
Waktu terasa berlalu begitu cepat bagi Lyra, seminggu liburannya akan segera berakhir. Setelah dua hari dia akan segera masuk kuliah lagi, dia sedang sibuk menyiapkan berkas untuk pengajuan skripsinya.
Untungnya beberapa hari yang lalu dia telah mendapat laporan nilai magangnya dari perusahaan Aslan, yang dikirimkan langsung ke rumahnya. Lyra cukup puas dengan nilai yang tertera di sana.
“ Sebentar lagi Mama akan menyusun skripsi untuk kelulusanku, itu waktu yang sulit tapi Mama janji itu hanya sebentar ” Lyra mengelus kandungannya.
“ Jadi tolong lebih kuat dan kita jangan sampai sakit lagi. Mama takut kalau kamu kesakitan karena Mama, berjanjilah untuk tetap sehat ” lanjut Lyra dengan sedikit mentoel-toel perutnya.
“ Kamu juga harus menjaga diri agar kalian tetap sehat ”
Lyra menoleh terkejut mendengar suara itu.
“ Tuan membuatku terkejut, kapan Anda pulang? ” tanya Lyra setelah melihat Ares yang berdiri di ambang pintu kamarnya.
“ Baru saja ” jawab Ares dan melangkah masuk.
“ Lanjutkan besok saja, sekarang sebaiknya kamu tidur ini sudah jam 10 malam ” Ares mengambil buku yang di pegang Lyra dan meletakkannya di rak buku.
“ Aku memang sudah akan tidur tadi ” Lyra lalu beranjak dan mulai memposisikan diri berbaring menyamping di kasur.
Ares membantu menyelimuti tubuh Lyra.
“ Tuan tidak perlu menyelimuti sampai ke bahuku ” larang Lyra.
“ Kenapa? ”
“ Akhir-akhir ini aku mudah kepanasan, dan kalau sudah begitu aku akan berkeringat. Perutku akan terasa gatal, jika aku mengaruknya nanti menimbulkan strech mark ” ucap Lyra memberitahu Ares sedikit keluhannya.
“ Apakah rasanya sangat gatal? ” tanya Ares risau.
“ Terkadang tapi aku masih bisa menahan untuk tidak menggaruknya, Anda tidak perlu khawatir itu normal saat hamil ” ujar Lyra melihat Ares yang nampaknya mengkhawatirkan hal itu.
“ Baiklah, kalau sampai di sini tidak masalah? ” tanya Ares setelah menurunkan selimut Lyra sampai ke pinggang.
Lyra mengangguk pelan.
“ Tidurlah ” ucap Ares.
Lyra menguap sebentar lalu kemudian menutup matanya, dia memang sudah mengantuk.
Ares mengelus-elus perut Lyra tanpa bicara. Lyra menyadari hal itu namun rasa kantuk tidak bisa di toleransi lagi untuk sekadar melihat pria itu lagi. Dengan cepat hembusan napas teratur terdengar, dan Lyra sudah benar-benar terlelap.
“ Kamu dengarkan Mamamu bilang jangan sakit lagi. Jagoan kecilku pasti kuat, bersabarlah sebentar lagi hanya tinggal beberapa bulan lagi kita akan segera bertemu ” ucap Ares berbicara dengan anaknya yang ada di perut Lyra.
__ADS_1
Lalu dengan tidak mengeluarkan suara Ares keluar dari kamar Lyra menuju kamarnya.
* * *
Lyra menggerjapkan matanya perlahan dia seperti melihat siluet seorang pria di hadapannya. Mengucek matanya sebentar untuk memastikan apakah penglihatannya benar.
“ Pagi ” sapa Ares
Lyra langsung nyakin bahwa penglihatannya tidak salah, dia lalu membangunkan tubuhnya duduk bersandar di ranjang.
“ Pagi, Tuan mengejutkanku ” ucap Lyra dengan suara khas bangun tidurnya.
“ Kamu mandilah, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat ” ujar Ares.
“ Kemana? ” tanya Lyra.
“ Aku katakan nanti, sekarang mandi dulu ” Ares menarik tangan Lyra lembut agar beranjak dari ranjang.
Dengan gerakan malas Lyra menuruti Ares.
“ Setidaknya beritahu aku harus bersiap seperti apa, aku harus tahu acaranya untuk bisa memakai baju yang sesuai ” protes Lyra.
“ Kamu bisa memakai gaun berwarna putih yang menurutmu nyaman saja ”
“ Aku tunggu di meja makan ” seru Ares lalu meninggalkan Lyra yang sedang mandi.
Ares mengoleskan selai di atas roti untuk sarapan mereka nanti, dan juga membuatkan susu untuk Lyra.
Lyra keluar dari kamar mandi dengan rambut di cepol rapi dan sebagian anak rambut yang berjatuhan namun nampak mempesona.
Menampilkan kulit putihnya yang senada dengan gaun putih selutut yang di gunakannya. Gaun itu nampak pas di badan Lyra tidak terlalu ketat juga tidak terlalu longgar, dan menariknya di bagian belakang gaun itu berbahan renda yang menampilkan kulit punggung Lyra.
Ares memandang tak berkedip saat melihat Lyra yang menuju ke arahnya.
“ Tuan yang menyiapkan semua ini ” ungkap Lyra kagum melihat sarapan yang tersedia di depannya.
“ Ohh iya ” jawab Ares sedikit gugup.
Istriku ini cantik sekali! Aku bingung dari mana asal semua kecantikan ini!!, pekik Ares dalam hati.
Lyra menikmati sarapan itu begitu juga Ares, walau sesekali Ares curi-curi pandang ke arah Lyra.
“ Aku akan cuci piringnya ” ucap Lyra setelah dia selesai dengan sarapannya.
__ADS_1
“ Tidak usah, biarkan nanti pelayan yang mencucinya. Kita akan pergi sekarang ” tolak Ares.
“ Ahhh baiklah ” balas Lyra yang akhirnya hanya meletakkan piring itu di wastafel, jujur saja dia suka lupa Ares mempekerjakan tiga orang pelayan wanita di rumah itu. Sepertinya mereka tidak di izinkan untuk berinteraksi lebih dengan Lyra karena mereka hanya akan menjawab seperlunya saja.
Ares melarang Lyra melakukan kegiatan seperti mencuci piring atau membersihkan kamarnya sendiri, tapi Lyra merasa itu bukan pekerjaan yang berat sehingga masih sering mengerjakannya sendiri.
“ Pagi, Nona ” sapa Gavrill sambil membukakan pintu mobil untuk Lyra.
“ Pagi ” balas Lyra.
Aku pikir dia akan menyetir sendiri, kalau Gavrill yang menyetir apa kami akan pergi ke acara perusahaannya?, batin Lyra bertanya-tanya.
Setelahnya dengan cepat Gavrill membukakan pintu untuk Ares. Lalu kemudian mulai melajukan mobil itu.
“ Kita akan pergi ke acara perusahaan Anda? ” tanya Lyra di sela perjalanan.
“ Tidak, kita hanya akan menghadiri undangan temanku ” jawab Ares.
“ Berarti itu acara pesta....harusnya katakan dari tadi bagaimana bisa aku berpenampilan seperti ini di depan para kolega Tuan nanti ” Lyra menyesali menuruti perkataan Ares tadi, seharusnya dia bersiap lebih, bagaimana nanti jika di sana dia malah nampak aneh dan mempermalukan Ares.
“ Tidak ada yang salah dengan penampilanmu, kamu sangat cantik. Tidak perlu merasa rendah diri ” saran Ares menenangkan.
Lyra memperhatikan penampilan Ares, pria itu menggunakan setelan jas santai yang cocok untuk acara formal maupun informal. Lyra menopang dagunya bersandar ke arah jendela.
Dia melirik ke bawah kakinya yang memakai sneakers berwarna putih.
Sangat cantik apanya? Aku bisa-bisa jadi bahan cibiran nanti. Orang lain hadir di pesta dengan gaun yang wah! sedangkan aku malah pakai sneakers lagi, sungut Lyra dalam hati.
Ares merasa gemas melihat Lyra yang nampak kecewa dan tidak percaya diri dengan penampilannya saat ini.
“ Kamu sangat cantik percaya padaku ” ungkap Ares sambil menggenggam tangan Lyra.
Lyra memandang tangannya yang di genggam Ares, dia hanya dapat menghela napas pasrah.
“Dia berusaha menguatkan aku, jelas saja aku cantik itu sudah lama. Masalahnya bagaimana nanti aku tidak insecure kalau aku berpakaian santai seperti ini. Sementara semua orang menggunakan pakaian pesta.”
Lyra kembali menghela napas panjang, kali ini melihat itu Ares sampai tertawa kecil.
“ Dia bahkan mentertawakan aku, dia ini sebenarnya sayang istri atau tidak. Apa dia mau istrinya di pandang buruk oleh orang lain? ” kesal Lyra dalam hati.
“ **Apa sih kecantikan itu? Menurutku ketika aku bercermin itulah kecantikan ”-Anonim
Mystorios_Writer 🧁🧁**
__ADS_1