
Tapi mengapa orang ini? Ayah Ares yang telah memutuskan hubungan dengan Ares datang menemui Lyra?
“ A-apa yang Anda inginkan Tuan? ” tanya Lyra gemetar karena dia tahu kisah pria itu dari suaminya.
Pria itu semakin mendekati Lyra.
“ Aku sudah memperhatikan sejak lama, aku juga tahu hubunganmu dengan anakku. Pernikahan kalian hanya sebatas perjanjian saja.”
“ Sepertinya Anda salah menduga ”
“ Tidak perlu membantah dilihat dari perjanjian itu harusnya kau bisa meninggalkan dia sekarang karena anak Ares telah lahir ”
“ Mas Ares tidak pernah mengatakan aku harus pergi ketika anak kami lahir. Awalnya memang kami menikah karena perjanjian, tapi sekarang berbeda kami sudah memutuskan akan membesarkan anak kami bersama ” Lyra menegaskan kembali.
“ Bagaimana kau bisa tidak tahu malu seperti ini? Kau tidak pantas untuk putraku! Kau hanya yatim piatu tanpa asal usul yang jelas!! Mendapatkan cucu dari wanita sepertimu merupakan noda terbesar!! ”
Napas Lyra tersekat mendengar penghinaan itu.
“ Aku sempat berpikir bagaimana aku harus bertindak ketika bertemu dengan Anda. Karena Anda orang tua suamiku. Tetapi sekarang aku tahu tidak ada gunanya menghormati seseorang yang sama sekali tak menghormati sesamanya ”
“ Aku tidak butuh penghormatan darimu! Aku sama sekali tidak pernah menganggapmu sebagai menantu di keluarga kami! ”
“ Bagian mananya Anda dapat menyebutkan keluarga, aku tahu segalanya Anda mengkhianati keluarga Anda. Membuat Ares, Adhisti bahkan Ibunya menderita. Aku tidak akan pernah menuruti kata-katamu Tuan! ”
“ Kau berani menentang! Aku akan melakukan apa saja untuk membuatmu menjauh dari kehidupan putraku! ”
“ Anda tidak pantas menyebutnya putra karena Anda sudah membuat dia menderita. Tuan tidak tahu bagaimana menderitanya mereka karena pengkhianatan Anda!! ”
“ Kau akan lihat bahwa kau memang tidak layak untuk Ares. Aku akan pastikan itu!! ”
“ Pastikan apa?!! ” Suara baritton itu menggelegar di ruangan itu.
“ Mas Ares...” lirih Lyra.
“ Menjauh dari istriku! Siapa kau berani menginjakkan kaki disini!! ”
Ayahnya berbalik memandang Ares.
“ Jangan lupa aku tetap Ayahmu. Bagaimana pun ceritanya aku tidak bisa menyetujui kau menikahi wanita ini!! ”
“ Ayah?! ” Ares tertawa getir.
“ Aku tidak pernah menggangapmu sebagai Ayahku! Kenapa kau dengan tidak tahu malu berkoar-koar di sini!! Seolah kau punya hak!! ” Wajah Ares memerah karena emosinya.
__ADS_1
“ Aku tahu telah menikah lagi! Tapi kalian tetaplah anakku!! Apa kau mau kehilangan hakmu atas warisanku?! ”
“ Warisanku?! Itu semua adalah kekayaan Ibuku yang kau rebut! Kau bisa menikmati itu bersama keluarga barumu!! Kami tidak mengharapkan itu!! Jadi selagi aku belum berbuat kasar pergilah dari sini!! ”
“ Ayah hanya menawarkan hak kalian!! Jangan bersikap sombong seperti itu!! ” hardik Ayahnya.
“ Pergi!! Jangan berani mengusik kami lagi!! Kalau tidak aku akan menghancurkan perusahaan itu! Sampai keluargamu hidup terlantar!! ”
Michael terdiam mendengar ancaman tegas dari Ares.
Adhisti yang baru tiba di rumah sakit berlari begitu mendengar keributan dari ruangan Lyra. Ketika dia membuka pintu tak disangkanya akan melihat Ayahnya di situ.
“ Lyra!! Kau baik-baik saja?! ” tanya Adhisti panik segera menghampiri Lyra. Tapi cepat Michael mencegat tangannya.
“ Adhisti! ” tegas Michael. Dengan cepat Adhisti menepis tangannya.
“ Siapa kau?! Mengapa kau ada disini?! ” pekik Adhisti dengan mata berkaca-kaca.
Michael tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan seperti itu dari putrinya.
“ Penjaga!! Seret pria ini keluar dari sini!!” teriak Ares segera penjaga yang ada disana berhambur masuk ke ruangan itu.
“ Lepaskan!! Ares kau tidak menghormati Ayah!! ” Michael berontak.
Michael masih berusaha berontak tapi para penjaga itu menyeretnya dengan kuat.
“ Tetaplah seperti dulu! Jangan mengusik kami! Berbahagialah bersama keluargamu!! Atau aku akan merebut segalanya!! ” tegas Ares.
Michael diseret sampai ke depan rumah sakit, karena masih memaksa ingin masuk. Para penjaga akhirnya menghadiahinya bogem mentah.
Setelah dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia pun memilih pergi dari sana. Michael benar-benar menyesal telah datang dan mengacau disana, saat perusahaan yang dipimpinnya sedang mengalami masalah.
Dia berharap Ares mau menerima perusahaan itu sebagai warisan. Tapi dia juga tidak mau jika harus menerima Lyra. Anaknya dari istri keduanya tidak sama sekali memiliki kemampuan untuk berbisnis.
Dia berjanji pada dirinya sendiri tidak akan mengusik Ares lagi. Mengingat ancaman Ares padanya. Michael tidak ingin perusahaan miliknya hancur begitu saja.
“ Kalau saja anak-anak berandal itu bisa mengurus perusahaan. Aku tidak akan datang ke sini hanya untuk dipukuli!! Aku juga sudah lama menganggap Ares bukan anakku!! ” makinya menyesal.
* * *
“ Kamu baik-baik sajakan?” Adhisti menanyakan hal itu berulang kali pada Lyra. Dia benar-benar takut Ayahnya berbuat sesuatu pada Lyra.
“ Sekarang aku baik-baik saja. Aku sangat menyesal karena aku kalian harus mengalami ini ” Lyra memeluk Adhisti, dia dapat melihat betapa terpukulnya adik iparnya.
__ADS_1
“ Apa saja yang dikatakan berengs*k itu?! ” tanya Ares masih kesal.
“ Aku juga terkejut tiba-tiba dia datang, mengatakan aku harus meninggalkan kamu Mas. Karena katanya aku tidak layak ” Lyra dapat melihat tangan Ares mengepal.
“ Dia pikir aku sama sepertinya. Kamu tidak usah peduli dengan apa yang dikatakannya bagiku kalian sangat berharga. Kamu, Adhisti, dan Endra adalah keluargaku. Aku tidak akan membiarkan orang lain menyakiti kalian ” tegas Ares.
“ Benar, Ly. Kamu tidak perlu mendengarkan apa yang dia katakan tentangmu. Kamu sangat layak, dia saja yang terlalu serakah akan harta”
Lyra membalas dengan anggukan, dia tahu itu benar. Karena dia mengenal suaminya tidak sekali pun Ares mempermasalahkan tentang asal usulnya. Bahkan saat mereka masih sama-sama saling menyakiti Ares tidak pernah mengatakan hal yang bermaksud mempermasalahkan Lyra yang seorang yatim piatu atau berbagai hal lainnya.
“ Aku dapat menjamin dia tidak akan datang lagi. Karena dia sangat mementingkan perusahaannya. Bajing*n itu tidak akan mengambil resiko! ”
“ Iya aku tahu suamiku pasti melindungiku...mendekatlah ke sini ” Lyra merentangkan tangannya seolah memberikan izin untuk Ares memeluknya.
Ares terdiam malu melihat Adhisti yang masih berada di sana.
“ Ayo ke sini ” Lyra menarik tangan Ares sehingga Ares terjatuh ke dalam pelukannya.
Adhisti tertawa kecil melihat itu, dia tidak menyangka Lyra memperlakukan Kakaknya yang dingin itu layaknya anak kecil.
Ares hanya bisa menyembunyikan wajah meronanya di tengkuk leher Lyra.
“ Terima kasih untuk semuanya Mas..aku sangat bahagia bisa memiliki keluarga ini. Memiliki kamu, Adhisti, dan Endra merupakan anugrah terbesar ”
“ Hmmm ” balas Ares.
“ Mulai hari ini mari kita hidup berbahagia! ” seru Lyra.
“ Jangan lupakan aku!! ” Adhisti juga berhambur memeluk Lyra dan Ares.
“ Hahahahaha ” Lyra tertawa senang.
Ares menepis tangan Adhisti yang memeluk Lyra seolah tak mengizinkan siapapun untuk memeluk istrinya.
“ Kakak! Aku juga ingin berpelukan!! ” protes Adhisti.
“ Peluk tiang sana!! ”
“ Akhhh!! Tidak mau!! ”
Ares semakin menjauhkan Lyra dari Adhisti, dan memeluk istrinya itu dengan posesif. Lyra hanya bisa tertawa menyaksikan tingkah absurd Kakak beradik itu.
"**Bahagia itu sangat sederhana, selalu menghargai apapun yang telah diraih walau sekecil apa pun."-Anonim.
__ADS_1
Mystorios_Writer🍊🍎**