Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Pertarungan


__ADS_3

Ares duduk dengan memeluk Lyra di dekapannya. Mereka berada di atas kapal dalam perjalanan pulang. Karena hari yang sudah sore menjelang malam angin terasa dingin. Sehingga walau Lyra sudah menggunakan sweater dia masih kedinginan. Ketika Ares memeluknya rasanya sangat hangat.


“ Kapan kita akan berkunjung ke pulau itu lagi? ” tanya Lyra.


“ Aku akan membawamu saat waktunya tepat. Untuk sekarang aku mempunyai banyak sekali pekerjaan yang harus di selesaikan ” ungkap Ares.


“ Pekerjaan Anda pasti banyak tertunda saat merawatku di rumah sakit, aku menyesal untuk itu ” lirih Lyra.


Ares mengelus kepala Lyra.


“ Bukan karena itu, hanya saja aku sedang melakukan proyek besar perusahaan ”


Lyra membenamkan kepalanya lebih dalam ke dada Ares.


Setelah melewati perjalanan di kapal, mereka akhirnya tiba di pelabuhan dan segera melanjutkan perjalanan dengan mobil.


Gavrill mengendarai mobil itu, dengan Lyra dan Ares duduk di kursi penumpang. Lyra memperhatikan jalanan yang nampak sepi karena sudah malam dan jalanan itu merupakan daerah pinggiran pantai sehingga tidak banyak kendaraan yang melaju di sana.


“ Tuan ” guman Gavrill memanggil Ares yang sedang menggunakan ponselnya.


Ares menoleh ke arah Gavrill dan mengikuti tatapan Gavrill dan segera mengetahui yang dimaksud oleh sekretarisnya itu.


Lyra juga mengikuti arah tatapan kedua pria itu ke arah kaca spion mobil. Di sana nampak dua buah mobil yang melaju cepat di belakang mereka.


Ares dan Gavrill berubah tegang, dan Gavrill segera melajukan mobil itu dengan kecepatan penuh.


Lyra menggenggam seatbeltnya kuat.


“ Ada apa? ” tanya Lyra gelisah dan sedikit takut dengan perubahan sikap Ares dan Gavrill.


“ Tenang saja ” jawab Ares singkat.


Bukannya tenang mendapat jawaban itu Lyra justru semakin nyakin ada yang tidak beres di sini.


Lyra sesekali melirik ke belakang memastikan apakah mobil yang di belakang mereka masih mengikuti mereka. Nampaknya mobil itu telah tertinggal jauh karena Gavrill benar-benar melaju secepat kilat.


Lyra menghela napasnya sedikit lega.


Dritt!!


Derit suara rem mobil yang di berhentikan terburu-buru. Lyra melirik ke luar dan melihat sebuah mobil yang lain di sana.


“ Turunlah ” perintah Ares pada Lyra.


Setelah itu Lyra membuka seatbeltnya cepat dan mengikuti Ares.


Di sana berdiri dua orang pria bertubuh kekar dengan pakaian serba hitam. Lyra dapat memastikan nampaknya mereka berprofesi sebagai bodyguard.


“ Tuan kami sudah siap ” ucap seorang pria bertubuh besar itu.


Lyra melirik ke arah Ares seolah bertanya sebenarnya ada apa.

__ADS_1


“ Masuklah ke dalam mobil. Mereka akan membawamu pulang ” perintah Ares dan segera membukakan pintu mobil itu agar Lyra masuk ke sana.


Lyra terkejut dan sedikit melangkah mundur.


“ Kenapa aku pulang dengan mereka? Tuan tidak ikut bersamaku? ” tanya Lyra tak terima.


“ Aku harus menyelesaikan sesuatu dulu. Cepat naik ke mobil ” tegas Ares


“ Apa dua mobil tadi penjahat? Mereka mengincar kita? ” ujar Lyra.


“ Masuklah, sekarang tidak ada waktu untuk menjelaskan ”


“ Tidak...aku tidak mau pergi. Aku ingin pulang bersama Anda ” tolak Lyra.


“ Bawa dia pergi ” perintah Ares pada kedua pria itu. Setelah menarik Lyra dan memaksanya masuk ke dalam mobil.


“ Tuan aku tidak mau! ” teriak Lyra dari dalam mobil, tapi dengan cepat Ares memasangkan seatbelt untuk Lyra dan menutup mobil itu.


Lyra berusaha membuka pintu mobil tapi tidak bisa, jendela mobil menutup perlahan.


“ Tuan! Aku mau pulang bersama Anda! ” teriak Lyra dengan suara parau.


“ Ini untuk keamananmu ” ucap Ares dan setelah memberi kode, mobil yang membawa Lyra segera melaju dengan cepat.


Lyra melihat dari kaca belakang Ares yang semakin tertinggal jauh.


“ Kenapa aku harus ikut bersama kalian?! ” tanya Lyra protes kepada kedua orang itu.


“ Kami akan memastikan keselamatan Anda ” tegas pria yang menyetir mobil itu.


* * *


Ares dan Gavrill masih berdiri di tempat mereka berpisah dengan Lyra.


“ Tuan mereka akan segera tiba. Anak buah kita sudah berada di belakang mereka ” lapor Gavrill.


Ares berjalan menuju bagasi mobil, setelah membuka sebuah kotak misterius dari sana. Dia mengeluarkan beberapa pistol. Dia melemparkan satu ke arah Gavrill dan dengan cekatan Gavrill menerimanya.


“ Ini malam berburu ” tukas Ares setelah memantik pistol itu.


Dorr!!


Satu peluru melesat dari pistol Ares.


Drittt!!!


Mobil itu berputar tak beraturan setelah satu tembakan yang tepat mengenai ban mobil itu.


Dengan cepat Gavrill dan Ares mendekat ke arah mobil itu, empat orang pria keluar dari mobil itu.


Mereka langsung mengetahui penjahat itu memegang senjata api yang di arahkan langsung ke arah Gavrill dan Ares.

__ADS_1


“ Tuan nampaknya lebih menyenangkan jika kita yang menyambut mereka ” ujar Gavrill dengan smirk.


Tanpa perlu menunggu jawaban Ares, Gavrill menembak langsung ke arah penjahat itu. Tembakannya meleset tak mengenai satu pun di antara penjahat itu. Tapi bukan mengenai mereka tujuannya. Dia hanya ingin mengecoh musuh dan merusak formasi mereka.


*Dor!!


Dor*!!


Suara tembakan segera terdengar dari senjata Ares, dan dua orang penjahat itu segera tumbang.


“ Wow!! ” seru Gavrill senang, inilah yang paling disukainya saat dia selalu berhasil berkolaborasi dengan bosnya itu.


Gavrill merasa gelora semangatnya berkobar setelah sekian lama mereka tidak pernah lagi melakukan hal seperti ini.


“ Kamu nampak bersemangat ” ujar Ares santai memantik pistolnya lagi.


“ Tuan boleh serahkan yang dua ini untukku ” pinta Gavrill.


Dorr!!


Satu tembakan di tujukan pada Ares dan Gavrill, namun meleset.


“ Astaga! Tidak sabaran sekali! ” rutuk Gavrill, dan dengan cepat dia melontarkan tembakannya kedua pria itu tumbang seketika.


Dengan bergaya Gavrill meniup ujung pistolnya.


“ Tepat sasaran ” serunya.


Ares melangkah menuju ke arah penjahat itu, di ikuti oleh Gavrill di sampingnya.


“ Periksa tubuh mereka ” perintah Ares dia menggunakan kakinya membalik posisi mayat pria di sana.


Gavrill menggeledah tubuh para penjahat itu dan mengambil sesuatu yang dianggapnya penting.


Dia melihat luka tembak yang tepat di dada pria itu. Menusukkan telunjuknya ke dalam luka tembak itu.


“ Peluru ini bersarang di tempat yang tepat ” ucapnya tersenyum bangga.


“ Kendalikan dirimu masih banyak yang harus di bereskan ” ujar Ares berbalik ke arah belakang dan sudah ada kerumunan yang siap memangsa mereka.


Gavrill segera berdiri di samping Ares.


“ Ternyata mereka sudah mempersiapkan semua ini. Nampaknya mereka ingin memangsa kita malam ini Tuan ” ungkap Gavrill.


“ Tunjukkan pada mereka siapa mangsa sebenarnya ” tukas Ares.


Gavrill segera tersenyum senang, saat Ares melontarkan kata-kata seperti itu sangat membahagiakan untuknya berarti bosnya itu benar-benar mempercayainya.


Selama bekerja dengan Ares, Gavrill sangat mengagumi atasannya itu. Saat berhasil menyelesaikan satu pertarungan bersama Ares. Dia merasa bangga sebagai pendamping sejati bosnya.


“ Pemanasan tadi cukup membantu ” ujar Gavrill.

__ADS_1


“ **Cukup satu orang yang percaya padaku. Aku pasti bisa ”-Anonim.


Mystorios_Writer🎬🎬**


__ADS_2