Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Ada Apa Dengan Masa Lalunya?


__ADS_3

Ares mendekat kepada Lyra terkejut melihat wanita itu menangis.


“ Aku mohon jangan menangis ” pinta Ares.


“ Tidak apa-apa aku hanya....sedih mengingat hal itu hufttt tapi benar-benar tidak masalah ” Lyra memberi isyarat dengan tangannya bahwa dia baik-baik saja.


“ Maaf saat itu aku sudah melukaimu ” ucap Ares karena semuanya tinggal penyesalan atas tindakannya di masa lalu.


Lyra mengangguk tanda mengerti.


“ Aku hanya mencoba memberitahu Anda alasan mengapa aku tidak setuju pindah ke rumah Anda. Aku sudah memaafkan dan melupakan semua itu. Tak tahu mengapa jika mengingatnya aku masih selalu bersedih ” jelas Lyra.


“ Karena itu memori yang buruk dan melukaimu ”


“ Benar...ahhh air mata bodoh ini...datang begitu saja. Aku benar-benar kecewa saat itu seperti merasa di dunia ini tidak ada yang menginginkan aku ” Lyra menutup wajahnya karena di banjiri air mata.


“ Maaf....” lirih Ares mendekap Lyra ke dalam pelukannya.


Lyra ingin berontak tapi dada pria itu benar-benar hangat untuk tempatnya bersandar. Hingga dia semakin menangis tersedu-sedu bersandar di dada bidang Ares.


Ares mengusap punggung Lyra menenangkannya dan membisikkan kalimat permintaan maaf.


“ Sudah lebih tenang ” ucapnya saat Lyra sudah tak terisak lagi.


Lyra melepaskan diri dari dekapan Ares dan mengangguk sebagai jawaban untuk pria itu.


“ Aku tidak akan membawamu tinggal di rumah itu. Tidak untuk membiarkanmu harus menderita karena kenangan menyakitkan ” ungkap Ares.


“ Benarkah? Lalu apa Anda akan memilih tinggal di sini? Ta-tapi bagaimana dengan perasaan Anda? ” tanya Lyra juga tak bisa menerima jika Ares harus memilih menderita tinggal di rumah itu.


“ Tidak masalah bagiku. Yang terpenting kamu benar-benar nyaman tinggal di sini ” jawab Ares santai.


“ Aku tidak akan pernah merasa nyaman lagi saat tahu bahwa kalian harus menderita karena aku. Bagaimana aku bisa menerima hal itu ” tolak Lyra.


“ Apa kamu mau pindah dari sini dan tinggal di tempat lain? ” tanya Ares.


“ Tempat lain? Dimana? ”


“ Di rumahku ”


“ Aku sudah mengatakannya pada Anda.....” desah Lyra frustasi.


“ Aku tahu bukan rumah yang itu, rumahku yang lain ” ujar Ares.


“ Rumah yang lain? ” tanya Lyra heran.


“ Benar rumah lainnya, bukan rumah yang sebelumnya aku tempati bersama Adhisti. Kamu mau? ”


“ A-aku bingung harus setuju atau tidak. Tapi kita tidak punya pilihan lain juga ”


“ Ya kalau kamu tidak mau pindah tetap tinggal di sini. Kamu juga tidak mau aku tinggal di rumah ini karena merasa tidak tega ”

__ADS_1


“ Mana mungkin aku tega ” sela Lyra.


“ Karena itu kalau kita sama-sama tidak pindah, maka mari kita jalani seperti ini saja. Tetap tinggal terpisah, saat anak kita lahir dia bebas memilih dia mau tinggal di rumah siapa Mamanya atau Papanya ”


“ Apa masalah Anda? Kenapa anak kita harus begitu, memilih begitu dia bukan anak broken home ” lontar Lyra tak terima dengan saran Ares.


“ Lalu bagaimana lagi habisnya Mama dan Papanya sama-sama tidak bisa tinggal di rumah masing-masing. Jadi biar saja dia yang memilih mau tinggal bersama siapa ” jelas Ares santai.


“ Berhenti! Kalau Anda meneruskannya aku akan pergi! ” ancam Lyra.


“ Maaf...maaf aku hanya bercanda ” Ares mencegah Lyra yang ingin pergi.


“ Anda bercanda tentang hal itu?! ” bentak Lyra marah.


“ Aku minta maaf...kemari duduklah dengan perlahan ”


“ Aku tidak mau! ”


“ Duduklah..aku sudah punya solusinya ” Ares membantu Lyra duduk.


“ Kalau Tuan mengatakan ide yang tadi aku benar-benar akan pergi! Anda tidak tahu betapa menderitanya seseorang dengan keluarga yang broken home ” rutuk Lyra


“ Aku tahu, itu alasannya aku mengajakmu tinggal bersama dan memulai semuanya dari awal lagi. Membangun keluarga kita yang baik untuk anak kita nanti ” tutur Ares lembut.


Lyra masih kesal tapi dia tetap mendengarkan pria itu.


“ Kamu maukan pindah? ” tanya Ares.


“ Rumahnya bagus kalau kamu tidak suka kita bisa cari yang cocok. Itu bukan rumah yang dulu ” ucap Ares.


Dengan berat hati dan keraguan Lyra akhirnya mengangguk.


“ Baguslah ” seru Ares senang.


“ Tunggu sebentar di sini, aku akan segera mengurusnya ” Lyra baru saja ingin bicara tetapi Ares telah melangkah dengan cepat menuju keluar rumah.


“ Tidak perlu terburu-buru ” guman Lyra walaupun tak ada yang mendengarnya.


Lama Lyra menunggu Ares dia menyibukkan diri dengan membaca majalah yang ada di meja.


“ Semua sudah siap, ayo kita pergi ” ajak Ares begitu dia memasuki rumah itu lagi.


“ Kita akan pergi sekarang? ” tanya Lyra heran.


“ Ya benar ” Ares meraih tangan Lyra dan membimbingnya keluar rumah.


Lyra sedikit terkejut mendapati sebuah mobil mewah di halaman rumah itu. Yang mana sebelumnya belum pernah ia lihat di pakai oleh Ares.


“ Masuklah ” Ares membukakan pintu untuk Lyra.


“ Bukankah seharusnya aku duduk di belakang? ” Lyra bertanya karena Ares membukakan pintu depan biasanya jika ingin pergi dengan pria itu dia harus duduk di belakang karena Gavrill yang menyetir mobil.

__ADS_1


“ Duduklah di sini ” ucap Ares, Lyra dengan pasrah masuk dan duduk di sana.


Hal yang membuat Lyra lebih terkejut lagi saat Ares duduk di kursi kemudi.


“ Tuan akan menyetir? ” tanyanya tercengang.


Ares mengangguk lalu membantu memasangkan seatbelt Lyra.


Tanpa bicara apa pun lagi Ares menjalankan mobil itu. Lyra menatap kagum sekaligus heran melihat pria itu untuk pertama kalinya mengendarai mobilnya sendiri. Sebenarnya Ares sering berkendara sendiri hanya tidak pernah saat bersama Lyra.


Pernah itu pun hanya sekali saat ke pesta pertama kali dengan Lyra. Dan Lyra tak tahu hal itu karena dia mabuk saat itu.


Dia bahkan terlihat sekeren ini saat mengendarai mobil, batin Lyra.


“ Kamu akan terus menatapku seperti itu? Aku pasti sangat mempesona ” ujar Ares bangga.


“ A-anda bicara apa ” sanggah Lyra malu-malu.


Mobil itu melaju membela jalanan dengan kecepatan sedang. Lyra sibuk memperhatikan jalanan yang dilewati mereka.


“ Tuan kita akan pergi ke mana? Apakah rumahnya masih jauh? ” tanya Lyra tanpa menoleh pada Ares dan tetap fokus pada jalanan.


“ Lokasinya memang sedikit lebih jauh. Tapi aku pastikan tempat ini tidak menyimpan memori buruk untuk kita ” jawab Ares.


Lyra memandang pria itu yang fokus mengendarai mobil itu.


“ Apa aku boleh bertanya? Anda tidak akan marahkan? ”


“ Katakan ”


“ Mengapa Ibu Tuan harus merasakan kehidupan layaknya seperti di penjara? ” tanya Lyra walau dia takut pria itu tersinggung dan marah karenanya.


“ Kenapa ya? Mungkin karena dia bertemu pria yang buruk ”


Apa yang dia maksud ayahnya?


“ Seburuk apa pria itu? ”


“ Sangat buruk. Dia yang terburuk yang pernah aku kenal ”


Lyra berusaha mencerna perkataan Ares tadi.


“ Ibu Tuan pasti wanita yang baik, dia memilih bersabar walaupun harus hidup terkekang ” guman Lyra prihatin membayangkan penderitaan Ibu Ares.


“ Dia hanya wanita menyedihkan yang mau mati demi pria itu ” ucap Ares datar.


Mengapa semua tentang masa lalunya seperti sebuah misteri. Dimana dia sendiri pun nampak enggan mengungkapnya. Ada apa dengan masa lalunya?, batin Lyra bertanya-tanya.


"**Derita masa lalumu itu terlalu jauh untuk menyentuhmu hari ini, tapi pengulangan kenangan dan rasa sakitnyalah yang bisa melemahkanmu". - Mario Teguh


Mystorios_Writer 🍰🍰**

__ADS_1


__ADS_2