Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Dia Memilih Pergi dengan Wanita Itu


__ADS_3

Pagi itu Lyra sudah rapi dengan pakaian kantornya, sesuai rencananya dia akan kembali bekerja mulai hari ini.


Lyra keluar dari kamar untuk sarapan karena Ares dan Adhisti sudah menunggunya di sana untuk sarapan bersama.


Lyra tersenyum ke arah Adhisti lalu duduk di kursi paling ujung jauh dari Ares.


“ Kenapa kamu duduk di situ? Duduklah di sini ” ucap Ares begitu melihat Lyra yang duduk jauh dari mereka berdua.


“ Maaf Mas tapi sepertinya aku masih mual jika berdekatan dengan kamu ” jawab Lyra berbohong, sebenarnya untuk menjaga jarak dengan Ares dia berbohong pura-pura mengalami mual jika berdekatan dengan pria itu.


Mas?! Barusan Lyra memanggil kakak Mas! Aku tidak salah dengarkan, batin Adhisti bertanya-tanya.


“ Itu pasti buruk sebaiknya kita harus pergi ke dokter, tidak normal jika kamu merasa mual hanya karena dekat denganku ” saran Ares


“ Ahh tidak perlu Mas malah merepotkan kamu ” tolak Lyra


“ Mas? ” tanya Adhisti pelan ke arah Lyra karena dia benar-benar terkejut mendengar panggilan baru Lyra ke kakaknya.


“ Kami memutuskan mengubah panggilan, setidaknya pasti aneh nanti jika bayinya mendengar aku memanggil Tuan kena ayahnya ” jelas Lyra sesuai perkataan Ares saat itu.


“ Itu bagus sekali, berarti hubungan kalian sudah ada kemajuan ” bisik Adhisti menggoda Lyra.


Lyra membalas dengan senyuman canggung.


Kemajuan apanya? Kau juga pasti tahu kalau kakakmu punya kekasih. Walaupun aku istrinya tapi posisiku lebih mirip orang ketiga di sini, rutuk Lyra dalam hati.


“ Apa kamu akan pergi ke suatu tempat? ” tanya Ares lagi karena melihat Lyra yang sudah rapi.


“ Oh aku belum bilang ya, aku akan mulai bekerja hari ini ” tutur Lyra


“ Bekerja? kamu nyakin akan baik-baik saja ”


“ Iya Mas ” jawab Lyra kaku


“ Kalau begitu aku akan mengantarmu ” ajak Ares berjalan mendekat ke arah Lyra


“ Berhenti! Hoek hoek ”


Lyra menutup mulutnya seakan ingin muntah. Melihat itu Ares segera mundur menjauh.


“ Lihatlah ini sangat aneh! ayo kita harus segera pergi ke dokter ”


“ Tidak perlu! ” tolak Lyra keras


“ Aku juga pernah mendengar hal ini, kalau tidak salah jika mengalami hal seperti ini biasanya disebabkan oleh rasa simpati yang kuat dari pasangan suami istri itu. Oleh karena itu jika saling berdekatan maka salah satunya bisa mual, semacam kehamilan simpatik kalo tidak salah ” jelas Adhisti


“ Iya benar semacam itu ” ucap Lyra membenarkan


Dari pada di ajak ke dokter.


“ Tapi sampai kapan seperti ini, aku bahkan tidak bisa mendekat ke arahmu ” keluh Ares

__ADS_1


“ Aku juga tidak tahu sampai kapan, tapi aku benar-benar mual jika kamu mendekat mas ”


“ Ya sudah, Kak. Bersabarlah biasanya lama-lama juga membaik sendiri, aku pikir juga tidak perlu pergi ke dokter ” dukung Adhisti


“ Iya iya baiklah ” ucap Ares pasrah.


“ Kalau begitu aku akan berangkat sekarang, taksi yang ku pesan sudah menunggu di depan ” pamit Lyra lalu segera menuju keluar.


Aku tidak akan mau menjadi semacam wanita pengalihan naf.su semata, batin Lyra.


* * *


Lyra berjalan masuk menuju ruangannya yang sekitar satu minggu ini tak di tempatinya. Dia duduk di kursinya, di rabanya meja kerjanya dia merindukan bekerja di sini sejak lama.


Tok tok tok!


Lyra mendengar suara ketukan pintu.


“ Silakan masuk ” ucapnya


“ Selamat datang Lyra! ” ucap Robert bersemangat begitu dia masuk ke ruangan Lyra.


“ Terima kasih Pak ” balas Lyra


“ Aku senang sekali kamu tetap bekerja di sini, aku benar-benar minta maaf untuk yang waktu itu ”


“ Tidak perlu di pikirkan Pak aku sudah melupakannya Pak Aslan sudah menjelaskan semuanya ”


“ Hahaha baiklah Pak, terima kasih karena tetap percaya padaku ” tawa Lyra tulus


“ Tentu saja kamu sekretaris terbaik yang pernah bekerja untukku, kamu tidak tahu betapa kesulitannya aku saat kamu tidak bekerja. Tidak ada yang lebih mengerti area-area pembangunan dari pada kamu. Tapi tenang saja untuk hari ini beristirahatlah, aku tidak akan mengajakmu ke lapangan langsung ” canda Robert


“ Baik Pak ” balas Lyra tersenyum


Robert membuat tanda ok dengan tangannya lalu keluar dari ruangan Lyra.


Lyra lalu mulai memeriksa beberapa laporan pekerjaan, dia harus segera mengejar ketertinggalannya selama dia tidak masuk kerja sebelumnya.


“ Selamat sore Pak aku segera pulang, apakah anda akan lembur hari ini? ” ucap Lyra dengan niat berpamitan kepada Robert karena ruangannya berada tepat di depan ruangan Robert.


“ Baiklah hati-hati di jalan, aku tidak akan lembur. Aku akan pergi dengan King malam ini menikmati masa muda kami ”


“ Tepatnya hanya masa mudaku saja, kau sudah memasuki usia paruh baya ” sela Aslan yang baru masuk ke ruangan itu juga.


“ Aku tidak kalah berenergi darimu King, kita hanya beda usia beberapa tahun saja ” ucap Robert tidak terima dengan ejekan Aslan.


“ Kamu akan pulang dengan bus? ” tanya Aslan pada Lyra menghiraukan ucapan Robert


“ Tidak Pak aku sudah memesan taksi ”


“ Baguslah kalau begitu setidaknya itu lebih aman ”

__ADS_1


“ Iya Pak, kalau begitu aku pergi dulu. Sampai jumpa besok ” pamit Lyra kepada mereka.


Aslan dan Robert membalas dengan mengangguk.


Ketika sudah berada di luar tak berapa lama taksi yang di pesan oleh Lyra tiba, dan dia segera menaiki taksi itu untuk segera pulang.


* * *


Masih sama seperti sebelumnya Lyra berusaha untuk tidak banyak berinteraksi dengan Ares. Jadi saat ini walaupun mereka bertiga sedang berada di ruang keluarga, tapi Lyra menyibukkan diri berbincang-bincang dengan Adhisti.


“ Tunggu sebentar ya, aku ambil air minum dulu ” ucap Adhisti, dia berdiri menuju dapur. Tak berapa lama dia kembali dengan membawa segelas air.


Setelah minum Adhisti meletakkan gelasnya di meja.


“ Ini undangan apa? ” tanyanya sambil memegang semacam amplop.


Ares melihat amplop yang di tunjukkan Adhisti.


“ Itu undangan acara amal, semacam pesta yang diadakan untuk mengumpulkan dana biasanya dihadiri para pengusaha-pengusaha besar ” jelas Ares karena undangan itu di tujukan padanya.


“ Oh ” angguk Adhisti, dia tetap membaca undangan itu.


“ Pestanya harus di hadiri bersama pasangan ” ucap Adhisti begitu membaca aturan pesta.


“ Ya itu benar ”


“ Berarti kakak akan pergi bersama Lyra ”


“ Tidak kakak akan mengajak Shakira ” ucap Ares sambil melihat ke arah Lyra tapi wanita itu tidak menunjukkan ekspresi apapun.


Bahkan tanpa berpikir panjang dia memilih pergi dengan wanita itu, batin Lyra.


“ Ohhh ” desah Adhisti kecewa dia mengharap kakaknya pergi dengan Lyra.


“ Ly, kamu sudah mengenal Kak Shakira. Dia itu-


“ Sudah aku bertemu dengannya sebelumnya ” potong Lyra tidak ingin mendengar Adhisti menyebutkan bahwa Shakira adalah kekasih Ares.


“ Benarkah? Baguslah kalau begitu, aku juga sudah mengenal Kak Shakira lama. Dia orang yang benar-benar baik, dan lagi dia sangat cantik. Aku sangat mengaguminya ” jelas Adhisti bersemangat.


Lyra mendengarkan dengan canggung tak tahu harus berekspresi bagaimana.


Jadi dia sangat menyukai Shakira. Benar juga seharusnya yang pantas menjadi istri Ares itu Shakira, dia cantik... berkelas. Dibandingkan denganku jelas saja aku tidak ada apa-apa nya. Mas Ares memilih pergi ke pesta itu dengannya pasti karena merasa Shakira lebih pantas sebagai pasangannya. Sudahlah Lyra biarkan begitu, batin Lyra


Tapi rasanya mengesalkan saat Mas Ares lebih memilih pergi dengan wanita itu. Apa aku benar-benar tidak pantas untuknya, sesalnya lagi.


"**Lepaskanlah. Maka besok lusa jika dia cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan." (Rindu, Tere Liye)


Author berterima kasih atas dukungan teman-teman, tapi jujur aku merasa sedikit kecewa dengan jumlah pembaca novel ini yang tidak mau meningkat. Apa novel ini membosankan untuk di baca?


Mystorios_Writer🍷🍷**

__ADS_1


__ADS_2