Menikah Dengan Tuan Ares

Menikah Dengan Tuan Ares
Happy Ending


__ADS_3

Lyra menunduk lembut meletakkan bunga di pusara makam itu.


“ Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Sudah lima tahun sejak kejadian itu. Hari ini aku datang berkunjung lagi. Terima kasih Tara kalau bukan karena kebaikanmu aku pasti tidak bisa berada disini sekarang. Endra tepat berusia lima tahun sekarang hari ini adalah ulang tahunnya juga. Semoga kalian berbahagia disana ”


Ares menempatkan Jack dan Tara dimakam yang sama. Mereka pasti senang karena tidak berpisah.


Lyra melanjutkan langkahnya ke makam lain yang tak jauh dari makam Jack dan Tara. Yakni makam Ibunya dan juga salah satu sahabat terbaiknya.


Lyra berdiri lama dimakam itu setiap pergi ke sana dia tidak bisa menahan air matanya tidak menetes. Lyra meletakkan bunga di kedua pusara makam itu.


“ Semoga kalian berbahagia di sana ” pamit Lyra kemudian dia meninggal makam itu.


Dia tersenyum melihat pria itu melambai padanya. Lyra membalas lambaian itu.


“ Kita bisa pulang sekarang ” ucap Ares membimbing Lyra memasuki mobil.


“ Ayo Mas, Endra pasti sudah menunggu kita ”


Ares melajukan mobil itu. Lyra benar-benar mensyukuri bisa menjalani kehidupan yang bahagia bersama Ares.


Walaupun selama lima tahun ini mereka tentunya dihadapkan dengan berbagai tantangan. Nyatanya mereka berhasil melalui itu semua dan tetap bersama.


“ Mom!! Dad!! ” Endra menyambut mereka dengan wajah kesal yang menggemaskan.


“ Ada apa? ” tanya Ares pada anaknya itu.


“ Kalian meninggalkan aku sendiri, lalu pergi berdua. Inikan hari ulang tahunku! ”


“ Mommy sama Daddy ada urusan penting tadi ”


“ Urusan itu lebih penting dari pada aku! ”


“ Tentu saja ” balas Ares melenggang santai.


“ Daddy!! ” Endra menyusul Daddynya dengan kesal.


Lyra geleng-geleng kepala menyaksikan itu, jika wajah Endra duplikat wajah Lyra. Yang tidak disangka-sangka sifatnya duplikat Ares.


Lyra kadang merasa frustasi saat menghadapi keras kepala Ayah dan anak itu. Lyra menyusul Ares dan Endra.


“ Endra..ulang tahunnya nanti kita rayakan setelah Aunty pulang dari Paris” bujuk Lyra karena melihat anaknya masih merajuk.


“ Kapan Aunty pulang? ”


“ Inikan masih pagi, mungkin siang nanti pesawatnya baru sampai ”


“ Yeahh!! Kita akan pergi liburankan. Mommy udah janji, loh! ” Endra segera bersorak gembira.


“ Iya ” Lyra memang tidak bisa menyalahkan sifat Endra yang menuntut untuk berlibur. Semenjak dia mendirikan CV, waktunya banyak tersita di tambah Ares yang juga tak kala sibuk.


Jadi waktu untuk berlibur mereka memang terbatas.


“ Mas..kita liburan ke pulau saja ya ” ucap Lyra sambil meletakkan kopi yang dibuatnya di meja kerja Ares.


“ Pulau? Kamu memang sanggup pergi ke sana. Perjalanan di kapal bisa menyulitkan”


“ Bisa kok Mas, lagian sudah lama juga tidak pergi ke sana aku rindu saja. Seminggu disana pasti menyenangkan. Apalagi Endra juga sudah sangat lama menunggu waktu ini ”


“ Baiklah kalau kamu memang mau pergi ke sana ”


“ Makasih ” Lyra mengecup pelan pucuk kepala Ares.


“ Ehh..lanjutkan kerjanya ” protes Lyra karena Ares malah menahannya.


“ Kamu nyakin mau pergi begitu saja ” Lyra menatap Ares bingung apa maksud pria itu.


“ Dasar...” lirih Ares lalu dia mencium bibir Lyra cepat.

__ADS_1


“ Mas!! Kamu memang! ”


Ares kembali mencium bibir Lyra sekarang ciuman itu berlangsung agak lama.


“ Mas..” sungut Lyra ketika Ares sudah melepaskan ciumannya.


“ Sudah punya anak juga! Masih sesukanya aja! Gak takut apa tiba-tiba Endra masuk ” Lyra sudah berulang kali mengingatkan Ares tapi ya tentu tidak dihiraukan.


“ Maaf Mommy yang cerewet ” Ares malah tertawa setelah menjahili Lyra.


* * *


“ Dad! Berhenti peluk Mommy dong! Mommy sesak itu ” larang Endra dengan posesifnya.


Memang mulai dari perjalanan Ares terus mendekap Lyra di pelukannya dengan alasan angin laut terlalu kencang. Padahal mah modus.


“ Terserah Daddy dong! Orang istrinya Daddy juga! ”


“ Mommy! Daddy gak mau dengarin Endra ” Jalan ninja Endra adalah mengadu pada Lyra.


“ Mas..benar loh, aku udah gerah ” Lyra merasa ini kesempatan untuknya. Akhirnya dengan ekpresi tidak rela Ares melepaskan Lyra.


“ Sini Mommy sama Endra ” Endra mengajak Lyra berdiri. Lyra menuruti putranya itu.


Endra melirik sekilas ke arah Ares, meledek seolah menunjukkan kemenangannya.


“ Kalau bukan anak sendiri udah lama aku buang ke laut ” guman Ares melihat ekspresi songong Endra.


Begitu mereka tiba di pantai Ares dan Endra menikmati waktunya berenang di pantai. Ares membawa Endra menaiki speedboat.


Jika melakukan hal-hal ekstrim seperti ini maka mereka berdua akan sangat kompak.


“ Wah!! Wah! Lihat Endra bahkan tidak berhenti tertawa dari tadi!! ” ucap Adhisti gemas.


“ Mereka berdua kompak kalo begini, apa lagi kalau Ares mengajaknya berselancar dia pasti bersorak Daddynya yang terbaik ”


“ Kau benar..aku juga mensyukurinya tak disangka sekarang Endra sudah lima tahun ”


“ Waktu berlalu tanpa terasakan ” lirih Adhisti memilih berbaring di kursi pantai menikmati hamparan sinar matahari.


“ Bagaimana semuanya lancar selama di Paris? ” tanya Lyra.


“ Tentu, pertunjukan busananya lancar ” Setelah wisuda tanpa di duga Adhisti malah memutuskan berkarir sebagai desainer. Sekarang dia sudah berhasil mendirikan butik dan berhasil memamerkan karyanya ke dunia fashion Internasional.


“ Apa kamu benar-benar sudah berakhir dengan Gavrill? ”


Adhisti membuka kacamata hitamnya menatap Lyra terkejut.


“ Sebenarnya sudah lama aku tahu tentang hubungan kalian ” jelas Lyra.


“ Ma-maksudmu Kakak juga tahu hal itu? ”


“ Tidak, hanya saja aku bisa membacanya setiap kamu bertemu Gavrill waktu itu. Terbaca jelas ada sesuatu di antara kalian ”


“ Itu hanya kesalahan ”


“ Benarkah? Berarti dugaanku salah kamu tidak mencintai Gavrill ” Daripada bertanya Lyra seperti memastikan hal itu langsung.


Adhisti terdiam tak bisa menjawab hal itu, sejak Gavrill menyelamatkan Adhisti waktu itu semuanya kembali seperti semula. Gavrill kembali bersifat dingin padanya. Adhisti juga tidak punya keberanian untuk mengakui semuanya pada Gavrill. Sampai lima tahun berlalu mereka masih sama, bahkan sangat jelas Adhisti mendengar sendiri berita yang menyatakan CEO itu akan segera bertunangan.


“ Aku tahu kamu mencintai Gavrill. Tidak tahu apa yang terjadi diantara kalian. Aku hanya berharap kalian bisa bersatu. Terkadang keegoisan yang kita kira kepedulian yang membawa kita semakin jauh dari orang itu ” Lyra tersenyum lalu melangkah meninggalkan Adhisti.


“ Apa aku masih punya kesempatan? Gavrill akan segera bertunangan. Lima tahun waktu yang cukup lama untuk dia melupakan aku ” , batin Adhisti.


Lyra berjalan pelan menuju Ares dan Endra yang nampak kelelahan di pinggir pantai.


“ Hati-hati!! ” teriak Ares.

__ADS_1


Lyra tersenyum dia tahu pria itu selalu waspada kapan pun menyangkut dirinya. Lyra mengusap perutnya yang membesar.


Saat ini dia tengah mengandung anak keduanya.


“ Jangan bermain sampe kelelahan seperti ini” tutur Lyra sambil membersihkan pasir yang menempel di punggung Endra.


“ Ini menyenangkan Mom! Daddy benar-benar hebat!! ”


“ Iya..iya ” Lyra sudah tahu anaknya itu akan memuji Daddynya.


Lyra mengelus perutnya lembut.


“ Terlahirlah dengan sehat Putriku. Mommy Daddy dan Kakakmu sudah tidak sabar bertemu ” , batin Lyra.


Cupp!!


Lyra terkejut mendapatkan kecupan itu.


“ Kenapa melamun? ” tanya Ares.


Lyra mengusap pipinya setelah Ares menciumnya di sana pasir pantai juga menempel.


“ Aku tidak melamun hanya sangat bersyukur ” ucap Lyra tersenyum.


Ares kembali mencium pipi Lyra.


“ Tentu saja kamu harus bahagia! ” serunya.


“ Mommy!! ” seru Endra kemudian berhambur mencium pipi Lyra.


“ Ehh..Mommy jadi basah ” protes Lyra.


Bukannya berhenti anak itu malah terus menciuminya seolah sedang bersaing dengan Daddynya. Ares melihat hal itu juga malah berulah dan ikut menciumi Lyra.


“ Hei..kalian berhenti! Pasirnya menempel! ”


“ Mommy punya Endra!! ”


“ Enak saja! Dia itu istriku!! ”


“ Akhh!!! Ini Mommynya Endra!! ”


“ Ini istriku!! ”


“ Kalian tolonglah...” lirih Lyra frustasi wajahnya diserbu dua orang itu.


“ Semoga kebahagiaan inikan terus berlanjut...Dalam hidup ini bukan soal berapa kali kita harus menghadapi tantangan, tapi berapa kali kita tetap bersama menghadapinya ”, batin Lyra. Dia tersenyum lalu memeluk kedua orang kesayangannya itu dan tertawa bahagia bersama.


End


****Yeahhh!!


Finally novel Menikah dengan Tuan Ares akhirnya tamat. Aku berharap endingnya gak mengecewakan teman-teman.


Aku secara pribadi mengucapkan Terima kasih sebesar-besarnya kepada semua teman-teman yang bersedia membaca novel ini. Terima kasih atas semua dukungan teman-teman untuk novel ini sampai author bisa menyelesaikan novel ini sampai tamat.


Jujur ini Novel pertama yang aku tulis dan mendapatkan dukungan sebanyak ini aku benar-benar bersyukur. Teman-teman memberi like dan komentar yang sangat positif dan memberi semangat untuk aku.


Novel ini pasti banyak kesalahan dan maaf kalau author mengecewakan dan berbuat salah sama teman-teman semua🙏🙏


Semoga kita bisa bertemu lagi di karya Author yang lain. Sekali lagi Terima kasih banyak😊😊


Author juga akan merilis episode spesial untuk novel ini, semoga menghibur 😄


"Menjadi bahagia bukan berarti semuanya sempurna. Itu berarti kamu telah memutuskan untuk melihat melampaui ketidaksempurnaan."-Anonim


Mystorios_Writer🎉🎊****

__ADS_1


__ADS_2