
“ Awww!! ” ringis Lyra kuat memegangi perutnya.
“ Ada apa?! ” tanya Ares panik.
Adhisti dan Gavrill juga seketika terkejut dan panik.
“ Mas..aww..pe-perutku sakit sekali ” rintih Lyra.
Lyra memegang erat tangan Ares berusaha tetap menopang tubuhnya.
“ Aku akan membawamu ke rumah sakit ” Ares dengan kekuatan penuh mengendong Lyra, mengabaikan lengannya yang terluka karena kebakaran tadi.
“ Mobil ambulance ada di sebelah sana Tuan ” beritahu Gavrill, Ares segera membawa Lyra menuju ke sana.
“ Sakit sekali...Ahh..pe-perutku sakit ”
“ Kami harus ke rumah sakit sekarang juga!! ” tegas Ares pada perawat yang ada di ambulance itu.
“ Baringkan pasien ke brangkar Tuan ” ucap perawat itu bergerak cepat.
Begitu Lyra di baringkan di brangkar itu ambulance segera melaju.
Mereka hanya bisa menenangkan Lyra sebisanya, sementara Lyra terus meringis kesakitan dan keringat mencucur dari tubuhnya.
“ Beri jalan!! Nona ini akan segera melahirkan!! ” teriak perawat sembari mendorong brangkar melewati lorong rumah sakit.
“ Apa maksudmu melahirkan? Bahkan usia kandungannya belum sampai 8 bulan ” ujar Ares panik.
“ Air ketuban sudah pecah Tuan, tidak ada pilihan lain selain harus melahirkan hari ini ”
Ares menggenggam tangan Lyra.
“ Mas..” lirih Lyra menatap Ares sayu.
“ Tenanglah semua akan baik-baik saja ”
“ Tuan sebaiknya menunggu sebentar di sini kami akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu ” ucap dokter itu sopan.
“ Tapi aku tidak bisa membiarkannya sendiri ”
“ Setelah selesai pemeriksaan kami akan memanggil Anda, untuk saat ini kami harus memeriksa apakah persalinan dapat dilakukan normal atau harus operasi ” Dokter itu kemudian masuk dan pintu ruangan itu di tutup.
Ares berdiri menunggu di luar pintu itu, begitu juga Gavrill dan Adhisti.
“ Sebaiknya Anda duduk ” ucap Gavrill melihat Adhisti dengan tubuh lemahnya tapi masih tetap mondar-mandir di depan pintu ruangan.
“ Aku baik-baik saja ” tolak Adhisti, dia kembali merasakan betapa kakunya Gavrill berbicara padanya.
* * *
Dokter memeriksa Lyra secara menyeluruh.
“ Dok..kandunganku belum sampai 8 bulan..hufft..apa bayinya akan baik-baik saja? ” tanya Lyra dengan susah payah.
“ Kasus seperti ini memang jarang terjadi, tapi sepertinya bayinya harus dilahirkan prematur. Kepala bayi sudah sampai pinggul ” jelas dokter itu.
__ADS_1
“ Ma-maksudnya...aku bisa melahirkan normal ”
“ Kita harus berusaha sebaik mungkin Nona ”
Dokter itu memberikan aba-aba kepada para perawat untuk menyiapkan semua peralatan. Perawat memberikan Lyra minum.
“ Kumpulkan tenaga Anda saya nyakin Nona pasti bisa ” ucap Dokter itu menyakinkan Lyra.
“ Kalian bisa memanggil suaminya sekarang ” perintah Dokter itu pada perawat yang ada di sana.
“ Suami pasien sudah boleh memasuki ruangan ” panggil perawat itu.
Ares segera masuk ke sana secepat mungkin, menghampiri Lyra yang masih kesakitan.
“ Kita akan memulai persalinannya, semangat dari Anda pasti sangat di butuhkan Nona ini. Sekarang Nona mengendanlah Anda harus melakukankannya dengan benar ”
Kaki Lyra dinaikkan dan di buka lebar, tubuhnya setengah duduk dan ditopang oleh Ares dari belakang.
“ Akhh..huftt..” teriak Lyra.
“ Jangan berteriak Nona itu akan membuang tenaga Anda dengan percuma. Mengendanlah tanpa suara dan jangan mengertakkan gigi ” Dokter itu memberikan contoh kepada Lyra.
Lyra berusaha sebaik mungkin mengikuti arahan dokter. Dia mengedan sekuatnya sampai wajahnya berkerut.
“ Bertahanlah kamu pasti bisa ” ucap Ares tak kala risau.
“ Huftt...hufftt...hufft...” Lyra terengah-engah.
“ Dorong lebih kuat lagi! ” tegas Dokter.
Lyra berusaha mengatur napasnya. Dia mengumpulkan tenaga dan kembali mengedan sebisanya.
“ Terus Nona! ”
Keringat berjatuhan dari keningnya, Lyra mengerahkan semua tenaga yang bisa dia pikirkan.
“ Huffttt....” lenguhnya.
Dokter menarik bayi itu keluar dengan selamat, tak lama suara tangis bayi memecah di ruangan itu.
“ Ly...kamu berhasil! Itu bayi kita! Kamu berhasil! ” Ares menghujani Lyra dengan kecupan tak mampu mengungkapkan rasa senangnya.
“ Hufft...akhirnya..” lega Lyra, walau tenaga ditubuhnya terasa benar-benar habis hingga dia hanya bisa bersandar lemah pada Ares tapi hatinya dipenuhi kebahagiaan yang tak terhingga.
Lyra memandang dengan mata berkaca-kaca bayi yang sedang dibersihkan oleh para perawat itu. Dia menangis terharu tak kala mendengar kembali suara tangis bayinya.
“ Mas? ” tanya Lyra bingung melihat bayi mereka di masukkan ke inkubator.
Ares mendekap Lyra menguatkannya.
“ Nona bayi Anda laki-laki, dengan sangat terpaksa bayinya harus segera berada di inkubator karena terlahir prematur. Berat badannya belum mencukupi dan harus dibantu oksigen ” jelas dokter.
Lyra tak dapat menahan untuk tidak menangis mendengar itu.
“ Dia akan baik-baik saja. Percaya padaku kamu tahu dia anak yang kuat ”
__ADS_1
“ Nona bisa melihat bayinya kembali nanti. Sekarang kami akan memindahkan dia ke ruang NICU ” Lyra mengangguk pasrah dia tahu itu yang terbaik.
“ Mas..pergilah lihat bayi kita. Aku sudah tidak apa-apa ”
“ Sayang aku tidak akan meninggalkanmu, tenang saja para perawat akan membawanya dengan selamat dan juga Gavrill dan Adhisti ada di luar. Sekarang kamu harus fokus menerima perawatan ” Ares membaringkan Lyra, membiarkan perawat membersihkan tubuh Lyra dan memasangkan infus.
“ Untuk sekarang sebaiknya Nona istirahat sebaik mungkin ”
“ Tidak bisa aku melihat anakku dulu? ” tanya Lyra, dia tak sabaran ingin melihat kondisi bayinya.
“ Sabar Nona, istirahatlah yang baik sebentar lagi kami akan datang untuk mengambil ASI, bayi yang terlahir prematur belum bisa diberi ASI langsung. Akan buruk jika ASI Anda tidak keluar nanti ” jelas perawat itu, lalu meninggalkan Lyra dan Ares di ruangan itu.
“ Kamu harus memikir pemulihanmu juga ” guman Ares.
“ Aku baik-baik saja...aku tidak menyangka harus seperti ini. Kasihan sekali bayinya harus terlahir prematur. Semuanya akan baik-baik sajakan? Jujur saja semuanya begitu menakutkan ”
“ Jangan memikirkan hal-hal negatif seperti itu. Sebaiknya mari memikirkan hal bahagia, sekarang kita sudah resmi menjadi orang tua. Itu adalah anugerah terbesar untukku. Terima kasih ” Ares mengecup punggung tangan Lyra.
“ Terima kasih juga karena kembali dengan selamat ”
“ Maaf harus membuatmu khawatir seperti ini ”
“ Sebenarnya apa yang terjadi dengan Tara dan Jack? ”
“ Sepertinya Jack orang yang berharga untuknya ” balas Ares memikirkan hal itu memang mengharukan.
“ Aku tidak menyangka mereka berakhir seperti itu ” sesal Lyra.
“ Kita belum sama sekali memikirkan nama yang cocok untuk anak kita ” ujar Ares berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
“ Benar juga, apa Mas terpikir sebuah nama? ”
“ Hmmm..ya aku pikir Dimas nama yang bagus ”
“ Apa?! Dimas?! ”
“ Kenapa? Kamu tidak suka ”
“ Bukan masalah suka atau tidak, Nama Dimas menurutku terlalu pasaran Mas coba pikirkan yang lain. Nama yang memiliki arti yang bagus dan enak di dengar ”
“ Yang bagus...kamu punya nama yang sudah dipikirkan? ”
“ Aku berpikir nama Argantara atau angkasa, menurut Mas? ”
“ Itu juga terkesan sedikit kaku...aku sebenarnya suka nama yang sederhana ”
“ Nama yang sederhana ya, bagaimana kalo Sky? ”
“ Itu hanya angkasa yang di bahasa Inggriskan, kalau Budi? ”
“ Mas?! ” seru Lyra tak terima.
"**Rahasia hidup adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali." - Paulo Coelho
Mystorios_Writer🤤🤤**
__ADS_1