Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Bagiku Itu sangat Seksi


__ADS_3

Lyra bangun pukul 7 pagi hari itu, mengingat pertengkarannya dengan Ares semalam dia memutuskan untuk keluar lebih lama agar pria itu telah pergi ke kantor.


Lyra lalu keluar kamar setelah selesai mandi dan berani untuk sarapan. Dia berjalan menuju dapur, dan sarapan sudah ada di meja makan mungkin Ares menyiapkannya untuk Lyra.


“ Dia sudah pergi ” guman Lyra lalu duduk menikmati sarapan itu sendiri dalam diam.


Seperti itulah mereka dimana dengan ego masing-masing setiap permasalahan yang terjadi terkadang bukan memilih untuk menyelesaikannya tetapi lebih memilih menghindar dari masalah itu.


* * *


Lyra sudah sangat bosan duduk bermalas-malasan di sofa itu mulai dari pagi, dia mencoba menyibukkan diri dengan ponselnya. Tetapi tinggal sendiri di rumah sebesar itu tanpa teman bicara membuatnya lebih bosan.


Lyra menggerakkan tubuhnya dengan malas, dia memutuskan untuk pergi ke taman rumah sekadar mencari udara segar.


“ Cuacanya ternyata sangat panas hari ini ” gumannya dengan mata memicing mengurangi sinar matahari yang memasuki matanya. Rencana awalnya ingin duduk di kursi taman di batalkan, dia memilih berdiri di dekat air terjun itu.


“ Sejuknya..” ujar Lyra setelah dia memegang aliran air mancur itu. Lama berada di sana godaan untuk masuk ke kolam air terjun benar-benar tak tertolak. Lyra melepaskan alas kakinya, telapak kakinya menyentuh sejuknya air dan dasar kolam yang hanya mencapai betisnya saja. Ketika air mancur menyembur tinggi Lyra dihujani butir-butiran air yang berjatuhan menimpa wajahnya.


“ Begitu tenang...” Lyra menutup matanya merasakan air itu berjatuhan membasahi tubuhnya. Lyra menggerakkan tubuhnya sedikit menari mengikuti irama air yang bergemericik.


Lyra tak menyadari sepasang mata yang mengawasinya dari belakang bahkan tak berjarak kurang dari tiga langka darinya.


Ares memandang Lyra yang menari dengan senangnya di bawah air mancur itu. Rambut Lyra basah dan air menetas dari sana. Gaun hitam yang melekat di tubuhnya setelah basah menggambarkan jelas lekuk tubuhnya. Payudara yang menonjol jelas, juga penampakan perutnya yang mulai bulat membesar.


Ares menelan salivanya berkali-kali menyaksikan pemandangan itu, ingin sekali dia segera menyentuh setiap inci tubuh wanita itu.


“ Jangan berlama-lama di sana, kamu bisa masuk angin ”


Lyra segera berhenti terkejut mendengar suara itu dan menoleh ke arahnya. Mendapati sosok Ares di dekatnya membuat dia terdiam.


“ Keluar dari sana kamu bisa sakit ” Ares kembali melontarkan perintah itu.


Lyra berjalan keluar dari air mancur, dia merangkul kedua pundaknya setelah menyadari keadaannya saat ini. Tubuhnya benar-benar basah kuyup, dan gaun tipis itu tidak mampu menutupi bentuk tubuhnya.


Dengan canggung Lyra berjalan melewati Ares walaupun setelahnya dia tahu Ares mengikutinya dari belakang.


Mereka berdua hanya diam canggung dan tak tahu harus memulai dari mana. Bahkan sampai mereka tiba di depan pintu.


“ Ly, tunggulah sebentar di sini aku ambilkan handuk ” Ares berjalan mendahului Lyra.


Tanpa bertanya Lyra menunggu di sana dia tahu tidak mungkin dia memasuki rumah dengan air yang berjatuhan dari tubuhnya. Berbeda dengan saat dia berada di air mancur, sekarang Lyra justru merasa kedinginan ketika angin bertiup.


“ Keringkan tubuh sebentar ” Ares membungkus tubuh Lyra dengan handuk yang di bawanya.


Lyra memandang pria itu sejenak ingin tahu ekspresi yang di tunjukkan Ares apakah dia sedang marah atau sebaliknya. Kemudian Lyra menyeka tubuhnya dengan handuk walaupun tidak kering tetapi tidak terlalu sebasah sebelumnya.


“ Segera ganti bajumu, aku akan tunggu di ruang keluarga ” ucap Ares lalu berlalu meninggalkan Lyra.

__ADS_1


Dari kelihatannya Ares tidak menunjukkan kemarahan tetapi Lyra tidak tahu apa yang akan dikatakan pria itu padanya. Hingga Lyra pun hanya menuruti perkataan Ares.


Setelah berganti pakaian Lyra keluar kamar dan menuju ruang tamu. Dia mengenakan gaun kemeja selutut dengan rambut yang terurai di bahu.


“ Duduklah ” Sebuah perintah singkat yang di turuti Lyra, dia memilih duduk di sofa yang berada di depan Ares.


Ares menghela napas panjang lalu dia menghampiri Lyra dan duduk di samping wanita itu.


“ Aku buatkan coklat hangat, minumlah kamu pasti kedinginan ” Hanya bisa menurut Lyra meraih gelas yang di sodorkan Ares, memegang gelas itu dengan kedua telapak tangannya agar terasa hangat.


Sama seperti canggungnya Lyra begitu juga yang di rasakan Ares, begitu banyak yang dikhawatirkannya untuk mengajak wanita itu bicara.


“ Aku-


“ Aku-


Ares dan Lyra berucap bersamaan. Sehingga mereka menjadi gugup sekaligus canggung.


“ Kamu duluan ” “ Anda duluan ”


Kembali berucap bersamaan.


“ Kamu saja ”


“ Ti-tidak Anda saja ”


“ Seharusnya aku yang minta maaf sepertinya aku terlalu berlebihan menanggapinya padahal Tuan hanya bermaksud menanyakan hal itu padaku ” balas Lyra.


“ Tidak aku yang minta maaf, Ly. ”


“ Jangan bilang begitu itu salahku ”


“ Sepertinya kita akan terus saling menyalahkan diri sendiri ” ujar Ares.


Lyra tersenyum kaku setuju akan hal itu.


“ Benar...” jawabnya canggung.


“ Anda tidak marah padaku? ” tanya Lyra ragu-ragu.


“ Aku tidak marah, malah merasa bersalah padamu ”


“ Anda tidak marah? Aku berpikir Tuan akan marah kepadaku bukan hanya karena masalah semalam, tapi aku sudah mengotori kolam air mancurnya. Maafkan aku ” ucap Lyra tertunduk.


“ Aku tidak akan marah kalau kamu berada di air mancur itu, hanya saja tidak baik juga kamu terlalu lama berada di sana ” ungkap Ares.


Lyra baru berani mendongakkan kepalanya.

__ADS_1


Astaga!! Mengapa dia begitu menggemaskan, aku tidak sanggup!, batin Ares.


“ Kamu suka dengan air mancurnya? ” tanya Ares.


“ Sebenarnya aku merasa sangat bosan, hanya berdiam diri. Cuacanya sangat panas dan air mancurnya sangat sejuk ”


“ Begitukah...mendekatlah ke sini ” Ares menepuk sofa menyuruh Lyra duduk lebih dekat padanya.


Lyra mendekati Ares dengan pelan, tapi dengan cepat Ares mengikis jarak mereka. Hingga mereka duduk dengan paha yang saling bersentuhan.


“ Kamu mau ikut denganku supaya kamu tidak terlalu bosan ” ucap Ares.


“ Pergi kemana Tuan? ”


“ Hari ini aku tidak punya urusan di kantor lagi, jadi aku akan membawamu ke suatu tempat ”


Walaupun ingin tahu kemana Ares akan membawanya, tak perlu bertanya lagi Lyra menjawab dengan anggukan.


“ Kamu baik-baik saja kan? Aku harus memastikan suhu tubuh normal ” Ares menyentuh dahi Lyra.


Seketika pipi Lyra memerah karenanya.


“ Baguslah suhu tubuhmu normal, jadi kita bisa pergi. Kamu tidak merasa terlalu lelah untuk berjalankan? ”


“ Ti-tidak ” jawab Lyra malu-malu.


Sesaat mereka hanya diam, Lyra menyesap minumannya untuk menghilangkan gugupnya.


“ Ly, perutmu tidak pernah sakit atau tegang lagikan ” Ares mengelus perut Lyra.


Lyra menggeleng cepat.


“ Anak kita pasti bertumbuh dengan baik, aku bisa melihat perutmu yang semakin membesar tadi ” ujar Ares.


Apa yang dia maksud saat di air mancur? Akhhh malunya, ucap Lyra dalam hati.


“ Aku pasti terlihat buruk ” ucap Lyra tersenyum enggan.


“ Buruk kenapa? ”


“ Tubuhku bertambah gemuk dan juga perut yang membesar. Itu pasti terlihat aneh tadi ” Lyra merasa tidak percaya diri saat Ares harus menyaksikan perubahan tubuhnya.


“ Bagiku itu sangat seksi. Tidak pernah aku melihat tubuh wanita semenarik itu ” ucap Ares cepat.


“ **Tidak semuanya selalu indah, tetapi pasti ada yang pantas untuk disyukuri ”-Mystorios_Writer


Mystorios_Writer 🎆🎇**

__ADS_1


__ADS_2