
“ Terima kasih banyak untuk hari ini Mira, aku benar-benar membuatmu bekerja keras ” ucap Lyra pada Mira karena dia telah selesai dengan persiapannya.
“ Tentu saja Nona aku sangat beruntung Anda mempercayai aku untuk membantu Nona berdandan ” balas Mira sambil mengembalikan kartu ATM yang sebelumnya diberikan Lyra.
Lyra mengambil ponselnya, sebelumnya Aslan mengatakan akan menjemputnya. Jadi Lyra harus memberitahu bosnya itu bahwa dia telah siap untuk berangkat.
“ Halo Pak ” ucapnya begitu panggilannya terhubung.
“ Iya, Ly. Kamu sudah selesai? ” tanya Aslan langsung
“ Sudah Pak, aku akan mengirimkan alamatnya ”
“ Baiklah kamu tunggu sebentar ya ”
“ Iya Pak ” jawab Lyra lalu menutup telponnya.
Lyra menunggu kedatangan Aslan sebenarnya dia sedikit gugup, bagaimana pun semuanya jauh dari kebiasaan Lyra. Sekitar 15 menit kemudian Lyra menerima pesan dari Aslan yang mengatakan dia sudah menunggu di luar.
Lyra berjalan dengan anggun keluar dari salon itu dengan sepatu heels nya. Dia dapat melihat Aslan yang menunggunya dengan berdiri memainkan ponsel di depan mobilnya.
“ Ayo berangkat Pak ” ucap Lyra
Aslan memasukkan handphonenya ke sakunya, lalu mendongakkan kepala melihat Lyra. Matanya melotot seketika melihat sosok cantik di depannya, itu benar-benar seperti bukan Lyra yang biasa bekerja dengannya.
“ Pak! Pak! Hei! Apa kita bisa pergi sekarang? ” tanya Lyra sambil melambaikan tangannya di depan wajah Aslan karena pria itu hanya diam.
“ E-eh iya.. A-apa kamu bilang apa tadi? ” tanya Aslan terbata-bata penampilan Lyra benar-benar membiusnya.
“ Aku bilang kita bisa berangkat sekarang, Anda melamun ” tutur Lyra
“ Oh iya kalau begitu ayo ” ajak Aslan sambil segera membukakan pintu untuk Lyra.
Gila! sadar Aslan dia sudah bersuami, Kendalikan dirimu!
Lyra masuk ke mobil dia memakai blazer hitam yang dia bawa tadi menutupi bahunya.
Aslan masuk ke mobil setelah Lyra, dilihatnya Lyra yang telah memakai blazer. Aslan langsung menghela napas lega.
Untunglah itu lebih baik!, batinnya.
Aslan berusaha fokus mengemudi sembari Lyra yang terkadang mengajaknya bicara. Sedangkan dia berusaha untuk tidak menatap wanita itu, kalau tidak dia bisa terjatuh lebih dalam lagi.
“ Ayo pelan-pelan saja ” ucapnya ketika dia membukakan pintu untuk Lyra karena mereka telah tiba di lokasi pesta.
Lyra membalas dengan tersenyum, mereka lalu berjalan masuk beriringan walau tidak saling bergandengan.
Oke! Santai Lyra percaya diri saja. Kamu sudah menyiapkan semua ini kendalikan dirimu, batin Lyra menenangkan dirinya.
Lyra berjalan tegak dengan anggun sekarang dia sudah tidak memakai blazer lagi. Berusaha berpikir positif bahwa memang perhatian dan orang-orang yang terkejut melihatnya adalah karena kagum dengan kecantikannya.
“ Mari ke sebelah sana ” tunjuk Aslan pada Lyra
__ADS_1
“ Baik Pak ” jawabnya.
Lyra dapat melihat Robert yang berdiri mengelilingi sebuah meja dengan seorang wanita yang menggandeng lengannya, dan beberapa pasangan lainnya. Lyra sudah diberitahu sebelumnya bahwa Robert datang bersama istrinya.
“ Wow! apa kalian iring-iringan raja dan ratu?! Pantas saja semua orang menatap kagum ” seru Robert seperti biasa dia pintar memberikan reaksi.
“ Jangan berlebihan seperti itu Pak ” ucap Lyra tersipu malu.
“ Lyly lihat semua tatapan dan bagaimana para pria disini berbisik-bisik. Kamu tahu apa yang mereka perbincangkan? ”
“ Tidak, memangnya apa yang mereka bicarakan?”
“ Mereka pasti sedang bertanya-tanya siapa wanita cantik yang ada di sini ”
“ Aku harap itu benar, setidaknya berarti penampilanku tidak buruk ” ucap Lyra tersenyum.
Lyra mengambil segelas jus yang di sajikan di meja. Dia mengedarkan mata ke sekelilingnya.
Dimana dia? Apa mereka belum datang? Hufttt, ucap Lyra dalam hati bertanya-tanya karena tidak melihat sosok Ares.
Lyra kembali fokus mendengar perbincangan Aslan dengan orang-orang yang merupakan para pengusaha. Mereka membahas perusahaan dan kesempatan bekerja sama masing-masing.
*Itu Ares Crimson! Dia akhirnya datang!
Ares Crimson adalah bintangnya malam ini!
Tentu saja dia mendapatkan penghargaan sebagai pengusaha muda terkaya*!
Dia telah datang?, batin Lyra.
Dia mengikuti arah tatapan orang-orang. Dapat dilihatnya sosok Ares yang nampak mendominasi memasuki ruangan itu, membuat suasana sedikit menegangkan bagi Lyra.
Apa itu kenapa dia datang sendiri? Dimana Shakira?
“ Suamimu datang ke pesta ini ” ucap Aslan pada Lyra
“ Ya? Iya nampaknya itu dia ” ucap Lyra berbohong karena dia sudah mengetahui Ares akan datang ke pesta itu.
“ Apa tidak masalah kamu tidak datang bersama suamimu? ” tanya Aslan mulai bingung dengan situasinya, ini pesta pasangan seharusnya Ares pergi dengan Lyra ke pesta.
Lyra tak bicara dia hanya mengendikkan bahunya.
* * *
Begitu Ares tiba dia langsung di kelilingi orang-orang yang ingin menyapanya. Sehingga dia belum menyadari keberadaan Lyra yang berdiri tak terlalu jauh darinya.
Lyra berusaha tetap tenang dan melanjutkan perbincangannya, dia ingin pria itu yang menyadari keberadaannya sendiri.
Ares mulai merasa bosan dengan orang-orang yang tak habis-habisnya menyapanya. Dia memberi kode dengan tangannya menyuruh mereka berhenti Mengerubunginya.
Ares bernafas lega setelah tak ada lagi kerumunan di sekitarnya, dia melihat sekeliling sampai sorot matanya menangkap satu sosok yang dikenalnya.
__ADS_1
Matanya melotot seketika ketika dilihatnya istrinya yang nampak sibuk mengobrol dengan orang-orang yang mengelilingi Lyra dan banyak diantaranya pria.
“ Apa ini?! ” geramnya. Secepatnya Ares berjalan menghampiri Lyra.
Dia memakan umpannya, batin Lyra senang mengetahui Ares yang sedang berjalan ke arahnya.
“ Lyra! ” ucap Ares sambil menarik tangan Lyra menjauhkannya dari Aslan.
“ Mas Ares ” balas Lyra tenang. Dia tahu suaminya itu sedang marah sekarang karena Lyra tahu sifatnya yang akan murka jika Lyra berdekatan dengan pria lain.
“ Kenapa kamu ada di sini? ” bisik Ares geram
“ Ahh aku datang bersama Pak Aslan mendampinginya sebagai sekretaris perusahaan ” jawab Lyra
“ Mendampingi? Dengan penampilan akhh ” rutuk Ares dia melonggarkan sedikit dasinya menahan emosinya.
“ Ayo ikut denganku ”
Ares menarik tangan Lyra membawa wanita itu ke sisinya.
“ Tunggu sebentar Tuan Ares, tapi Lyra datang ke sini sebagai perwakilan perusahaan ” cegah Aslan
Ares menatap Aslan dengan sinis.
“ Dia istriku! Aku bebas untuk mengajaknya pergi. Sebaiknya menyingkirlah! ” geram Ares
“ Pak aku akan pergi sebentar, ada yang perlu aku bicarakan dengan suamiku ” ucap Lyra menengahi. Dia memang berencana membalas Ares tapi bukan dengan membuat kekacauan di pesta itu.
Dengan cepat Ares menarik tangan Lyra dan membawanya menjauh dari sana.
“ Bukan sebentar! Aku tidak akan mengizinkanmu pergi ke sana! ” rutuk Ares
Ares berhenti ketika mereka sampai di tempat yang agak sepi, namun masih di sekitar area pesta.
“ Ada apa Mas? ” tanya Lyra berpura-pura bingung dengan tingkah Ares
“ Kamu bertanya ada apa, Ly bisa-bisanya kamu datang berpasangan dengan Aslan omong-kosong apa itu ”
“ Kenapa kamu mempermasalahkan itu Mas, sedangkan kamu sendiri berpasangan dengan Shakira aku tidak keberatan ”
“ Kenapa mengaitkan Shakira dengan ini? sekarang aku bertanya padamu ”
“ Kenapa aku tidak boleh mengungkit tentangnya? Kamu bilang akan pergi dengannya ke pesta ini wajar aku bertanya ”
“ Iya aku memang akan pergi dengannya, tapi bukan berarti itu membuatmu bebas pergi dengan pria lain ”
“ Ahh jadi maksudnya kamu bebas memilih dengan wanita mana kamu pergi, tapi aku harus membutuhkan izinmu untuk pergi dengan pria lain. Bukankah itu aneh? ” ucap Lyra dengan kesan menyindir Ares
“ Aku tidak mengajakmu karena kamu merasa mual jika dekat denganku! Aku juga tidak suka jika orang lain menatapmu seolah mereka menginginkanmu! Aku tidak suka hal itu! ” geram Ares
"**Kamu cantik, percayalah karena sepanjang hidupku aku belum pernah melihat orang yang begitu cantik."-Anonim
__ADS_1
Mystorios_Writer🌒🌒**