Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Promosi Novel Baru


__ADS_3

Flashback


“ Apa tidak masalah kita melakukan ini? ” tanya Shera gugup dibawah kukungan kekasihnya Nick.


“ Tenang saja..tidak akan ada masalah ”


“ Ti-tidak Nick aku tidak berani..kalau aku hamil? ”


“ Ssssttt...aku akan bertanggung jawab kamu tahu aku sangat mencintaimu ”


“ Ta-


Belum sempat Shera membantah Nick langsung menciumnya dengan rakus. Tak mengizinkan dia berbicara lagi.


Melupakan segalanya Shera terbuai akan janji dan rayuan Nick. Hingga dia terjerat nafs* dan berhubungan badan dengan pria itu.


Tiga bulan kemudian dengan ketakutan dia memberitahu Nick bahwa dia sedang hamil.


“ Aku tidak ingin merusak masa depanku!! Gugurkan saja janin itu!! Aku tidak menerimanya! Kau baru sekali berhubungan denganku dan langsung hamil?! Aku tidak percaya dia anakku!! ” bentak Nick panik.


“ Apa maksudmu?! Kau yang bilang akan bertanggung jawab!! Ini anakmu!! ”


“ Aku tidak percaya, bahkan ketika aku melakukan itu beberapa kali dengan gadis lain dia tidak hamil!! ”


“ Ga-gadis lain?! Kau berhubungan dengan wanita lain?! ”


“ Pokoknya aku sudah bilang itu bukan anakku aku tidak peduli kau mau menggugurkannya atau apa pun. Jangan pernah mengaitkan aku ke dalamnya. Kita tidak punya hubungan lagi. Jangan pernah menemuiku lagi!! ” Nick mendorong Shera dan segera meninggalkan dia di sana.


“ A-apa? Nick!! Nick!! ” segera mengejar pria itu tapi percuma saja. Dia menangis kebingungan semua perasaan cinta dan kepercayaan yang tulus pada pria itu ternyata percuma. Karena dia bertemu orang yang salah.


Flashback Off


* * *


“ Kau barang sisa pria itu?! ” geramnya.


Shera terkejut melihat reaksi pria itu. Sebelum dia sempat menjawab apa pun bus berhenti di halte.


Shera berjalan perlahan menuju bus itu.


“ Terima kasih untuk yang tadi aku bersungguh-sungguh ” ucap Shera pada Aska lalu dia duduk dan bus itu pun melaju.


Aska memukul bangku halte itu keras.


“ Apa maksudnya menerima perkataan pria itu?! Lalu siapa pria tadi?! ” rutuknya tak terima.


* * *


Shera membaca pesan yang diterimanya tadi pagi di ponselnya dengan senang.


Makasih untuk boneka squishy nya, Kak. Aku suka sekali.


Isi pesan Felycia, Shera bersyukur adiknya itu menyukai hadiahnya yang tidak seberapa itu. Dia sebenarnya tidak pernah berniat untuk bertindak cuek dan acuh kepada Felycia.


Tapi mereka dibesarkan dengan cara ituitu, perlakuan orang tua yang berbeda kepada mereka membuatnya harus menjauhi Felycia. Dia dianggap pengaruh buruk terhadap Felycia apalagi setelah kesalahannya.


Shera memilih tidak membalas pesan itu, bagaimana pun dia sangat mengenal Felycia. Jika dia membalas pesannya seketika Felycia akan datang menemui Shera. Dia tidak mengharapkan itu.


* *


__ADS_1


Shera memilih libur karena sedang akhir pekan, jadi dia izin dari restoran dan bar tempat dia bekerja.


Shera memakai sepatunya karena dia berencana jogging sekitar komplek kosannya.


“ Huffff...huffft...” Shera mengatur pernapasannya setelah lelah berlari, dia memilih beristirahat sebentar di bangku taman.


Dia merasa segar setelah meminum air putih yang dibelinya tadi. Shera menikmati suasana pagi yang teduh sambil mendengarkan musik dari earphonenya.


Aska kembali menajamkan penglihatannya dia nyakin sekali bahwa itu Shera. Maka dengan perlahan dia mendekati gadis itu.


Shera bahkan tak menyadari saat Aska duduk di sebelahnya.


“ Habis berolahraga ” sapa Aska tapi tak di dengar oleh Shera karena dia mengenakan earphone.


“ Hei ” Aska mentoel bahu Shera.


“ Astaga!! ” lonjak Shera.


“ Hi ” sapa Aska lagi.


“ Sedang apa kau disini?! ” tanya Shera heran.


“ Tidak lihat aku pakai baju apa ”


Shera tahu Aska memakai baju olahraga tapi bagaimana dia bisa berada di komplek kosan Shera.


“ Kau tidak tinggal disinikan? Aku belum pernah melihatmu disekitar sini ”


Aska berdehem sejenak.


“ Aku kebetulan menginap di rumah teman dia tinggal di komplek ini. Berarti kau tinggal di komplek ini juga ”


“ Iya..”


“ Aku memang sempat berpikir begitu..habisnya kau tiba-tiba ada disini ”


“ Setiap aku bertemu denganmu kau selalu nampak berbeda ” ujar Aska.


“ Apa maksudmu? ”


“ Saat jadi pelayan kau cukup sopan, bertemu tadi malam kau tidak terlalu sopan dan hari ini kau nampak tenang ”


“ Aku bingung kau menilai dari mana ”


“ Bukankah benar hari ini kau nampak tenang ”


“ Mengapa aku harus tidak tenang? ”


“ Kau suka bertanya balik ”


“ Benar, dan kau suka menanyakan hal pribadi ” Shera beranjak dari kursi itu.


“ Mau kemana? ” tanya Aska berpikir Shera sengaja menghindarinya.


“ Tentu saja pulang ” jawab Shera melenggang santai.


“ Kau tidak jadi olahraga? ”


“ Aku sudah selesai tadi, kau yang masih nampak belum berkeringat sama sekali. Berlarilah mengelilingi taman ini ”


Tidak menuruti perkataan Shera, Aska malah berjalan di samping Shera.

__ADS_1


“ Kenapa mengikutiku? ” tanya Shera heran.


“ Nanti malam kau bekerja di barkan? ”


“ Tidak ”


“ Kenapa? ”


“ Aku hanya mengambil libur, lagian kenapa juga kau peduli? ”


“ Hanya saja bagaimana jika kau bertemu pria itu lagi ”


“ Nick..namanya Nick, aku mengenalnya jadi tidak perlu mengkhawatirkan hal yang tidak perlu. Aku tidak akan mati ” ucap Shera dengan tertawa.


“ Tawamu terdengar menyedihkan ”


Shera terdiam seketika dia memang hanya tertawa palsu berpura-pura baik-baik saja.


“ Kau takut pada pria itukan? Apa dia menyakitimu atau mengancammu? ”


Shera menghentikan langkahnya menatap Aska.


“ Kau dengar juga kan apa yang dikatakannya, seharusnya kau bisa menebak apa hubunganku dengannya ”


“ Pria itu mantan pacarmu? Mantan suamimu atau apa? Mengapa dia menghina seperti itu? ” tanya Aska tak sabaran.


“ Dia mantan pacarku ”


“ Hanya mantan pacar, mulut pria itu begitu kurang ajar menghinamu seperti itu. Barang sisa?! Ocehannya menjijikkan! ” ungkap Aska seakan menganggap pria itu terlalu melebih-lebihkan.


Shera menatap Aska datar tanpa ekspresi.


“ Dia menghamiliku, aku barang sisanya memang tidak salah ”


Aska seketika terdiam tidak percaya, Shera menunggu reaksi selanjutnya dari pria itu.


“ Jadi kau punya anak dari pria itu? ” tanya Aska bergetar.


“ Aku menggugurkan kandunganku, jadi semua perkataannya tidak satu pun salah. Aku memang wanita seperti itu ” jelas Shera tetap datar.


“ Hahh?! ” ujar Aska dengan nada tidak menyangka.


Shera tahu pria itu pasti bereaksi seperti itu, sama seperti orang lain.


“ Kalian yang melakukan dosa, mengapa mengorbankan anak tidak berdosa itu? ”


“ Itu urusanku ” jawab Shera lalu melanjutkan langkahnya.


Aska diam tidak mengejar wanita itu.


“ Kau harus tahu bahwa yang kau lakukan adalah tindakan paling hina! Seharusnya kau berani bertanggung jawab atas tindakanmu! Mengapa kau berani berhubungan dengan pria itu?! Lalu menggugurkan kandunganmu?! ” teriak Aska marah.


Shera terus berjalan mengabaikan teriakan pria itu.


“ Memang akan selalu seperti itu, setiap orang akan berpikiran yang sama dengannya. Mengapa dia mau berhubungan badan dengan pria tapi tidak berani menanggung resikonya. Pertanyaan itu selalu saja ” guman Shera tersenyum ketir.


“ Apakah selalu semudah itu? Jika aku mempertahankan bayinya akankah semuanya mudah? Hidupku akankah tetap normal ” Shera berdiri menatap lurus ke luar jendala kamarnya.


**Ini cuplikan novel baru Author judulnya Shera Sepenggal Kisah Gadis Senyuman Indah. Mampir ya teman-teman😊


“ Karena ada baiknya kita meluangkan waktu sejenak hanya untuk menata kembali emosi yang bertalu-talu”-Anonim

__ADS_1


Mystorios_Writer 😘😘**


__ADS_2