Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Ledakan


__ADS_3

“ Yang pasti ruang bawah tanah ini tidak ada disini ” ungkap Gavrill dengan napas memburu, dia segera menuju kamar lainnya.


Gavrill berjalan memasuki kamar itu perlahan.


“ Ada kejutan apa lagi di sini ” lirihnya.


Gavrill mengecek setiap sudut kamar itu mulai dari lantai bahkan setiap sudut dindingnya.


“ Sialan!! Tidak ada satu pun yang bisa jadi petunjuk di sini! Berbeda dengan nama sebelumnya setidaknya masih ada sesuatu yang memancing untuk jatuh ke jebakan. Dikamar ini sama sekali tidak ada apa pun. Apa kamar ini tidak diisi jebakan? ”


* * *


“ Siapa disana? ” seru Lyra terkejut saat merasa tiba-tiba ada yang memasuki kamarnya.


Lyra segera meraba tombol lampu yang ada dimeja, dia berusaha menyalakan lampu kamarnya tetapi tidak berhasil.


“ A-ada apa ini? ”


“ Siapa itu?! Jangan macam-macam!! ”


Lyra semakin takut dia tidak bisa melihat apa pun di tengah kamarnya yang sangat gelap dan ada seseorang yang melangkah perlahan ke arahnya.


Lyra menggenggam erat benda yang ada di tangannya.


“ Akhh!!! ”


Lyra berteriak histeris saat orang itu menariknya dan membekam mulutnya, dengan gemetar dia menusukkan benda yang dipegangnya tadi ke arah orang itu.


“ Aww!! ” ringis orang itu.


Lyra segera memanfaatkan kesempatan itu untuk berlari, dia segera berlari meraba-raba di ruangan gelap itu sampai akhirnya dia menemukan knop pintu.


“ Tolong!! Tolong aku!! ” teriak Lyra sambil berlari, dia mengingat jelas suara orang yang ditusuknya tadi itu Tara.


Ternyata seluruh listrik di rumah itu di padamkan, Lyra berlari terus sekuat tenaganya.


“ Kemana semua pengawal di rumah ini? ”, batin Lyra.


“ Pak! Pak! Tolong aku! Dikamarku! Ada seseorang di sana!! ” pekik Lyra ngos-ngosan setelah akhirnya dia berhasil sampai di gerbang dan menemui penjaga yang ada di sana.


“ Dimana Nyonya? ” tanya pengawal itu mendekati Lyra.


“ Dikamar! Dia berusaha menangkapku! ”


“ Apa yang kau tunggu?! ” teriak penjaga itu pada seorang rekannya yang ada di sana.


“ Akhh!! Lepaskan aku!! Ada apa dengan kalian!! ” Lyra berontak keras saat kedua penjaga itu malah menahan kedua tangannya dan mengikatnya.


“ Tara bodoh sekali sampai dia bisa lolos!! ”


“ Apa?! ” lonjak Lyra tak percaya, dua orang yang dia mintai tolong ternyata bekerja sama untuk menangkapnya.


“ Lepaskan aku!! Tolong!! Lepaskan aku!! ” Lyra berontak saat kedua penjaga itu memaksanya memasuki sebuah mobil.


“ Dimana semua penjaga?! Apa yang telah kalian lakukan?! Lepaskan aku!! ” teriakan Lyra tak di pedulikan oleh kedua orang itu, dia dikunci sendiri di dalam mobil itu.

__ADS_1


“ Aku tidak mengerti dengan ini semua, mengapa Tara melakukan ini? ” lirih Lyra.


“ Kalian berhasil menangkapnya?! ” seru Tara kepada kedua orang itu.


“ Tara!! Ada apa ini?! Mengapa kamu melakukan ini?! ” teriak Lyra saat melihat Tara dari dalam mobil.


“ Aku tidak sangka kau begitu ceroboh sampai dia bisa kabur. Tuan pasti sangat marah seandainya dia berhasil kabur beruntung kami menangkapnya ”


“ Dia menusukku tadi, sebaiknya kita segera bahwa dia pergi dari sini ”


Tara memegang bahunya yang basah karena darahnya, Lyra menusuknya di sana makanya pegangannya bisa terlepas.


* * *


*Ting!!


Ting!!


Ting!!


Ting*!!


Gavrill berusaha memutar otaknya memikirkan kira-kira dimana jalan menuju ruang bawah tanah itu.


*Ting!!


Ting*!!


Suara dentang jam yang ada dikamar itu, terdengar jelas karena tidak ada keributan lain di sana.


Gavrill terpikir sesuatu semakin lama menatap jam itu.


“ Tunggu...kalau di pikir-pikir jam ini satu-satunya benda yang ada dikamar ini ” gumannya berbicara sendiri.


Gavrill mendekat ke arah jam itu memperhatikannya dengan seksama.


“ Jam ini terus berdentang tapi jarum jamnya sama sekali tidak bergerak? Mungkinkah... ”


Driiiit!!!!


Lantai dikamar itu segera bergeser dan menimbulkan suara yang keras, dengan cepat Gavrill melompat dari tempatnya tadi atau dia akan terjatuh seketika.


“ Wah!! Kau dengar itu! Tidak kusangka dia berhasil menemukan jalan itu! ” seru Jack berbinar begitu suara berderit yang cukup keras itu terdengar.


Ares tak menanggapi sama sekali dia hanya tetap fokus melihat Jack yang nampak senang setelah Gavrill berhasil menemukan jalan menuju ruang bawah tanah justru membuat Ares makin nyakin bahwa Jack telah menyiapkan sesuatu yang berbahaya di sana.


“ Ternyata ini jalannya!! ” ungkap Gavrill senang setelah berhasil.


Dia menatap ke arah lorong yang terbuka dari lantai itu, perlahan dia mulai turun menapaki satu persatu anak tangga menuju ruang bawah tanah itu.


Saat Gavrill memijakkan kaki pada anak tangga berikutnya, anak tangga itu ambruk seketika Gavrill terjatuh terguling dari tangga itu.


Gavrill berusaha meraih sesuatu agar dia tidak terus jatuh, sekilas Gavrill dapat melihat dasar ujung tangga itu.


“ Akhh!!! ” peliknya ketakutan.

__ADS_1


Tubuhnya terus berguling hingga pada akhirnya dia bisa berpegangan pada anak tangga setelah dia menancapkan pisau yang di bawahnya tadi.


Meraih pisau itu membuatnya tanpa sengaja menyayat kakinya sendiri, tapi itu masih lebih baik dari pada jika dia terus terjatuh, maka tombak yang telah disusun seolah siap membunuh siapa saja yang terjatuh dari tangga itu.


Gavrill beringsut perlahan berusaha berdiri.


“ Huftt....hufttt ” hembusan napasnya terdengar jelas.


“ Pria tua itu!! Apa dia tidak pernah berpikir bagaimana kalau dia yang akhirnya terjatuh ke dalam jebakannya sendiri!! ” rutuk Gavrill.


“ Nona!! ” serunya saat berhasil membuka pintu ruang bawah tanah itu dan mendapati Adhisti terikat di sebuah kursi.


Perlahan Adhisti mendongakkan kepala mendengar panggilan itu. Ketika dia melihat Gavrill yang menuju ke arahnya segera dia menggeleng cepat melarang pria itu untuk mendekat.


“ Tenang saja...aku akan membawamu pergi dari sini ”


Adhisti menggeleng keras dia tidak bisa bicara dengan mulutnya yang di tutup dengan lakban itu.


“ Aku mohon jangan mendekat ke sini atau kita akan mati!! ” , batin Adhisti, dia berusaha memberi kode pada Gavrill tapi pria itu tidak mengerti.


Gavrill segera berlari ke arah Adhisti, dia meraih rantai yang mengikat tangan Adhisti.


“ Ini ternyata seperti sebuah borgol bagaimana aku bisa melepasnya? ” guman Gavrill masih berusaha.


“ Tidak bisakah kau membuka penutup mulutku dulu?! Aku ingin memberitahu jangan buka ikatan itu!! ”


“ Hmmm...hmmmm ” Adhisti masih berusaha memberitahu Gavrill.


“ Tahan sebentar saja, aku akan segera melepaskannya ”


“ Hmmm...hmmmmm ” berapa kali pun dia menggeleng pria itu tidak memperhatikannya.


“ Jangan buka tali itu!! Biarkan saja itu terikat atau kita bisa mati!! ” air mata Adhisti menetes tak bisa membayangkan yang akan terjadi selanjutnya.


“ Nampaknya ini tidak bisa di lepas tanpa kunci! Atau aku tarik saja rantai ini sampai terlepas dari sana ” Gavrill melihat rantai itu nampaknya akan lebih mudah terlepas dari pada harus menghancurkan besi yang mengikat tangan Adhisti.


“ Hmmm...Hmmmm”


“ Jangan!!! ”


Gavrill mengumpulkan tenaga dan dengan cepat menarik rantai itu sekuat tenaganya.


Duuuarrrrr!!!


“ Apa itu?! ” lonjak Ares segera bangkit berdiri.


“ Hahhhahahha duar!! Hahahaha meledak!! ” Jack tergelak.


**Hidup adalah petualangan yang berani atau tidak sama sekali. - Helen Keller


Mampir ke Novel Shera Sepenggal Kisah Gadis Senyuman Indah juga teman-teman 🥰


Mystorios_Writer🧣🧣**


__ADS_1


__ADS_2