di tempat besar dan seluas ini dan semua kemewahannya nampaknya terlalu berlebihan. Kita hanya akan tinggal bertiga ”
“ Lebih tepatnya berempat bersama anak kita nanti ” timpal Ares membenarkan.
“ I-iya justru itu rumah ini terlalu besar bahkan menurutku sama dengan tinggal di sebuah istana ”
“ Kalau kamu tidak suka, ya sudah kita akan pergi ke rumah yang lain ” ucap Ares santai.
“ Sebaiknya rumah itu tidak terlalu besar dan megah seperti ini Tuan ”
“ Hmm...di antara semua rumah itu ini yang paling kecil dan sederhana ” guman Ares setelah nampak berpikir sejenak.
“ A-apa i-ini yang terkecil? ” Lyra sampai syok mendengar itu hingga dia bersandar ke arah sofa.
__ADS_1
“ Kalau tempat sebesar ini yang terkecil di antara semuanya, lalu sebesar apa rumah yang lain? ” tanya Lyra tak habis pikir.
“ Makanya aku membawa ke sini karena ini yang paling sederhana, rumah tempat aku dan Adhisti tinggal memang bukan termasuk mansion. Sementara yang lainnya adalah mansion.”
“ Apa kita memang harus tinggal di sini? ” tanya Lyra lagi.
“ Mau tidak mau harus begitu kalau kamu ingin tinggal di tempat yang sederhana ”
“ Ini tidak layak disebut sederhana Tuan ”
“ Aku tidak mungkin mengajakmu tinggal di apartemen ” ujar Ares.
“ Apartemen yang lama?! ” tanya Lyra cepat.
“ Tidak, apartemen yang lain ”
“ Apartemen yang lain? Berapa banyak rumah dan apartemen yang Anda miliki? ”
“ Jangan menanyaiku karena aku tidak bisa mengatakan angka pastinya kecuali memeriksa berkas aset yang ku miliki. Yang perlu kamu ketahui suamimu itu Ares Crimson ” Ares menekankan setiap katanya.
Apa aku yang bodoh karena tidak pernah mencari tahu tentang kekayaan yang dimilikinya? Aku hanya tahu dia CEO dari Simson Company, batin Lyra.
Ares menarik tangan Lyra untuk mengikutinya tanpa bertanya pada wanita itu.
Setelah berjalan agak jauh dari ruang tamu itu.
“ Ini kamarmu dan kamarku yang itu tepat di depan kamarmu ” Ares menunjuk pintu di depan mereka.
“ Aku memilih kamar di lantai bawah agar kamu tidak perlu naik turun tangga. Kamu menyukai kamar ini? ”
Lyra memandangi kamar yang layaknya kamar seorang putri kerajaan.
“ Anda menanyaiku masalah suka atau tidaknya, aku tidak tahu apa sanggup beradaptasi tinggal di sini ” balas Lyra lesu.
“ Kamu pasti bisa untuk saat ini hanya ini tempat jika kita ingin mencari jalan tengah dari permasalahan kita ” Ares memegang bahu Lyra menyakinkan wanita itu.
Lyra mengikuti tatapan Ares lalu mendesah pasrah.
“ Baiklah.....” jawabnya sedikit terpaksa.
“ Jangan takut aku akan mengurus semuanya, aku tahu kamu memikirkan banyak hal tentang rumah ini. Percaya padaku kita akan memulai dengan baik di tempat ini ” Ares mendekat lalu mengecup lembut pucuk kepala Lyra.
Sontak Lyra dibuat salah tingkah dengan tindakan Ares.
“ Duduklah sebentar kamu akan kelelahan jika terus berdiri ” Ares mengajak Lyra duduk di ranjang itu.
Lyra menurut karena memang dia mulai sedikit merasa lelah.
“ Aku sama sekali tidak mengenal Anda ” ucap Lyra dengan nada menyesal.
__ADS_1
“ Kenapa kamu bilang begitu? ”
“ Ya aku hanya tahu Anda adalah seorang pengusaha sukses, CEO dari Simson Company perusahaan ternama di negeri ini. Hanya itu ” ujar Lyra.
“ Lalu selain itu apa yang mau kamu ketahui tentangku? ” tanya Ares.
“ Aku akan menjawab jujur banyak yang ingin aku ketahui tentang Anda. Sehingga bahkan sulit untuk menanyakan itu ”
“ Kenapa tidak mencoba mencari tahu? ”
“ Sudah, aku menanyai Gavrill maupun Adhisti tetapi bahkan mereka enggan memberitahuku. Aku juga mencari artikel tentang Anda tapi tak menemukan apapun, selain profil perusahaan Tuan ” jelas Lyra.
“ Karena tidak sembarang orang bisa berbicara mengenai aku dan aku tidak pernah meloloskan apapun menyangkut kehidupanku ”
“ Benar, bahkan di semua artikel yang menerbitkan bahwa Tuan sudah menikah. Tidak sama sekali memaparkan foto atau identitasku. Mereka hanya menulis siapa wanita beruntung yang telah dinikahi seorang Ares Crimson ”
“ Identitasmu akan lebih baik tidak terungkap terhadap publik.”
“ Mengapa? ” tanya Lyra penasaran dengan alasan pria itu begitu menjaga privasinya.
“ Ketika identitasmu terungkap maka kebebasanmu akan lenyap. Banyak orang yang akan mulai menargetkanmu ”
Lyra meremas tangannya.
“ Maksudnya aku bisa berada dalam bahaya?! ” tanya Lyra cemas.
“ Berada di posisiku saat ini sangat banyak orang yang ingin menjatuhkan aku, bahkan dengan cara apa pun ” Ares menatap Lyra serius.
“ Seberapa banyak bahaya Tuan lewati selama ini? ” Lyra membalas tatapan Ares.
Ares terdiam sejenak.
“ Itu bukan kisah yang menarik untuk diceritakan ” ucap Ares mengelak.
“ Tuan tidak ingin aku mengetahui sesuatu tentang masa lalu Anda? Apa aku tidak layak untuk mengetahui sedikit rahasia Anda? ” Lyra kecewa Ares yang sepertinya tidak percaya dengannya.
“ Aku tidak bermaksud begitu kamu layak untuk tahu segalanya tentangku aku suamimu. Tetapi kisah masa laluku sungguh tidak berarti ” jawab Ares.
Lyra memalingkan wajahnya dari pria itu.
“ Dengar, Ly. Bagiku yang terpenting adalah waktu yang kita jalani sekarang ” Ares memegang dagu Lyra membuat wanita itu kembali menatapnya, dia menyelipkan anak rambut Lyra ke belakang telinganya.
Ketika akan menarik tangannya, Lyra dengan cepat menahan tangan Ares sehingga menempel di pipinya.
Lyra menatap pria itu dengan tatapan sayu dan kecewa.
Sesulit itukah untuk memberitahu padaku kisah masa lalu Anda. Tuan Anda itu seperti teka-teki yang tak terpecahkan, batin Lyra.
“ Nampaknya kita akan terus dibatas ini, tidak saling mengerti atau mengenal sama sekali ” ucapnya lirih.
__ADS_1
“ **Terkadang mengetahui kisah menyakitkan, membuat kita saling memahami rasa sakit kita ”-Mystorios_Writer
Mystorios_Writer🌈🌈**