Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Kemarahan Ares


__ADS_3

“ Aku selalu tidak suka saat kamu bukannya tidur malah duduk di sini ” ujar Ares cepat saat mendapati Lyra yang duduk menunggu di sofa walaupun nampaknya wanita itu sudah sangat mengantuk.


Lyra mengangkat kepalanya berat dan menatap Ares dengan mata mengantuk. Dia tidak menyangka pria itu akan pulang selarut ini, Lyra menunggu Ares pulang karena ingin menanyakan perihal pria asing yang ditemuinya.


“ Kenapa tidak tidur? Kamu sudah mengantuk, ini sudah jam 1 malam ” tegas Ares.


Lyra mengusap matanya sebentar.


“ Ada yang ingin ku tanyakan pada Anda, karena itu aku menunggu di sini. Ternyata Anda kembali selarut ini ”


“ Kamu bisa menanyakannya besok tidak perlu menunggu seperti ini. Sekarang ikut denganku dan tidur ”


“ Ini penting ” jawab Lyra dengan menggelengkan kepala.


“ Baiklah katakan ada apa? ” Ares memutuskan mendengarkan wanita itu terlebih dahulu.


“ Saat aku menunggu supir datang menjemputku tadi di kampus, ada seorang pria yang tiba-tiba datang menyapaku. Pria itu mengatakan dekat dengan Anda dan dia juga tahu aku istri Tuan. ” jelas Lyra perlahan tidak berniat melebih-lebihkan hal itu.


“ Dia mengenalimu sebagai istriku? Siapa dia? apa kamu pernah bertemu dengannya saat bersamaku? ” Ares menyerbu Lyra dengan pertanyaan karena hanya sebagian orang yang mengenali Lyra sebagai istrinya.


“ Aku belum pernah bertemu dengannya, aku juga bingung karena pria itu sangat mengenal Anda. Dia sendiri yang mengatakan bahwa dia teman Ibu Tuan, dan hubungannya dengan Tuan sendiri sudah seperti ayah dan anak ”


Raut wajah Ares jelas nampak berubah cepat ketika Lyra mengungkit perihal ibunya.


“ Aku tidak mempunyai seseorang dengan hubungan seperti itu. Apa dia mengatakan padamu dia siapa? ” tanya Ares.


“ Dia bilang namanya Jack ” jawab Lyra lirih.


“ Jack?! ”


Reaksi Ares membuat Lyra sangat terkejut.


“ Anda mengenalnya? ” tanya Lyra penasaran.


“ Apa yang dilakukan pria itu? Mengapa dia menemuimu? ” Ares menarik Lyra berdiri lalu memutar tubuh wanita itu memeriksa apakah Lyra terluka.


“ A-aku tidak tahu, dia mengatakan kebetulan lewat di sekitar sana dan tak sengaja melihatku. Pria itu tidak melakukan apa pun padaku ” jawab Lyra gugup melihat betapa gelisahnya Ares sekarang.

__ADS_1


“ Sudah aku katakan jangan berbicara dengan orang asing. Kenapa kamu suka sekali melawan?! ” bentak Ares.


“ A-aku penasaran saat dia mengatakan dekat dengan Tuan dan ju-juga Ibu Anda ” ujar Lyra gemetar karena Ares tidak pernah membentaknya seperti ini sebelumnya.


“ Lalu kamu akan mendengarkan setiap orang yang mengaku mengenalku? Seharusnya kamu menurut dan segera meninggalkan pria itu. Kamu tidak tahu betapa bahayanya dia!! ”


Tubuh Lyra tersentak saat Ares kembali membentaknya, Lyra memundurkan tubuhnya menjauh dari Ares.


“ Aku tidak habis pikir mengapa kamu selalu melawan setiap yang aku katakan?! Apa sesulit itu untuk menurut?! ”


Lyra menutup mulutnya tak percaya melihat kemarahan Ares, dia tidak menyangka pria itu semarah itu karena hal itu. Dia menahan air matanya karena ketakutan.


“ Apa saja yang dikatakan bajig*n itu?! Mengapa dia menemuimu?! ” tanya Ares dengan nada tinggi tanpa memikirkan ketakutan yang di alami Lyra.


Lutut Lyra seketika serasa lemah dia beringsut dan terduduk di lantai, dengan air mata yang mengucur deras dia bahkan tak berani mengeluarkan suaranya. Hingga Lyra tetap menutupi mulutnya dengan kedua tangannya.


Seketika Ares tersadar melihat keadaan Lyra. Dia menghampiri Lyra secepatnya.


Lyra menghindar cepat saat Ares ingin menyentuhnya.


“ Aku tidak bermaksud marah padamu. Maafkan aku telah membentakmu tadi ” ujar Ares, tapi Lyra menggeleng cepat.


“ Maafkan aku....aku mohon ” Ares menarik Lyra ke dalam pelukannya.


Lyra menangis sejadi-jadinya, Ares dapat merasakan tubuh gemetar Lyra. Dia mengelus punggung Lyra lembut.


“ Maaf...aku telah bertindak bodoh tadi ” Ares merasa sangat buruk telah membuat Lyra menangis ketakutan seperti itu.


“ A-aku tidak melawan perkataan Anda...aku tidak berniat begitu ” lirih Lyra.


“ Baiklah...aku minta maaf, aku terlalu khawatir padamu ”


“ Pria itu mengatakan dekat dengan Ibu Anda, dia mengatakan Anda yang memberitahunya bahwa aku istrimu...dan juga mengenai kehamilanku. Karena hal itu aku sedikit percaya dia memang dekat dengan Tuan ” jelas perlahan dengan suara parau habis menangis.


Ares makin mengeratkan pelukannya kepada Lyra. Dia tidak menyangka musuhnya selama ini mengawasi Lyra dan semudah itu menjangkau Lyra. Ares tidak menyangka semua penjagaan yang di berikannya pada Lyra dapat di tembus semudah itu.


“ Bajig*n itu tidak mengenalku, jangan pernah mempercayainya dan jika kamu melihatnya lagi segera pergi cari tempat aman. Kamu harus tahu Lyra dia manusia terburuk yang pernah ada ” ungkap Ares penuh penekanan.

__ADS_1


“ Siapa sebenarnya pria itu? Kenapa dia bisa mengetahui semua hal tentang Anda? Dia juga menceritakan tentang Ibu Anda ”


“ Dia bukan siapa-siapa melainkan hanya orang sakit jiwa ” jawab Ares dengan kemarahan di dalamnya.


“ Apa dia telah melakukan hal buruk pada Anda? Mengapa Tuan semarah itu? ” Lyra sangat ingin tahu penyebab kemarahan Ares.


“ Aku juga tidak tahu dendamnya kepadaku, yang jelas dia selalu berusaha melenyapkanku ” jawab Ares.


“ Tapi mengapa? Apa yang terjadi antara Anda dan pria itu? ”


“ Aku hanya tahu dia pria yang terobsesi terhadap Ibuku. Semacam kegilaan ingin memiliki Ibuku. Jelas saja dia tidak bisa melakukan itu. Tapi karena alasan apa aku juga tidak tahu yang jelas dia memburu aku dan Adhisti. Terutama aku ”


Lyra benar-benar tidak bisa percaya pria tua yang nampak rentan itu bisa memberi rasa ketakutan sebesar ini pada Ares. Lyra dapat merasakan betapa Ares takut sesuatu dapat terjadi karena pria asing itu dengan mudahnya dapat mengetahui tentang Lyra.


“ Berjanjilah padaku, kalau kamu melihatnya kamu akan segera pergi menjauh dari pria itu ” tegas Ares.


Lyra menjawab dengan anggukan.


“ Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu. Atau dengan siapa pun yang berada di dekatku. Karena obsesi gila bajing*n itu ”


“ Apa Anda bisa menceritakan sedikit tentang Ibu Anda padaku? ” tanya Lyra, Ares segera melepas pelukannya dari Lyra.


“ Kamu ingin mengetahui tentang apa? ” Ares balik bertanya pada Lyra.


“ Aku ingin Tuan mengatakan alasan mengapa mengatakan Ibu Anda hidup terkurung di rumah itu? ”


Ares tidak langsung menjawab dia terdiam sejenak, seakan mengumpulkan kekuatan untuk menceritakan hal itu.


Lyra menunggu dengan sabar sampai Ares akan menceritakan masa lalunya.


“ Ibuku adalah seorang putri dari pengusaha kaya saat itu ketika dia bertemu ayahku. Sedangkan ayahku sendiri hanyalah seorang karyawan pabrik kecil yang bekerja di kota yang sama dengan Ibuku ” ungkap Ares mulai bercerita.


Lyra mendengarkan dengan seksama.


“ Seorang pria miskin yang berhasil menikahi putri tunggal kaya raya. Lantas saja itu seperti sebuah keberuntungan besar. Hingga hal itu mampu membuat pria itu gelap mata ”


“ Gelap mata? ” tanya Lyra heran.

__ADS_1


“ **Hari-hari itu terasa biasa saja, terlalu biasa sampai saat kamu tidak bersamaku lagi. Aku tahu setiap harinya sangat berharga ”-Mystorios_Writer


Mystorios_Writer💦💦**


__ADS_2